Aset Terpenting Perusahaan
Sering dengar “pepatah” yang mengatakan bahwa aset terpenting bagi perusahaan adalah konsumen (customer / pelanggan) ? Saya sering dengar itu.
Nah, menurut saya, lebih tepat seperti ini: Konsumen adalah aset yang sangat penting bagi perusahaan. Aset terpenting perusahaan adalah karyawan dan konsumen.
Kenapa? Karena menurut saya dua-duanya sama penting. Perusahaan kalau tidak punya konsumen akan bangkrut, dan kalau tidak punya karyawan pun akan mati. Bayangkan kalau perusahaan tidak punya karyawan, mau produksi apa? Siapa yang mau jualan? Siapa yang bikin pembukuan dll? The boss? Gak mungkin kan! Begitu juga kalau tidak ada yang beli produknya, gak mungkin perusahaan bisa jalan terus. Jadi, dua-duanya sama penting.
Kalau begitu, kenapa masih banyak perusahaan yang memanjakan konsumennya dan “menindas” karyawannya?
Apa karena para petinggi perusahaan itu berpikir bahwa karyawan butuh kerja, jadi bisa diperlakukan lebih seenaknya dibandingkan memperlakukan konsumen? 








beda ceritanya kalo si karyawan punya skill yg SANGAT BERHARGA pasti si Boss bakal baik hati

So Wahai para karyawan asah terus skill kalian niscaya….*isi sendiri ya
bentar.. ini teh curhatan yah??
kasihan emang karyawan yang statusnya buruh dan juga karyawan kontrak, gak ada jaminan sama sekali, tp yg kasihan lagi PRT yg disiksa majikannya (lho, larinya ke situ??) tapi sama2 karyawan juga kan dia..
Iya nih Bung Jimmy, kalau karyawan kerja bagus dianggap sudah sewajarnya, tapi kalau kerjaan kurang beres si Bos langsung nyemprot….
wah, saya blog walking hari ini banyak yg di update.
udah gak usah jadi karyawan. jadi boss aja mas jimmy hahah
walopun aku maw jadi Bos , sama kayak mas cosa ygnantinya buka peru. tapi semoga aku ngak jadi The Bos, yg melupakan asset
semua itu tergantung pimpinannya mas. kalo dia care pada karyawan dan mampu menciptakan iklim kerja yg kondusif, pasti karyawan juga akan bekerja sebaik mungkin.
klo menurutku di Indonesia konsumen adalah raja adalah sangat fitnah, aku pernah merasa di perlakukan kaya penjahat saja waktu ngenet di salah satu warnet di kabupaten bogor…. ga dilayani dengan baik udah gitu suasananya gak lebih baik dari kos-kosan cowok yang sumpek dan panas
Memang sulit mengukurnya, disuatu tempat ada konsumen merasa tidak dilayani dengan benar, dilain pihak karyawan merasa tertindas. sepertinya gak ada kemutlakan disini…tapi satu yang pasti, jika konsumen berduit pastilah jadi raja, dan karyawan yang skilful tentu jadi anak emas.
Setuju …. sayang masih banyak perusahaan yang menganggap enteng karyawannya karena pemikiran “karyawan mudah dicari”. Ini dia. Padahal menurut saya baik karyawan dan kustomer sama-sama susah dicari. Bahkan banyak kejadian dimana kustomer hanya mau behubungan bisnis dengan salah satu karyawan saja. Akibatnya, jika karyawan tersebut pindah perusahaan, maka kustomer tersebut juga ikut pindah.
Agak sulit mengukurnya, disuatu tempat konsumen merasa tidak dilayani dengan benar, dilain pihak karyawan merasa tertindas. sepertinya gak ada kemutlakan disini…tapi satu yang pasti, jika konsumen banyak duitnya pastilah jadi raja, dan karyawan yang skilful tentu jadi anak emas.
costumer ada dua, internal costumer dan external costumer. karyawan mungkin termasuk yg internal costumer… kedua - duanya harus dipuaskan…
ya..tidak harus memuaskan semua karyawan..
dan tidak harus memuaskan semua kostumer..
karena kalau menurut prinsip pareto :
20% customer mendatangkan 80% keuntungan perusahaan
dan 20% karyawan mengerjakan 80% bisnis perusahaan.
Sepertinya sih begitu =D
Makanya mas jimmy kan mo jadi boss. Lah jadi karyawan, prestasi bagus dibilang ‘udah biasa dan seharusnya’, prestasi jelek dimaki-maki. Kasihan deh gue yang jadi buruh pabrik…
biasalah mas, yang kuat menindas yang lemah
Weleh kalo saya jadi bos karyawannya tak manjain deh mas jimmy. Kalo perlu gajinya lebih gede dari bosnya
tekor dah perusahaannya 
Jimmy lupa satu hal… bahwa aset penting dalam perusahaan adalah SEKRETARIS wkwkwkwkw
***kabur ah sebelum dilempar jimmy pake siomay
eh, kalo menurut saya, boss jg sama pentingnya dgn karyawan dan pelanggan kok, mas.

yah, intinya semua memiiki fungsi masing2 bagi sebuah perusahaan.
lho kalo perusahaannya nggak pake karyawan gimana?

yang kerjanya cuma di depan komputer gitu..
@Mr Comments, @Abi Bakar
betul, kalau si karyawan itu sangat berharga di mata si boss, dia yang bisa seenaknya terhadap boss nya
@ridu
curhat? hmm.. boleh dibilang begitu
@R32KY
setuju…
@choridin, @Ruud
sedang dalam perjalanan menjadi boss mas
@Arham | blogpreneur
betul mas, jadilah boss yang baik dan rendah hati, jangan melupakan karyawannya, tapi kalo karyawan yang gak bener boleh dilupakan
@wawanwae
betul, masalahnya kayanya lebih banyak pimpinan yang bikin suasana kerja gak kondusif dibanding yang sebaliknya
@ario dipoyono
yah di Indonesia konsumen masih belum 100% diperlakukan semestinya ya.. YLKI aja kayanya gak bisa berbuat banyak tuh
@Riyogarta
setuju mas Riyo.. ini jadi tantangan perusahaan untuk meng-”keep” keduanya dengan baik
@syamsu
hehe karyawan sebagai internal customer memang biasanya ada keuntungan lebih, seperti fasilitas yang diberi perusahaan.. walaupun gak semua juga, saya punya teman yang bekerja di sebuah supermarket terkenal, dan kalau dia belanja di sana, walaupun sebagai karyawan, dia gak dapat diskon sama sekali lho!
@Koko
mungkin dulu pernah diajarin tapi lupa
btw, akan lebih baik kalau 20% nya ditingkatkan ya?
wah prinsip pareto.. baru denger nih
@hawee
hukum alam ya?
@bocah
ayo bocah jadi boss sayaaa.. dengan senang hati saya akan mengabdi pada bocah..
@Zalukhu
halah kalo sekretaris mah asset terpenting Boss
mana siomay nya? *cari-cari siomay ke sana ke sini*
@Juminten
betul! asal boss nya bener aja ya
@Wiellyam
nah itu yang paling enak Wiel.. gak usah urusin pegawai dan konsumen, dan aset cukup komputer sama internet.. that’s my dream
jimmy met siang & saya sudah subcribe nih.
ironisnya boss yg baik selalu mendapatkan karyawan yg jahat. sedangkan boss yg jahat selalu mendapatkan karyawan yg baik. Aset terpenting di dalam suatu perusahaan : modal (dari boss), karyawan, dan konsumen. hehe semuanya!!
mungkin emang udah resiko jadi karyawan kali ya Om Jimy, ’siap ditekan & ditindas’. padahal bagaimanapun, karyawan memberikan banyak kontribusi bagi perkembangan perusahaan kan..
barusan lihat data karyawan dari perusahaan sebelah. Speknya D2 Informatika, kerja mulai 2005 gaji pokoknya hanya 450000 perak. Total sebulan sekitar 850000 perak itupun kalo rajin masuk terus. PARAH!@#!@#!@
Ini nih akibat dari kapitalisme akut, di mana yg dikedepankan hanyalh profit semata. Ya, karyawan itu kan posnya pengeluaran (gaji), jadi wajar kalo perusahaan “kurang senang”. Bandingkan dengan konsumen yg mendatangkan “pemasukan”.
banyak juga perusahaan besar untuk memangkas pengeluaran, mereka melakukan PHK besar2an.
tapi bener temen2…qt sebagai karyawan kudu dihargai juga…karena kita tuh udah kasi loyalitas buat perusahaan…jadi sangat disayangkan kalo kesejahteraan karyawan itu dikesampingkan…
tapi klo bosnya suka ngomel2, karyawannya ngibrit smua deh
setubuh banget pokoknya kang

semua pihak dalam perusahaan menurut aku sih memegang peranan penting,perusahaan tanpa konsumen berarti mandeg,btw salam kenal
ini teh curhat nyak?

*keknyah aku jugax dyeh*
menurut gw, aset terpenting itu karyawan. klo customer lbh cocok disebut target atau prospek. klo cust loyal pada perush, br bs dibilang aset. tp ada persamaan antara customer en karyawan : sama2 kurang dpt perhatian dr managemen. kekekeke…
mudah2an para bos ada yg baca postingan ini
bener bgt tuh mas….
klo customer g ada, begh..bakalan gulung tikar degh perusahaan..
Kebetulan ni kang, saya kerja sebagai “pelayan konsumen” terkadang memang sangat menjengkelkan menghadapi konsumen yang merasa raja. Di lain sisi, the boz mengharuskan kita melayani konsumen layaknya raja. Jadi kita di tekan di kedua sisi, itu yang merepotkan dan terkadang bikin stress. Semoga kalau jadi the bozz saya tidak akan seperti itu
@Pinkon @Bagsholic
paling bagus bossnya jahat dan karyawannya juga jahat ya
@andyf
iya, sebelum jadi karyawan harus siap mental untuk ‘ditindas’
@tipis
perusahaan apa itu?? bener2 parah dan menyedihkan
@Ecko
bener juga mas, tapi harusnya dengan pemasukan yang lebih besar, pengeluaran untuk karyawan juga diperbesar untuk memperbesar pemasukan lagi.. halah jadi bingung
@Logicb0x
akhirnya di-demo dan perusahaan gak jalan, akhirnya perusahaan rugi.. serba salah ya
@sammy
hidup sammy!!!
@fenfen
kalo kepepet demi urusan perut, diomelin pun terima aja..
@detnot, @Okta Sihotang
kita sama ya
@jasa penulis content
salam kenal juga mas, ide bisnis nya keren euy!
@abee
curhat dari hati yang terdalam
@zee
wah pemikiran yang sangat bagus tuh! saya gak kepikiran sampe ke situ lho
@joanne
dan mudah-mudahan sesudah baca jadi sadar ya
@@del
ayo kita bareng2 cepetan jadi boss
mestinya sih perusahaan juga memperhatikan kesejahteraan karyawan jangan diperah melulu… btw salam kenal, lagi blogwalking bro!
Sama dong…. pentingnya…
Cuman mungkin….si karyawannya udah masuk dalam komponen ‘perusahaan’. Udah menyatu gitu dengan kata ‘perusahaan’……
Kalo si konsumen kan aset external…..
Gitu kali…..
Tapi kalo dilogika terbalik kok beda ya??
misal :
1. Perusahaan punya banyak konsumen tapi karyawan sedikit, paling-paling perusahaan gak bisa memenuhi demand dari konsumen (karena gak bisa produksi dengan karyawan yang sedikit)…”tapi perusahaan belum tentu mati..”
2. Perusahaan punya banyak karyawan tapi konsumen sedikit, perusahaan mampu produksi banyak tapi gak ada yang mau beli..dan perusahaan pastinya berkorban paling banyak karena harus membayar karyawan yang banyak itu….”dan perusahaan PASTI akan mati..”
Nah loh…bukannya yang nomor satu itu tetep konsumen?? Karyawan baru yang ke dua??
btw…saya masukkan dalam blogroll saya ya…:D
saya sepakat kalo karyawan adalah aset, kalo karyawan bekerja dengan baek pasti perusahaan juga akan baek, yang ngurus mesin dan penggudangan dan manajemnnya kan karyawan juga.
tulisan diatas sama persis sperti kondisi
mantanperusahaan saya.. uhhhfff