Rasanya belum lama upgrade WordPress ke versi 2.5, eh.. sekarang sudah muncul lagi versi 2.5.1. Musti upgrade lagi deh..
Memang betul sebaiknya begitu keluar versi terbaru, jangan langsung upgrade, takutnya masih berlalu buggy.
Buat yang masih pake versi 2.3.3, mendingan nunggu dulu sampai seri versi 2.5 ini bener-bener sip. Tapi buat yang sudah pake versi 2.5, kayanya mendingan upgrade aja deh ke 2.5.1 ini.
Saya tadi upgrade dengan cuma meng-overwrite folder wp-admin dan wp-includes saja, hasilnya waktu mau bikin postingan, draft nya di-save setiap detik! Jadi bikin browser firefox saya error. Gara-garanya, saya upload WP 2.5.1 ini yang dikompress dalam bentuk file .zip (setelah dikeluarkan dulu folder wp-content nya), lalu saya extract, ternyata fungsi extract di cPanel tidak meng-overwrite file dan folder yang sudah ada. Kemudian folder wp-admin dan wp-includes saya hapus dulu, lalu saya extract ulang dan beres, saya pikir upgrade berhasil. Tapi saya lupa bahwa file-file di root belum ter-overwrite
Di versi terbaru ini terdapat perbaikan security (seperti biasa) dan banyak perbaikan bug. Ada lebih dari 70 bug yang diperbaiki, di antaranya (diambil dari WordPress Development Blog, lagi males nerjemahin ah
) :
Mudah-mudahan versi 2.5.1 ini bisa bertahan cukup lama
Related Links:
WordPress 2.5.1 on WordPress Development Blog
Download WordPress versi terbaru
WordPress 2.5 memang memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan dibandingkan versi sebelumnya. Kelemahan yang paling menyebalkan buat saya adalah hilangnya drag and drop untuk widget. Sedangkan salah satu keunggulannya yang menyenangkan adalah fasilitas upgrade plugin otomatis ke versi terbaru (asalkan plugin itu terdaftar di wordpress.org).
Tapi kemarin saya mengalami hal yang aneh dengan fitur ini, ketika saya upgrade otomatis plugin, wordpress salah upgrade! Plugin lama hilang, dan malah muncul plugin baru yang sebelumnya tidak saya pakai.
Ceritanya begini, saya baru pasang plugin WP-PostViews buatan Lester ‘GaMerZ’ Chan, versi 1.20. Ketika saya masuk ke halaman plugin, di bawah plugin WP-PostViews Widget ada pemberitahuan bahwa ada versi terbaru dari plugin ini:
There is a new version of WP-PostViews Widget available. Download version 2.20 here or upgrade automatically.Karena telah merasakan fitur automatic upgrade yang begitu menyenangkan sebelumnya, saya langsung klik upgrade automatically. Namun apa yang terjadi? Setelah disebutkan bahwa proses upgrade telah sukses, plugin WP-PostViews itu malahan hilang dan muncul WP-DBManager!
Sial! Ternyata si WordPress salah upgrade! Saya gak tau apakah WordPress yang salah, atau plugin WP-PostView yang salah menyebutkan dirinya sebagai WP-DBManager. Terpaksa saya upload ulang WP-PostViews, dan setelah saya cek, ternyata versi 1.20 adalah versi yang terbaru, tidak ada itu versi 2.20 untuk plugin ini.
Nah, salah satu cara untuk menghindari kesalahan ini adalah dengan mengecek terlebih dulu apakah link yang ada di pemberitahuan mengenai adanya versi terbaru itu betul-betul nge-link ke plugin yang benar. Dalam kasus saya, ternyata link di tulisan Download version 2.20 here itu nge-link ke plugin WP-DBManager, bukan nge-link ke WP-PostViews.

Memang tidak fatal, karena kita bisa upload dan activate ulang plugin yang hilang itu. Tapi tetep aja kan repot
Related article:
Install Plugin TANPA Upload di Wordpress v2.5
Gara-gara upgrade WordPress ke versi 2.5, dan saya lupa edit file comment-template.php yang baru diupload, tanpa sengaja blog ini jadi menganut nofollow, padahal saya ini penganut dofollow lho
Untung mas Arham mengingatkan saya di sini. Segeralah saya edit file itu dan sekarang nofollow-nya sudah hilang, back to dofollow
Yah, inilah resikonya kalo gak pake plugin, soalnya saya tidak ingin pakai terlalu banyak plugin supaya tidak terlalu membebani server, saya lebih suka edit langsung filenya, dan akibatnya saya lupa edit file lagi setelah ditimpa oleh file yang baru..
Terima kasih banyak buat Arham | blogpreneur yang sudah mengingatkan saya ![]()
Di Chitika, anda harus mengeset sendiri kategori / keyword iklan yang ingin anda tampilkan, tidak seperti Google Adsense yang dapat menampilkan iklan yang relevan secara otomatis.
Misalnya begini, saya ada 2 postingan, satu di kategori Books dan satu lagi di kategori Movies. Untuk menampilkan iklan yang sesuai di postingan yang berada dalam kategori Books, kode Chitika-nya seperti ini (di sini saya menggunakan contoh kode Chitika untuk Related Product Units):
<script type="text/javascript"><!--
ch_client = "UserIdAnda";
ch_type = "rpu";
ch_noprice = "1";
ch_shufflequeries = 1;
ch_width = 468;
ch_height = 90;
ch_non_contextual = 1;
ch_sid = "NamaChannelAnda";
var ch_queries = new Array( "Books” );
var ch_selected=Math.floor((Math.random()*ch_queries.length));
if ( ch_selected < ch_queries.length ) {
ch_query = ch_queries[ch_selected];
}
//–></script>
<script src=”http://scripts.chitika.net/eminimalls/mm.js” type=”text/javascript”>
</script>
Sedangkan untuk menampilkan iklan yang sesuai dengan postingan yang ada dalam kategori “Movies”, tinggal ganti saja “Books” di kode di atas dengan “Movies”.
Nah, masa setiap kali posting kita harus mem-paste kode yang sesuai dengan kategorinya? Repot kan? Gimana caranya supaya kode Chitika ini bisa otomatis langsung sesuai dengan kategori masing-masing postingan?
Setelah sedikit mengulik, saya menemukan caranya. Buat para master programmer atau yang tahu caranya yang lebih mudah, tolong jangan ngetawain ya.. maklum masih nubi nih..
Oh ya, cara ini juga hanya untuk menampilkan iklan Chitika yang relevan di dalam single post, bukan di home, tapi bisa juga digunakan di arsip kategori.
Pertama, tambahkan kode berikut ini di file category-template.php yang terdapat di folder wp-includes:
function get_the_category_list_by_jim() {
$categories = get_the_category();
$i = 0;
foreach ( $categories as $category ) {
if ( 0 < $i )
$thelist .= ',';
$thelist .= '"' . $category->cat_name . ‘”‘;
++$i;
}
;
return apply_filters(’the_category’, $thelist);
}
function the_category_by_jim() {
echo get_the_category_list_by_jim();
}
Silakan ganti get_the_category_list_by_jim dan the_category_by_jim
dengan apa saja yang anda mau, asal jangan sama dengan nama fungsi yang sudah ada sebelumnya.
Kemudian, di file single.php (atau archive.php untuk arsip kategori) yang terdapat di dalam folder theme WordPress yang anda gunakan, tambahkan kode Chitika ini di tempat yang anda inginkan iklannya tampil:
<script type="text/javascript"><!--
ch_client = "UserIdAnda";
ch_type = "rpu";
ch_noprice = "1";
ch_shufflequeries = 1;
ch_width = 468;
ch_height = 90;
ch_non_contextual = 1;
ch_sid = "NamaChannelAnda";
var ch_queries = new Array( <?php the_category_by_jim() ?> );
var ch_selected=Math.floor((Math.random()*ch_queries.length));
if ( ch_selected < ch_queries.length ) {
ch_query = ch_queries[ch_selected];
}
//–></script>
<script src=”http://scripts.chitika.net/eminimalls/mm.js” type=”text/javascript”>
</script>
Ingat!! Ganti the_category_by_jim dengan nama fungsi yang sudah anda tentukan sendiri (kalau diganti
). Selesai! Sekarang kalau anda lihat source dari halaman postingan anda, kode Chitika-nya di baris var ch_queries sudah sesuai dengan kategori postingan tersebut.
Bagaimana kalau satu postingan masuk dalam beberapa kategori? Jangan kuatir, semua kategorinya sudah otomatis masuk koq
Jadi misalnya postingan anda masuk dalam kategori Entertainment, Movies, Film dan TV, maka hasil kode Chitika-nya di baris var ch_queries nya sudah otomatis seperti ini:
var ch_queries = new Array( "Entertainment", "Movies", "Film", "TV" );
Selamat mencoba! Eh, belum punya account Chitika? Ayo daftar di sini 
Awal-awal menggunakan WordPress, saya bingung kenapa waktu yang ditampilkan di postingan saya berbeda dengan waktu saya memposting. Misalnya saya post jam 10 malam, tapi di postingan ditulis bahwa post itu diposting jam 3 sore. Dan kalau saya post tanggal 10 jam 3 subuh, di postingan ditulisnya tanggal 9
Ternyata masalahnya ada di setingan waktu di menu Options-nya WordPress.
Kalau anda masuk menu Options di admin WordPress anda, di bawah General Options itu ada setingan Date and Time. Nah, defaultnya, WordPress menggunakan waktu UTC. Saya juga gak ngerti apa itu UTC, GMT dan sebagainya, tapi yang pasti, buat Waktu Indonesia Barat (WIB), isikan angka 7 di textbox sebelah Times in the blog should differ by:.
Kenapa angka 7? Karena saya ada di Bandung yang menggunakan waktu WIB dan karena kalau saya bandingkan waktu UTC (yang bisa dilihat di atas tulisan Times in the blog should differ by: tadi) dengan waktu Bandung, ternyata Bandung lebih cepat 7 jam
Jadi kalau waktu di tempat anda lebih lambat 7 jam, berarti isi dengan -7 (minus tujuh).

Kemudian klik Update Options. Dan selesai! Mulai sekarang postingan dan komentar-komentar di blog anda akan menggunakan waktu yang sesungguhnya.
Oh ya, penasaran aja, kalo WITA itu +1 atau -1 dari WIB ya?
Maklum ilmu geografi saya kurang bagus 

Buat anda yang suka gonta-ganti atau suka ngulik dan bikin theme WordPress, ini ada website yang bagus, namanya wpthemez.
Theme-theme WP yang ditampilkan di sini ada yang gratis dan ada juga yang berbayar. Website ini mirip digg dimana anda bisa memberi vote pada theme-theme WordPress yang ditampilkan. Kalau anda suka, anda bisa beri vote dan beri komentar, kalau tidak suka, silakan “dikubur” (bury)
Nah, buat yang suka bikin theme WordPress, anda bisa submit theme WP buatan anda di sini. Pamerkan theme anda pada dunia!
Oh ya, anda juga bisa submit theme WP favorit anda buatan orang lain yang lho..
Ketika upgrade ke WordPress 2.3.2, saya lihat di dalam package versi 2.3.2 ini ada akismet versi terbaru (2.1.3), maka saya upgrade juga sekalian akismet-nya. Pikir saya, dengan versi terbaru ini harusnya lebih canggih dong dalam menghadang spam.
Tapi anehnya, akismet baru ini koq beberapa kali salah nangkep ya? Beberapa komentator yang jelas-jelas bukan spammer dan sudah pernah kasih komentar sebelumnya di-identifikasi sebagai spam. Dulu sebelum upgrade ke versi ini rasanya lebih bagus, betul-betul spam yang dia tangkap. Sekarang koq? Dulu saya pernah posting di sini bahwa saya kasih komentar di beberapa blog tapi komentar saya gak muncul.. eh.. sekarang kejadian di blog saya sendiri
Jadi sekarang ada 3 pilihan:
Gimana ya?
PS. Sorry banget buat n1ghtfly3r dan Zee yang komentarnya gak langsung muncul lantaran kena spam.. maaf ya..
Kalau ada blog yang nge-link ke posting anda (maen ping pong), biasanya akan muncul komentar di postingan anda yang isinya bukan komentar orang, tapi merupakan trackback. Buat saya pribadi ini cukup mengganggu, karena komentar harusnya betul-betul dari komentator, trackback dan pingback jangan masuk komentar.
Kecuali anda sudah pakai theme yang secara otomatis memisahkan trackback dan pingback dari komentar seperti blognya pak dokter, untuk memisahkan trackback dan pingback dari komentar, anda harus menggunakan plugin dan sedikit memodifikasi theme.
Plugin yang saya pakai untuk memisahkan Trackback dan Pingback dari komentar adalah Trackping Separator. Di situ sebenarnya sudah dijelaskan cara penggunaannya, tapi karena menurut saya agak membingungkan, saya coba ulas lagi di sini. Boleh ya
Download Plugin, Upload dan Aktifkan
Download pluginnya di sini (klik kanan di link terus “Save Target As” atau “Save Link As”). File yang anda download bernama trackping.phps, setelah di-download, ubah namanya menjadi trackping.php, upload ke folder plugin WordPress anda, lalu aktifkan plugin tersebut dari admin panel WordPress anda.
Edit Theme
Ada 4 file yang perlu di-edit di theme anda. Tiga file pertama adalah archive.php, index.php, search.php. Di masing-masing file ini:
<a href="<?php the_permalink() ?>#trackback" title="Trackback" class="trackbacklink">
<?php echo trackpings('count'); ?> Trackback/Pingback</a>Dimana anda meletakkan kode ini bebas saja, kalau saya meletakkannya di sebelah kanan jumlah komentar dan sebelum link “Read More”, silakan lihat contohnya di sini.
File ke-4 adalah comments.php yang menampilkan komentar-komentar pengunjung blog anda:
<?php foreach ($comments as $comment) : ?>
...
<?php endforeach; ?>
kemudian tambahkan kode yang berwarna merah menjadi:
<?php foreach ($comments as $comment) : ?>
<?php if (get_comment_type() == ‘comment’) : ?>
…
<?php endif; ?>
<?php endforeach; ?><h2><?php echo trackpings('count'); ?>Trackbacks/Pingbacks</h2>
<ul><?php listtrackpings(); ?></ul>kalau saya meletakkannya tepat setelah komentar, di bawah kode
<?php endforeach; ?>tadi. Jadinya seperti ini (tambahkan kode yang berwarna merah):
<?php foreach ($comments as $comment) : ?>
<?php if (get_comment_type() == ‘comment’) : ?>
…
<?php endif; ?>
<?php endforeach; ?>
</ol>
<br />
<h3><?php echo trackpings(’count’); ?>Trackbacks/Pingbacks</h3>
<ul><?php listtrackpings(); ?></ul>Selamat mencoba!!
Versi terbaru WordPress sudah dirilis. Dalam versi ini terdapat update untuk bug dimana orang bisa melihat apa yang akan kita posting (melihat draft kita) dan perbaikan error message yang bisa memperlihatkan struktur database anda.
Selain itu, WordPress versi ini juga memungkinkan kita untuk membuat Halaman Error sendiri kalau database sedang bermasalah. Biasanya kalau database kita sedang bermasalah (misalnya tidak bisa connect ke database karena sedang maintenance server oleh perusahaan hosting), yang muncul adalah pesan error yang standar, nah sekarang kita bisa buat pesan error sendiri.
Buat yang sudah pakai WordPress seri 2.3 sebaiknya upgrade ke versi ini. Cara upgradenya gampang koq, tinggal me-replace semua file WordPress di server web hosting anda. Tapi buat back-up dulu untuk file-file yang telah anda modifikasi. Saran saya, replace semua file kecuali folder wp-content yang berisi plugin dan theme anda. Lalu kalau anda mau silakan timpa plugin akismet dengan yang terdapat dalam package versi 2.3.2 ini.
Selama ini menge-set comment di blog saya dengan memperbolehkan siapa saja kasih komentar tanpa harus di-moderate terlebih dulu, walaupun sang komentator baru pertama kali kasih komentar. Tapi kemarin dapat komentar di postingan saya tentang review monitor dimana isi komentarnya cukup bikin kaget.
Sang komentator hanya meninggalkan nick dan email, tidak ada alamat website. Hmm.. ini komentar yang mengkritik tapi out of topic. Kenapa? Karena di review tersebut saya sama sekali tidak menyebutkan apa pun tentang edit photo, tapi dia bisa “tau dari mana bagus untuk edit photo”?
Kalau komentarnya mengkritik tapi on the topic walaupun dengan kata-kata yang sangat kasar sekalipun pasti saya terima.
Karena itu saya memutuskan untuk menge-set comment di blog ini dengan memberi tanda centang pada Comment author must have a previously approved comment di Options nya WordPress. Jadi untuk yang baru pertama kali kasih komentar, harus di-moderate dulu (cuma sekali saja). Tapi kalau yang sudah pernah kasih komentar atau yang sudah pernah di-approve tidak akan di-moderate lagi.
Apakah lebih baik begini? Atau lebih baik tetap dilepas saja seperti semula? Anda sendiri bagaimana? Minta pendapatnya dong..
Update
setelah membaca tanggapan-tanggapan teman-teman, saya memutuskan untuk mengembalikan setting comment ke posisi semula.
Kecuali comment itu betul-betul spam, semua bebas deh berkomentar ![]()