Akhirnya WordPress 3.0 dirilis juga Salah satu fitur yang paling ditunggu adalah fitur multisite-nya. Dengan multisite ini, Anda bisa memiliki banyak blog hanya dengan 1 buah instalasi WordPress.
Kemarin saya coba-coba fitur ini, dan ternyata cukup ribet juga lho mengaktifkan fitur multisite ini. Ada 2 pilihan untuk membuat multisite ini:
Menggunakan subdomain. Nantinya blog-blog Anda akan beralamat di namablog.namadomain.com.
Menggunakan sub-directory. Nantinya blog-blog Anda akan beralamat di namadomain.com/namablog.
Nah, berikut langkah-langkah untuk mengaktifkan fitur multisite dan membuat banyak blog menggunakan WordPress 3.0 dan subdomain.
1. Buat Wildcard DNS di Hosting
Masuk ke Subdomain di hosting Anda. Lihat gambar berikut:
Di bagian Subdomain, isi dengan *, kemudian di sebelah kanannya pilih domain yang akan Anda install multisite. Lalu di Document Root isi dengan /public_html/ saja apabila domain Anda berada di root, atau isi dengan /public_html/namafolder bila domain Anda tidak terletak di root (ini terjadi bila Anda menambahkan domain dengan Addon Domain).
2. Install WordPress 3.0
Saya rasa ini tidak perlu dijabarkan lebih lanjut lagi ya Sama koq seperti instalasi WordPress biasa.
3. Ubah Setting WordPress address dan Site address
Masuk ke Settings – General, lalu hilangkan www di bagian WordPress address dan Site address sehingga menjadi http://namadomain.com. Continue Reading…
Karena ada beberapa teman blogger yang meminta dibuatkan tutorial membuat tombol-tombol social bookmark seperti yang ada di blog ini, maka sekarang saya buatkan tutorialnya, sekalian jadi ada bahan posting nih
Tutorial yang akan saya buat adalah sesuai dengan yang ada di blog saya ini. Untuk “Home” tombolnya kecil-kecil dan letaknya berderet ke samping di bawah judul posting. Dan untuk di halaman single post tombolnya besar-besar dan saya letakkan di kanan layar monitor pengunjung dan letaknya fixed. Maksudnya fixed adalah apabila Anda scrolling ke atas dan ke bawah, tombol-tombol itu tetap berada dan terlihat di kanan layar monitor Anda (silakan coba membuka halaman single page di blog ini ).
OK, langsung ya. Social bookmark yang akan ditampilkan adalah Twitter, Facebook, Google Buzz, Digg, StumbleUpon dan Facebook Like. Tambahan lagi, semuanya ditampilkan tanpa menggunakan plugin apa pun, murni coding, jadi bisa diterapkan juga di website lain selain WordPress. Continue Reading…
Jadi ceritanya, kemarin saya membuat sebuah plugin WordPress yang namanya Simple Popular Posts. Fungsinya adalah untuk membuat sebuah widget untuk ditempatkan di sidebar blog yang menampilkan posting-posting populer. Populer di sini berdasarkan jumlah komentar. Contohnya bisa Anda lihat di sidebar kanan blog ini, ada widget yang judulnya Popular Posts. Lima posting dengan jumlah komentar terbanyak ditampilkan di widget ini (jumlah posting yang ingin ditampilkan bisa Anda ganti).
Untuk lebih detil tentang plugin ini, silakan langsung menuju ke halaman plugin-nya di sini
Barusan saya sudah coba submit plugin ini di wordpress.org, tinggal tunggu persetujuannya. Doakan semoga disetujui ya
UPDATE: plugin sudah disetujui sama WordPress silakan cek di sini.
I was looking for a plugin to show my most popular posts based on comments on this blog’s sidebar, and the only one suitable for me was Most Popular Posts by Wes Goodhoofd. Although it works very well, I want something simpler. I don’t really need what the Most Popular Posts plugin offer, I just want a really simple plugin that shows the popular posts based on the number of comments.
So, based on the Most Popular Posts plugin, I wrote Simple Popular Posts plugin. As the name states, it’s a really simple and basic plugin that shows the most popular posts based on the number of comments. It creates a widget for your blog’s sidebar to show the popular posts. It doesn’t have it’s own settings page. You can configure the plugin right from the widget panel.
It only has 3 options:
The widget title.
The number of posts you want to show.
Whether you want to show the number of comments or not.
The widget will show popular posts from all categories, and posts with 0 (zero) comments are excluded.
Upload the folder simple-popular-posts to your WordPress plugin directory.
Activate the plugin from the plugin panel.
Go to your widget setting page.
Drag the Simple Popular Posts widget to your sidebar.
You can customize the widget.
Usually, a wordpress theme uses the <h3> tag to display the widget title, but to match your theme’s design you can edit the tag on line 32 in the plugin’s php file.
Changelog:
15 May 2010: Version 1.0
- Initial release
Kemarin, ketika akan menginstall sebuah plugin di blog WordPress, seperti biasa saya klik menu Add New di bawah menu Plugins. Kemudian saya ketikkan nama plugin-nya, dan klik Search Plugins.
Beberapa lama menunggu sambil mengharapkan daftar plugin muncul, tiba-tiba muncul pesan error seperti ini:
An Unexpected HTTP error occurred during the API request
Saya coba lagi dan lagi, tetap terjadi error yang sama. Lalu saya coba untuk upgrade plugin otomatis. Masuk ke halaman Plugins, pilih plugin yang sudah ada update terbarunya, klik View Version xxx Details (xxx itu nomor versinya), dan muncul jendela popup kecil, dan… muncul juga pesan error yang sama Duh, kalau harus download dulu plugin-nya ke komputer lalu upload ke hosting, males banget Soalnya sudah kebiasaan enak install plugin langsung via WordPress. Lalu saya main-main ke forum WordPress dan menemukan jawabannya di sana.
Problemnya adalah terjadi timeout saat blog melakukan request ke server WordPress untuk mencari plugin yang diminta. Default-nya, waktu yang diberikan untuk melakukan request itu adalah 5 detik. Entah server hosting atau server WordPress yang sedang “agak” lambat, jadinya request melebihi 5 detik dan muncullah pesan error tadi.
Solusinya, tambah waktu untuk melakukan request tersebut dari 5 detik menjadi lebih lama. Di forum disebutkan menjadi 30 detik. Saya coba menggantinya, dan berhasil! Install dan upgrade plugin otomatis berjalan kembali.
Nah, sekarang caranya. Caranya sangat mudah sekali, tinggal edit file http.php yang terdapat di dalam folder wp-includes, lalu edit baris kode ini (di WordPress 2.9.2 kode ini terletak di baris ke-226, mungkin berbeda di versi WordPress lain):
Dalam satu hari bisa masuk ratusan spam, dan anehnya, kalau sebelum ini spam-spam itu masih masuk komen yang harus dimoderasi (di-approve), mulai beberapa hari kemarin mereka langsung approved! Entah software apa yang dipakai si spammer untuk menembus WordPress ini..
Akhirnya saya putuskan untuk mencoba memakai plugin Captcha saja. Sebetulnya kurang sreg dengan ini, tapi tidak ada cara lain lagi, ini juga sesuai dengan anjuran beberapa teman blogger. Awalnya saya ragu apakah bisa berhasil menyetop spam-spam itu, karena mereka sepertinya menembak langsung ke database WordPress blog ini.
Nah, pada saat saya memasang captcha ini, si software spammer sedang beraksi, terlihat dari komen spam yang ter-approved yang bertambah terus detik demi detik. Begitu saya aktifkan captcha ini, spam nya tidak masuk lagi! Yes!! Berhasil!! Buat teman-teman yang komen di sini, sekarang ada captcha-nya ya.. Duh.. semoga deh gak ada software buat nye-pam yang bisa nge-bypass captcha.. semoga..
Halo semua.. wah gak terasa sudah hampir seminggu gak posting di blog ini, blogwalking juga agak berkurang nih Gara-garanya saya lagi sibuk berat oleh 3 hal! Pertama sibuk keasikan main FaceBook Kedua saya lagi membangun niche blog setelah nonton video How to Build A Niche Blog-nya Garry Conn. Dan ketiga, saya juga lagi membangun sebuah blog berbasiskan WordPress yang khusus untuk sebuah komunitas.
Nah, menyinggung kesibukan saya yang ke-3 itu, saya sedang membuat blog yang tidak bisa dibaca oleh umum. Hanya orang-orang yang sudah terdaftar saja yang bisa masuk ke blog. Jadi setiap ada yang datang ke blog tersebut, dia tidak akan disuguhi postingan terbaru, tapi disuguhi dengan halaman Login! Members only!
Karena fitur ini tidak terdapat di WordPress, maka saya membutuhkan plugin. Setelah berburu plugin, saya menemukan ada 2 plugin yang cocok untuk urusan ini:
Keduanya mempunya fungsi yang sama. Hanya saja kalau dengan Private WP, anda cukup mengaktifkan pluginnya dan tidak ada settingan apa-apa lagi, langsung dia akan menampilkan halaman login, dan setelah member login akan dibawa ke Home Page.
Plugin Members Only lebih advanced. Anda dapat mengatur beberapa setting, seperti:
Pengunjung blog yang belum login bisa dibawa ke halaman login atau ke halaman lain sesuai pilihan anda.
Setelah login, member bisa anda redirect ke Home Page atau ke Dashboard.
Kalau seorang member yang belum login langsung mengakses ke sebuah post, dan kemudian disuguhi halaman login, setelah login ia bisa langsung di-redirect ke postingan yang ia request tadi.
Plugin ini sangat berguna untuk blog yang isi postingannya mengandung hal-hal yang bersifat rahasia yang tidak boleh diketahui oleh pihak luar, dan hanya boleh diketahui oleh anggota suatu komunitas atau perusahaan, seperti yang sedang saya buat
Ketika WordPress versi 2.6 muncul beberapa bulan lalu, dan saya coba di localhost, ada satu fitur yang membuat saya tidak jadi upgrade dan tetap menggunakan versi 2.5.1. Fitur ini buat saya sangat menyebalkan dan parahnya, tidak bisa dimatikan!
Fitur yang saya bicarakan adalah fitur post revision. Dengan fitur ini, setiap kali anda meng-edit sebuah postingan, maka WordPress akan membuat satu record di database yang isinya adalah postingan yang baru anda edit tersebut, bukannya benar-benar mengedit postingan itu.
Misalnya anda melakukan edit sebuah postingan sebanyak 5 kali, maka akan ada 5 record baru di database anda, walaupun anda hanya menambahkan satu huruf saja! Bayangkan kalau postingan itu adalah postingan yang panjang Fitur ini buat saya sangat tidak efisien dan memboroskan resources. Database bisa menjadi sangat gemuk dengan sangat cepat.
Di forum WordPress di sini, terjadi debat antara para pengguna WordPress dengan seorang moderator WordPress yang cukup dikenal dengan nick Otto42 dan empunya blog ottodestruct.com. Anehnya si Otto bersikeras bahwa fitur ini tidak perlu dimatikan, dia berargumen bahwa dengan komputer yang makin canggih sekarang ini, database yang besar bukan merupakan sebuah masalah. Padahal, sebagai seorang programmer, saya memiliki paham bahwa walaupun komputer sangat canggih, efisiensi pemakaian resources untuk meningkatkan performa software adalah sangat perlu. Kalau bisa hemat kenapa harus boros? Dan saya yakin sebagian besar programmer berpendapat sama dengan saya.
Nah, untuk mematikan fitur Post Revision yang tidak berguna (bagi saya) ini, ada satu plugin WordPress bernama WP-CMS Post Control.
Selain dapat mematikan fitur Post Revision, plugin ini juga dapat menyembunyikan item-item yang tidak anda inginkan ketika anda menulis postingan. Misalnya anda tidak pernah menggunakan fitur “Excerpt” dan “Custom Fields”, maka kedua fitur itu dapat anda sembunyikan sehingga tampilan halaman untuk menulis postingan menjadi lebih “bersih”.
Oh ya, untuk memakai plugin ini, sesuaikan versinya dengan versi WordPress anda. Sekarang, setelah fitur Post Revision bisa dimatikan, akhirnya saya upgrade juga ke WordPress 2.7
Ketika akan membuat PhotoBlog, saya memutuskan menggunakan subdomain saja daripada beli domain lagi, karena ini kan buat hobi saja . Kebetulan WordPress versi terbaru (2.6) baru diluncurkan. Jadi saya pun memutuskan (lagi) untuk pakai WordPress 2.6 ini.
Setelah saya set subdomainnya, lalu upload WordPress 2.6, lalu saya akses http://photoblog.jimmysun.net, langsung timbul keanehan, karena yang muncul di browser bukannya instalasi WordPress, melainkan blog ini (http://www.jimmysun.net)!
Seumur-umur berkutat dengan yang namanya domain, baru sekarang menemukan kasus aneh seperti ini, yang diakses adalah subdomain, tapi yang kebuka adalah main domain. Saya cek apakah subdomain ini di-redirect, ternyata tidak. Saya pun langsung kontak support hosting saya via live chat. Mereka pasti sudah kenal saya karena sering banget kontak mereka begitu ada masalah sedikit saja
Saya jelaskan sama si bule masalah yang terjadi, dan dia pun langsung meneruskan masalah ini ke bagian tekniknya. Tak lama kemudian saya email-emailan sama si orang tekniknya ini. Dia pun tampak kebingungan, sampai minta username dan password login cPanel saya, yah gimana lagi, supaya cepet beres saya kasih aja :fingercross:
Dia coba membuatkan redirect, tapi saya menolaknya karena saya keukeuh bahwa blog ini harus diakses dengan alamat http://photoblog.jimmysun.net, sampai setelah 8 kali saling bertukar email, dia mengatakan “please re-install your wordpress.” Di sini saya langsung berpikir jangan-jangan si WordPress yang bikin masalah.
Ternyata benar! Kalau saya akses http://photoblog.jimmysun.net/readme.html, berhasil sebagaimana mestinya, tapi kalau saya akses http://photoblog.jimmysun.net masih menuju ke http://www.jimmysun.net.
Saya coba langsung akses ke URL untuk install WordPress-nya (di dalam wp-admin), ternyata dibilang bahwa WordPress sudah terinstall! Tambah pusing deh, sudah terinstall dari mana coba?? Trus bagaimana akhirnya bisa berhasil install WordPress 2.6 nya? Caranya, saya install dulu pake WordPress 2.5.1 di subdomain itu, yang ternyata berhasil dan kemudian saya upgrade ke versi 2.6 menggunakan plugin Instant Upgrade.
Teman-teman ada yang install langsung WordPress 2.6 di subdomain (bukan upgrade)? Apa mengalami masalah serupa? Atau lancar-lancar saja? Hmm.. aya aya wae si WordPress teh
Rasanya belum lama upgrade WordPress ke versi 2.5, eh.. sekarang sudah muncul lagi versi 2.5.1. Musti upgrade lagi deh.. Memang betul sebaiknya begitu keluar versi terbaru, jangan langsung upgrade, takutnya masih berlalu buggy.
Buat yang masih pake versi 2.3.3, mendingan nunggu dulu sampai seri versi 2.5 ini bener-bener sip. Tapi buat yang sudah pake versi 2.5, kayanya mendingan upgrade aja deh ke 2.5.1 ini.
Tips: waktu upgrade WordPress, hajar saja timpa (overwrite) semua file dan folder kecuali folder wp-content.
Saya tadi upgrade dengan cuma meng-overwrite folder wp-admin dan wp-includes saja, hasilnya waktu mau bikin postingan, draft nya di-save setiap detik! Jadi bikin browser firefox saya error. Gara-garanya, saya upload WP 2.5.1 ini yang dikompress dalam bentuk file .zip (setelah dikeluarkan dulu folder wp-content nya), lalu saya extract, ternyata fungsi extract di cPanel tidak meng-overwrite file dan folder yang sudah ada. Kemudian folder wp-admin dan wp-includes saya hapus dulu, lalu saya extract ulang dan beres, saya pikir upgrade berhasil. Tapi saya lupa bahwa file-file di root belum ter-overwrite
Di versi terbaru ini terdapat perbaikan security (seperti biasa) dan banyak perbaikan bug. Ada lebih dari 70 bug yang diperbaiki, di antaranya (diambil dari WordPress Development Blog, lagi males nerjemahin ah ) :
Performance improvements for the Dashboard, Write Post, and Edit Comments pages.
Better performance for those who have many categories
Media Uploader fixes
An upgrade to TinyMCE 3.0.7
Widget Administration fixes
Various usability improvements
Layout fixes for IE
Mudah-mudahan versi 2.5.1 ini bisa bertahan cukup lama
Recent Comments