Kolesterol Normal Untuk Jantung dan Hidup Sehat

Turunkan Kolesterol Temukan Cara Bagaimana Saya Menurunkan Kadar Kolesterol Sebanyak 231 Poin dari 374 Menjadi 143 Dalam Waktu 2 Bulan.

Turunkan Kolesterol!
Bisnis Internet Pertama

Affiliate Site Blueprint Home Study Course

Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

Hasilkan Income Ratusan Hingga Ribuan Dollar Per Bulan dari Real Internet Business yang Bisa Dikerjakan Secara Part-Time dan Bisa Dilakukan Dari Manapun. Klik di sini!

WordPress Archives

Pentingnya Header dan Footer WordPress

Ketika membuat blog baru kemarin, saya menemukan ada hal yang aneh. Dua buah plugin yang biasanya selalu normal, di blog baru ini jadi aneh. Yang pertama plugin Contact Form 7, plugin ini masih berfungsi baik dengan berhasil mengirimkan email kontak, tapi fitur Ajax-nya hilang. Plugin kedua yang jadi aneh adalah WP-Email yang tidak ada masalah dalam tampilan tapi tidak bisa mengirimkan email sama sekali.

Selidik punya selidik, setelah tanya-tanya di forum wordpress.org dan di forum resmi plugin wp-email, akhirnya ketemu juga permasalahannya. Dan jawabannya saya dapat setelah tanya sama om Google :roll: hehe tau gitu dari awal langsung tanya sama om Google ya.. menghemat waktu! Ternyata sumber masalahnya adalah theme wordpress yang saya pakai tidak lengkap footer-nya. Ada 1 kode yang hilang, yaitu wp_footer(). Setelah saya tambahkan lagi kode <?php wp_footer() ?> tepat sebelum </body>, maka kedua plugin itu berfungsi normal kembali.

Header dan footer wordpress adalah seperti sepasang sejoli yang sebaiknya selalu ada berpasangan. Keduanya mengandung script-script termasuk javascript yang digunakan oleh wordpress sendiri dan oleh banyak plugin. Banyak plugin yang bisa jadi tidak berfungsi baik kalau salah satu dihilangkan. Untuk header, harus ada kode wp_header() di bagian <head>, dan untuk footer seperti yang sudah disebutkan di atas.

So, pastikan di theme Anda agar keduanya selalu ada. :thumb1:

Menambahkan Tombol Google Plus di Website

Sudah pada tahu Google Plus kan? Oh ya, sebelumnya add saya di Google Plus ya.. :thumb1: Buat yang belum punya account di G+ boleh kontak saya nanti saya kirim invitationnya ke email Anda.

Nah, seperti layanan sosial networking lainnya, Google Plus juga menyediakan tombol untuk ditampilkan di website / blog kita, seperti Facebook Like Button gitu lah. Caranya sangat mudah, pertama-tama Anda harus menambahkan kode berikut ini di area <head> website / blog Anda:

<script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script>

Kemudian Anda tinggal menambahkan kode berikut ini di halaman (page) yang ingin Anda tampilkan Google Plus Button nya:

<g:plusone size="medium"></g:plusone>

Untuk parameter size bisa Anda pilih sendiri: Small, Standard, Medium dan Tall. Anda juga bisa memilih untuk tidak menampilkan jumlah “plus” yang sudah didapatkan untuk halaman tersebut dengan menambahkan parameter menjadi seperti ini:

<g:plusone size="medium" count="false"></g:plusone>

Untuk lebih lengkapnya bisa Anda lihat di sini.

Menampilkan Google Plus Button di Halaman Utama WordPress

Kalau berhubungan dengan WordPress, kode di atas kan hanya untuk menampilkan tombol Google Plus di satu halaman saja, bagaimana caranya menampilkan banyak tombol Google Plus di satu halaman yang masing-masing menunjuk ke alamat URL yang berbeda-beda, seperti di halaman utama (index) blog WordPress Anda?

Caranya adalah dengan menambahkan parameter href kepada setiap tombol, jadi misalnya seperti ini:

<g:plusone size="medium" href="http://www.jimmysun.net"></g:plusone>

Untuk halaman index blog WordPress Anda yang menampilkan beberapa posts, gunakan kode berikut ini di theme Anda (file index.php setelah kode <?php while (have_posts()) : the_post(); ?>):

<g:plusone size="medium" href="<?php the_permalink() ?>"></g:plusone>

Contohnya, bisa Anda lihat di halaman utama blog ini :grin2: Apakah ada plugin untuk melakukan semua ini? Ada, tapi seperti biasa saya lebih suka untuk pakai plugin sesedikit mungkin.

Plugin SEO Mantap: WordPress SEO

Selama ini kalau membicarakan SEO untuk WordPress, kebanyakan orang akan merekomendasikan plugin All In One SEO Pack, atau Platinum SEO Pack. Kedua plugin itu memang sangat populer untuk urusan SEO-nya WordPress, dan mempunyai fungsi yang hampir sama. Tapi sekarang ada satu lagi plugin SEO untuk WordPress yang membuat saya langsung kepincut dan berpindah hati dari kedua plugin itu, yaitu WordPress SEO.

wordpress seo

Plugin WordPress SEO ini sudah tentu dapat melakukan hal-hal standar yang dilakukan oleh plugin SEO lainnya, seperti mengubah title, meta keywords, meta description untuk homepage dan masing-masing post / page. Kemudian mengijinkan search engine untuk mengindeks kategori, tag, dan arsip lainnya. Nah, yang saya pribadi suka dari plugin ini adalah:

  • Sudah ada built-in XML sitemap generator, sehingga Anda tidak perlu lagi plugin lain untuk membuat sitemap seperti plugin Google XML Sitemap yang terkenal itu. Anda juga dapat membuat post atau page tertentu untuk tidak muncul di sitemap Anda.
  • Google search result snippet preview. Lihat seperti apa post Anda akan muncul di Google.
  • Masih ingat posting saya beberapa waktu lalu tentang plugin Bloggerhigh SEO untuk memaksimalkan SEO on-page Anda? Fungsi itu sudah terintegrasi dalam plugin WordPress SEO ini :thumb3:
  • Built-in breadcrumbs untuk navigasi yang lebih mudah. Sudah tahu breadcrumbs kan? Kalau belum, silakan baca di sini. :mrgreen:
  • Tambahkan linkback ke website Anda (atau apa pun) di header atau footer RSS Feed Anda. Tidak perlu lagi plugin tambahan! :thumb5:

Itu hanya beberapa fitur yang saya paling suka dari sekian banyak fitur lainnya yang dimiliki oleh plugin WordPress SEO ini. Untuk melihat fitur lengkapnya, silakan kunjungi websitenya yang sudah saya kasih link-nya di atas, atau website pembuatnya di sini dan coba pluginnya, rasakan sensasinya.. :grin1:

Oh ya, bagi Anda pengguna All in One SEO Pack, jangan khawatir karena plugin ini telah menyediakan fitur untuk mengimpor setting dari AIO SEO Pack ke WordPress SEO. :thumbup:

Rasanya sudah lama gak nulis tentang WordPress nih, apalagi Blogger :) Anda sudah tahu kan apa itu niche blog? Buat yang bingung atau belum tahu, niche blog adalah sebuah blog dengan topik tertentu. Misalnya Anda membuat blog tentang game, dan isi blog Anda itu hanya mengulas game saja, maka blog tersebut bisa disebut niche blog, dengan niche (topik) nya adalah game.

Nah, belum lama ini saya menemukan satu website yang menyediakan theme WordPress yang keren-keren. Nawa websitenya EZwpthemes.com. Yang menarik dari EZwpthemes adalah, setiap theme yang mereka buat itu berdasarkan satu niche atau topik tertentu. Misalnya, ada theme untuk blog dengan tema game, travel, wanita, wedding, internet marketing, bisnis, makanan, musik dan masih banyak lagi! Jadi cocok sekali untuk Anda yang mau membuat blog dengan topik tertentu.

Oh ya, seperti saya tulis di judul postingan ini, hal yang sangat menarik dari EZwpthemes adalah bahwa semua theme yang mereka buat harganya gratis! Selain itu, mereka juga selalu menyediakan theme-theme tersebut dalam 2 versi, yaitu untuk platform WordPress dan untuk Blogger. :thumb5: Asik kan? :thumb1:

Aktifasi Multisite Dengan WordPress 3.0

Akhirnya WordPress 3.0 dirilis juga :thumb3: Salah satu fitur yang paling ditunggu adalah fitur multisite-nya. Dengan multisite ini, Anda bisa memiliki banyak blog hanya dengan 1 buah instalasi WordPress.

Kemarin saya coba-coba fitur ini, dan ternyata cukup ribet juga lho mengaktifkan fitur multisite ini. Ada 2 pilihan untuk membuat multisite ini:

  1. Menggunakan subdomain. Nantinya blog-blog Anda akan beralamat di namablog.namadomain.com.
  2. Menggunakan sub-directory. Nantinya blog-blog Anda akan beralamat di namadomain.com/namablog.

Nah, berikut langkah-langkah untuk mengaktifkan fitur multisite dan membuat banyak blog menggunakan WordPress 3.0 dan subdomain.

1. Buat Wildcard DNS di Hosting

Masuk ke Subdomain di hosting Anda. Lihat gambar berikut:
wildcard dns

Di bagian Subdomain, isi dengan *, kemudian di sebelah kanannya pilih domain yang akan Anda install multisite. Lalu di Document Root isi dengan /public_html/ saja apabila domain Anda berada di root, atau isi dengan /public_html/namafolder bila domain Anda tidak terletak di root (ini terjadi bila Anda menambahkan domain dengan Addon Domain).

2. Install WordPress 3.0

Saya rasa ini tidak perlu dijabarkan lebih lanjut lagi ya :D Sama koq seperti instalasi WordPress biasa.

3. Ubah Setting WordPress address dan Site address

Masuk ke Settings – General, lalu hilangkan www di bagian WordPress address dan Site address sehingga menjadi http://namadomain.com.
Read the rest of this entry

Karena ada beberapa teman blogger yang meminta dibuatkan tutorial membuat tombol-tombol social bookmark seperti yang ada di blog ini, maka sekarang saya buatkan tutorialnya, sekalian jadi ada bahan posting nih :D

Tutorial yang akan saya buat adalah sesuai dengan yang ada di blog saya ini. Untuk “Home” tombolnya kecil-kecil dan letaknya berderet ke samping di bawah judul posting. Dan untuk di halaman single post tombolnya besar-besar dan saya letakkan di kanan layar monitor pengunjung dan letaknya fixed. Maksudnya fixed adalah apabila Anda scrolling ke atas dan ke bawah, tombol-tombol itu tetap berada dan terlihat di kanan layar monitor Anda (silakan coba membuka halaman single page di blog ini :) ).

OK, langsung ya. Social bookmark yang akan ditampilkan adalah Twitter, Facebook, Google Buzz, Digg, StumbleUpon dan Facebook Like. Tambahan lagi, semuanya ditampilkan tanpa menggunakan plugin apa pun, murni coding, jadi bisa diterapkan juga di website lain selain WordPress.
Read the rest of this entry

Barusan saya posting WordPress Plugin: Simple Popular Posts, ini adalah postingan pertama berbahasa Inggris di blog ini :D Kenapa bikin postingan bahasa Inggris? Karena saya mau coba memasukkan plugin WordPress ke dalam direktori plugin WordPress.

Jadi ceritanya, kemarin saya membuat sebuah plugin WordPress yang namanya Simple Popular Posts. Fungsinya adalah untuk membuat sebuah widget untuk ditempatkan di sidebar blog yang menampilkan posting-posting populer. Populer di sini berdasarkan jumlah komentar. Contohnya bisa Anda lihat di sidebar kanan blog ini, ada widget yang judulnya Popular Posts. Lima posting dengan jumlah komentar terbanyak ditampilkan di widget ini (jumlah posting yang ingin ditampilkan bisa Anda ganti).

Untuk lebih detil tentang plugin ini, silakan langsung menuju ke halaman plugin-nya di sini :D

Barusan saya sudah coba submit plugin ini di wordpress.org, tinggal tunggu persetujuannya. Doakan semoga disetujui ya :daydream:

UPDATE: plugin sudah disetujui sama WordPress :thumb5: silakan cek di sini.

WordPress Plugin: Simple Popular Posts

I was looking for a plugin to show my most popular posts based on comments on this blog’s sidebar, and the only one suitable for me was Most Popular Posts by Wes Goodhoofd. Although it works very well, I want something simpler. I don’t really need what the Most Popular Posts plugin offer, I just want a really simple plugin that shows the popular posts based on the number of comments.

So, based on the Most Popular Posts plugin, I wrote Simple Popular Posts plugin. As the name states, it’s a really simple and basic plugin that shows the most popular posts based on the number of comments. It creates a widget for your blog’s sidebar to show the popular posts. It doesn’t have it’s own settings page. You can configure the plugin right from the widget panel.

simple popular posts

It only has 3 options:

  • The widget title.
  • The number of posts you want to show.
  • Whether you want to show the number of comments or not.

The widget will show popular posts from all categories, and posts with 0 (zero) comments are excluded.

Click here to download the Simple Popular Posts plugin.

Installation & Usage:

  1. Upload the folder simple-popular-posts to your WordPress plugin directory.
  2. Activate the plugin from the plugin panel.
  3. Go to your widget setting page.
  4. Drag the Simple Popular Posts widget to your sidebar.
  5. You can customize the widget.

Usually, a wordpress theme uses the <h3> tag to display the widget title, but to match your theme’s design you can edit the tag on line 32 in the plugin’s php file.

Changelog:
15 May 2010: Version 1.0
- Initial release

Click here to download the Simple Popular Posts plugin.

Mengatasi HTTP Error di WordPress

Kemarin, ketika akan menginstall sebuah plugin di blog WordPress, seperti biasa saya klik menu Add New di bawah menu Plugins. Kemudian saya ketikkan nama plugin-nya, dan klik Search Plugins.

Beberapa lama menunggu sambil mengharapkan daftar plugin muncul, tiba-tiba muncul pesan error seperti ini:

An Unexpected HTTP error occurred during the API request

Saya coba lagi dan lagi, tetap terjadi error yang sama. Lalu saya coba untuk upgrade plugin otomatis. Masuk ke halaman Plugins, pilih plugin yang sudah ada update terbarunya, klik View Version xxx Details (xxx itu nomor versinya), dan muncul jendela popup kecil, dan… muncul juga pesan error yang sama :cry: Duh, kalau harus download dulu plugin-nya ke komputer lalu upload ke hosting, males banget :) Soalnya sudah kebiasaan enak install plugin langsung via WordPress. Lalu saya main-main ke forum WordPress dan menemukan jawabannya di sana.

Problemnya adalah terjadi timeout saat blog melakukan request ke server WordPress untuk mencari plugin yang diminta. Default-nya, waktu yang diberikan untuk melakukan request itu adalah 5 detik. Entah server hosting atau server WordPress yang sedang “agak” lambat, jadinya request melebihi 5 detik dan muncullah pesan error tadi.

Solusinya, tambah waktu untuk melakukan request tersebut dari 5 detik menjadi lebih lama. Di forum disebutkan menjadi 30 detik. Saya coba menggantinya, dan berhasil! :thumb3: Install dan upgrade plugin otomatis berjalan kembali.

Nah, sekarang caranya. Caranya sangat mudah sekali, tinggal edit file http.php yang terdapat di dalam folder wp-includes, lalu edit baris kode ini (di WordPress 2.9.2 kode ini terletak di baris ke-226, mungkin berbeda di versi WordPress lain):

'timeout' => apply_filters( 'http_request_timeout', 5),

ganti menjadi

'timeout' => apply_filters( 'http_request_timeout', 30),

Selesai! :thumb5:

Spam Menggila, Akhirnya Pakai Captcha

Saya menyerah! Setelah akismet keok dan mencoba plugin TrollGuard saran Om Oom :D ternyata spam di blog ini makin menggila saja :(

Dalam satu hari bisa masuk ratusan spam, dan anehnya, kalau sebelum ini spam-spam itu masih masuk komen yang harus dimoderasi (di-approve), mulai beberapa hari kemarin mereka langsung approved! :noidea: Entah software apa yang dipakai si spammer untuk menembus WordPress ini..

Akhirnya saya putuskan untuk mencoba memakai plugin Captcha saja. Sebetulnya kurang sreg dengan ini, tapi tidak ada cara lain lagi, ini juga sesuai dengan anjuran beberapa teman blogger. Awalnya saya ragu apakah bisa berhasil menyetop spam-spam itu, karena mereka sepertinya menembak langsung ke database WordPress blog ini.

Nah, pada saat saya memasang captcha ini, si software spammer sedang beraksi, terlihat dari komen spam yang ter-approved yang bertambah terus detik demi detik. Begitu saya aktifkan captcha ini, spam nya tidak masuk lagi! Yes!! Berhasil!! :thumb5: :thumb6: Buat teman-teman yang komen di sini, sekarang ada captcha-nya ya.. :thumb1: Duh.. semoga deh gak ada software buat nye-pam yang bisa nge-bypass captcha.. semoga..

Page 1 of 3123