Apa yang akan Anda lakukan ketika mengendarai kendaraan, entah mobil, motor, atau bahkan sepeda ketika sebuah mobil angkot (angkutan kota) tiba-tiba berhenti di depan Anda sehingga Anda harus ikutan berhenti, dengan tujuan menurunkan atau menaikkan penumpang?

Biasanya yang saya lakukan adalah langsung membunyikan klakson terus menerus sampai si angkot jalan lagi. Dongkol sekali rasanya dan ingin marah-marah! Apalagi kalau si sopir angkot dengan santainya melambaikan tangannya menyuruh saya untuk maju mendahuluinya, padahal mobil terhalang dan tidak bisa maju gara-gara dia :angry:

Sekarang coba diubah ceritanya. Bagaimana kalau Anda sedang berada di dalam angkot yang berhenti itu, sebagai penumpang, dan mobil di belakang Anda membunyikan klakson dengan kencang dan tanpa henti? Saya pernah mengalami ini, dan saya kesal juga dan berpikir, “Sabar dikit dong! Ini angkot kan lagi nurunin penumpang!” Saya juga pernah lho diberi muka marah oleh penumpang di dalam angkot ketika saya mengklakson angkot itu.

Semua kejadian tergantung bagaimana cara kita memandangnya. Sesuatu yang menurut kita benar belum tentu benar buat orang lain, begitu juga sebaliknya. Kadang kita merasa dirugikan, padahal menurut orang lain mungkin hal itu adalah wajar, sama sekali tidak merugikan siapa pun.

Nah, kalau kita bisa memandang suatu kejadian dari sisi lain dan berusaha memahaminya, seharusnya perselisihan bisa dihindari. Dalam kasus di atas, sekarang saya berusaha untuk selalu memahami bahwa si sopir angkot sedang kejar target, dan karena kerjaannya memang begitu, percuma saya buang energi untuk kesal dan marah-marah sendiri karena saya sendiri yang rugi. Kemudian saya mengelus dada berusaha untuk tetap sabar dan mengontrol emosi :thumb1:

Category: Opini | Tags: