Masih ingat dengan asisten saya? Dua minggu yang lalu, asisten saya yang telah menemani saya dengan setia dan tanpa kenal lelah selama 1 tahun telah saya berhentikan, karena saya telah menemukan asisten baru yang lebih mumpuni :thumb1:

Hehe.. jangan anggap saya kejam dulu ya :laughloud: Asisten lama saya adalah PDA HP iPaq 110, sedangkan asisten baru saya adalah Motorola Q9h. Nah, saya mau review sedikit tentang Q9h ini.

Awal mulanya, saya merasa semakin membutuhkan PDA yang ada fitur handphone-nya. Karena si iPaq 110 tidak ada handphone-nya, maka bawaan saya makin banyak saja. Kemudian saya juga kepincut dengan handphone-handphone masa kini yang memiliki keyboard Qwerty. Rasanya asik sekali mengetik sms dan notes dengan dua jempol “menari-nari” di atas keyboard Qwerty itu, mengetik bakalan cepat sekali. Mengetik contact dan notes di touchscreen iPaq 110 pakai menggunakan stylus masih kurang cepat dan melelahkan. Apalagi ngetik di handphone biasa. Selama ini saya sangat malas sms-an. Kalau tidak penting-penting amat, saya baru akan membalas sms yang masuk setelah sampai di rumah, sambungkan handphone ke komputer, lalu kirim sms balasan dengan mengetik di komputer :)

Melihat teman-teman yang pakai BlackBerry, saya makin kepincut saja. Mau beli BlackBerry masih belum mampu.. Sampai akhirnya saya melihat seorang teman memakai Motorola Q8. Saya pikir asik juga nih handphone, keyboardnya Qwerty, pakai sistem operasi Windows Mobile pula. Saya pun cari-cari info bareng mbah gugel :grin3:

Ternyata di internet saya menemukan model yang lebih baru yaitu Q9h. Handphone ini sebetulnya sudah keluar sekitar 2 tahun yang lalu, tapi Motorola tampaknya kurang promosi di Asia. Baca-baca review di internet, reviewnya semuanya positif! Dan semua reviewer mengatakan bahwa keyboard Qwerty Motorola Q9h ini adalah yang terbaik! Akhirnya, karena kepincut, saya pun berganti asisten… Berikut ini review saya atas Motorola Q9h.

Oh ya, sebelum review, ini foto-fotonya dulu :) Foto yang pertama saya ambil dari internet, dan yang kedua adalah Q9h punya saya, hasil jepretan saya pakai Nokia 2630. Foto yang pertama bukan hanya iklan lho, aslinya memang seperti itu.

motorola q9h

motorola q9h review

Body-nya terkesan kekar dan dan cukup besar. Hal ini dikarenakan tombol-tombol keyboard Qwerty-nya yang besar-besar. Tapi tombol yang besar-besar itu memudahkan dalam mengetik cepat, bahkan untuk yang jempolnya besar seperti saya (tetap di awal butuh penyesuaian). Layarnya juga cukup besar dengan ukuran 320×240 pixel dan 65 ribu warna, nyaman dilihat dan enak untuk membaca sms dan email yang masuk. Video dan foto juga ditampilkan dengan sangat baik.

Untuk urusan suara, tentu Moto Q9h bisa memainkan file mp3, dan telinga standar saya sama sekali tidak komplain dengan suara yang dihasilkannya :whistling:

Untuk koneksi wireless, ada bluetooth dan untuk koneksi internetnya sudah mendukung 3G dan HSDPA dengan kecepatan hinggal 3.6 Mbps. Jadi bisa internetan cepat! :thumb2: Untuk email bisa POP3 dan IMAP. Kekurangannya, tidak ada WiFi dan GPS. Jadi tidak bisa internetan di hotspot. Tapi kalau sudah pakai koneksi internet yang cepat, gak perlu hotspot lagi kan? :tongue2: Untuk gantinya GPS saya pakai Google Maps saja.

Sistem operasi bawaannya adalah Windows Mobile (WM) 6.0. Dengan WM, Q9h yang masuk golongan Smartphone ini makin sakti. Banyak sekali aplikasi-aplikasi yang bisa diinstall di dalamnya. Sama seperti Windows lah :mrgreen: Sayangnya, Motorola Indonesia tidak menyediakan upgrade ke Windows Mobile 6.1. Padahal WM 6.1 punya tampilan dan fitur yang keren, seperti Sliding Panel di Home, kemudian threaded SMS (sms-an jadi seperti chatting, atau seperti conversation di gmail) :thumb6:

Setelah saya cari-cari info di forum-forum, akhirnya saya “nekat” upgrade sendiri Q9h saya ke WM 6.1. Saya download ROM-nya, lalu diflash ke handphone, dan voila.. Q9h saya langsung punya sistem operasi Windows Mobile 6.1 yang… keren abissss!!! :thumb5:

Q9h memiliki kamera digital 2 megapixel. Mungkin kurang bagi kebanyakan orang bila dibandingkan dengan handphone lain, tapi buat saya, dan buat kebanyakan pengguna Q9h, kamera 2 MP ini sudah cukup. Toh kita bukan mau menggunakannya buat jepret-jepretan :bye: Selain foto, Q9h juga bisa merekam video dengan rate 30 fps.

Memory card-nya menggunakan micro SD. Bawaannya sudah dikasih yang 512 MB, dan sudah support sampai 2 GB. Setelah diupgrade ke WM 6.1, sudah support sampai 4 GB, bahkan ada user yang bisa pakai sampai 8 GB dan 16 GB, tapi saya belum coba :blush:

Untuk urusan office, di paket bawaannya sudah terinstall Documents To Go, yang bisa membuka dan membuat file-file MS Word, Excel, PowerPoint, PDF, dan Zip. Untuk Contacts, Tasks, Calendar, Email dengan mudahnya dapat di-synchronize dengan Microsoft Outlook, nyaman sekali digunakan :thumb1: Oh ya, untuk browser juga sudah ada Opera.

Baterainya cukup kuat, untuk penggunaan normal tanpa koneksi internet nyala terus, Q9h bisa bertahan sampai 3 hari. Kalau internet nyala terus, sehari sekali harus charge baterai. Asiknya, kita bisa beli baterai tambahan dan men-charge-nya di desktop charger. Desktop charger ini selain berfungsi sebagai charger, bisa juga untuk menghubungkan Q9h dengan komputer, jadi tidak perlu repot colok-colok kabel data. Desktop charger ini sudah termasuk dalam paket penjualannya.

Secara keseluruhan, saya sangat puas dengan Motorola Q9h ini. Memang smartphone ini lebih ditujukan buat pebisnis yang mobile, tapi bisa juga digunakan untuk senang-senang :lol: Intinya saya memilih Q9h karena:

  • keyboard Qwerty yang nyaman dipakai mengetik
  • sudah mendukung koneksi internet kecepatan tinggi
  • menggunakan Windows Mobile sehingga bisa ditambah banyak aplikasi keren, dan bisa modifikasi sesuka hati, bisa edit registry.. yah seperti saya bilang di atas, seperti Windows di komputer desktop!
  • harga tidak terlalu mahal, cukup jauh di bawah BlackBerry
  • fitur-fitur office-nya sangat membantu produktivitas kerja

Selamat datang asisten baru saya :grin1: Sekarang saya lagi tunggu silicon case-nya datang dari Hong Kong, beli dari eBay :D

Related Links:

Category: Personal | Tags: