Berantas pornografi! Kata-kata itu sering sekali kita dengar, dan belakangan ini juga sedang hangat-hangatnya lantaran ultimatum Menteri Kominfo Tifatul Sembiring kepada RIM selaku produsen BlackBerry.

Kalau menurut saya, walaupun bisa, amat teramat sangat sulit sekali memberantas pornografi, selama masih ada pihak yang memproduksi konten porno dan ada demand (permintaan) untuk itu. Sama seperti memberantas prostitusi, yang katanya merupakan salah satu profesi tertua di dunia, sangatlah sulit dilakukan, karena masih ada dan akan selalu ada demand untuk itu, Satu tempat prostitusi ditutup, pasti akan buka di tempat lain, begitu seterusnya seperti lingkaran setan yang tidak akan pernah ada habisnya :turtle:

Demikian juga dengan pornografi, kalau layanan BlackBerry ditutup, konten porno masih dapat dengan mudah didapat dari internet, DVD, VCD, majalah dan lain-lain. Kalau semua media itu diberantas, bisa-bisa negara ini terisolasi dari dunia luar kembali ke jaman batu :(

Pemblokiran situs porno juga bukan solusi yang jitu. Manusia itu semakin dilarang semakin mencari. Kalau sebuat situs diblokir, pasti ada cara untuk bisa melewati pemblokiran dan mengakses situs tersebut. Kalaupun pemblokiran situs tidak dapat ditembus, setiap hari bisa saja muncul situs-situs porno baru. Yang kasihan adalah orang yang bertugas memblokir situs-situs porno, setiap hari dia melihat banyak situs porno untuk menambahkannya ke daftar situs yang diblokir :laughloud:

Jadi yang bisa dilakukan untuk memberantas pornografi adalah dengan memberantas semua produsen konten pornografi. Namun hal ini jelas tidak mungkin dilakukan, apalagi di negara-negara yang melegalkan pornografi.

Alternatif lain adalah dengan pendekatan kepada individunya, melalui pendidikan. Didiklah mental dan moral bangsa ini supaya membenci pornografi. Mereka yang lantang menyerukan pemberantasan dan anti pornografi pastilah sangat membenci pornografi, dan setiap melihat sedikit saja konten porno bisa langsung menutup mata dan berhenti melihat konten porno tersebut. Nah, didiklah bangsa ini supaya membenci pornografi seperti mereka, pastilah masalah pornografi ini bisa teratasi dengan lebih baik tanpa harus melakukan pembatasan-pembatasan pada media informasi.

Sulit? Sangat.. Bisakah dilakukan? Harusnya bisa.. Bagaimana caranya? Jangan tanya saya, saya juga tidak tahu :noidea: Tanya saja pada para ahli pendidikan :grin2:

Category: Opini | Tags: