Kolesterol Normal Untuk Jantung dan Hidup Sehat

Turunkan Kolesterol Temukan Cara Bagaimana Saya Menurunkan Kadar Kolesterol Sebanyak 231 Poin dari 374 Menjadi 143 Dalam Waktu 2 Bulan.

Turunkan Kolesterol!

Ubah Ide Menjadi Uang

Professional Jobless Rahasia mengubah 1 ide menjadi produk bernilai 10 Juta Rupiah dalam waktu 7 hari!

Buat Anda yang mencari penghasilan tambahan dengan modal minim, mencari ide bisnis yang menghasilkan dll..
Professional Jobless!

Techonology Archives

Efek Negatif Situs Jejaring Sosial

Anda pasti sudah sering dengar tentang efek negatif dari situs-situs jejaring sosial, terutama yang lagi ngetrend saat ini, Facebook. Efek negatif yang sering kita dengar dan baca adalah pelecehan seksual, kejahatan terhadap anak-anak, dan kejahatan-kejahatan lainnya.

Kali ini saya ingin cerita tentang efek negatif Facebook. Bukannya mendiskreditkan Facebook, tapi karena hal ini terjadi di Facebook :| Nah, bagaimana dengan perselingkuhan? Apakah Anda pernah baca, dengar atau tahu tentang perselingkuhan yang terjadi karena Facebook? Saya sendiri belum pernah, sampai hari ini…

Ceritanya, teman kantor saya punya teman yang sudah menikah. Suaminya selingkuh dengan seorang wanita Filipina di Facebook! Entah bagaimana ceritanya, tapi si istri melihat account Facebook suaminya dan mendapatinya berselingkuh dengan wanita Filipina itu. Selingkuhnya belum sampai selingkuh badan lho :shame: tapi selingkuh hati, dimana si istri mendapati suaminya mengatakan kata-kata cinta bagaikan mutiara kepada si wanita itu, dan si wanita pun membalasnya :love: Mereka menggunakan media message di Facebook. Apa yang terjadi kemudian dengan mereka, saya tidak tahu :noidea:

Kalau sepasang pria dan wanita jadian dan sampai menikah karena internet dan jejaring sosial, itu saya sering sekali dengar, bahkan seorang saudara saya jadi bukti nyata, mendapatkan jodoh dengan bule gara-gara internet. Tapi kalau selingkuh yang dimulai karena internet dan jejaring sosial, saya rasanya baru kali ini dengar. Kalau orang yang sudah selingkuh sebelumnya lalu menggunakan internet untuk berkomunikasi cinta kayanya banyak deh.. tapi kalau perselingkuhan dimulai dari internet? Kaget juga saya..

So.. hati-hati dengan efek negatif Facebook dan situs jejaring sosial lainnya, terutama internet! Tahan iman…

Belajar Drupal

drupal logoBelakangan ini aktifitas ngeblog sedikit terganggu gara-gara saya punya “mainan” baru, namanya Drupal :D Si Drupal ini mengasyikkan juga, sampai-sampai saya cukup banyak menghabiskan waktu membangun sebuah website dengannya :love2: Drupal adalah script CMS (Content Management System) berbasis php, yang bisa dipakai untuk membuat website untuk berbagai tujuan, dan bisa juga dipakai untuk ngeblog.

Walaupun bisa dipakai untuk ngeblog, Drupal lebih banyak dimanfaatkan untuk membuat website dengan pengelompokkan konten yang lebih rumit, dan juga banyak dipakai untuk membuat website e-commerce. Awalnya saya bingung apa perbedaan Drupal dengan WordPress dari segi konten, toh di WordPress juga kita bisa mengelompokkan konten berdasarkan kategori dan tag. Tapi semakin ngulik ternyata semakin ketahuan kekuatan si Drupal ini, di antaranya:

  • Untuk website dengan multi-user, pengaturan permission untuk user sangat lengkap. Setiap user dapat dikelompokkan ke dalam grup-grup yang bisa kita buat sendiri, dan setiap grup bisa di-set hak-hak nya. Setiap user juga bisa memiliki blog masing-masing (seperti WordPress MU atau fitur Multisite di WordPress 3.0).
  • Di Drupal ada 2 tipe konten standar, yaitu Page dan Story. Page di Drupal sama dengan Page di WordPress, sedangkan Story di Drupal sama seperti Post di WordPress. Nah, di Drupal Anda bisa membuat tipe konten Anda sendiri. Misalnya Anda buat tipe konten X dimana di konten ini hanya user yang sudah daftar bisa berkomentar, sedangkan pengunjung biasa tidak boleh berkomentar. Sementara di tipe konten Story siapa pun boleh berkomentar.
  • Forum yang sudah langsung terintegrasi (built-in).
  • Cache built-in untuk mempercepat loading web.
  • Module Book yang bisa digunakan untuk membuat konten yang dibagi-bagi seperti bab-bab dalam sebuah buku.
  • Module yang lengkap. Module itu seperti Plugins di WordPress.
  • Dan tentu saja open source, gratis, serta dukungan pengguna yang luas :thumb2:

Drupal vs WordPress

Kalau Anda menanyakan WordPress vs Drupal mana yang lebih baik, atau lebih baik pilih yang mana, buat saya agak sulit menjawabnya. Drupal merupakan sistem yang cukup kompleks. Kalau Anda mengutamakan kemudahan, WordPress adalah jawabannya karena WordPress sangat user friendly dan mudah digunakan, sedangkan Drupal butuh pembelajaran yang lebih lama dan mendalam.

Kalau Anda mau membuat website multi-user dimana Anda bisa lebih leluasa mengatur hak-hak user, Drupal adalah jawabannya. Kalau Anda hanya mau ngeblog, pilihlah WordPress, gak pake ribet :tongue3:

Kalau Anda masih belum yakin mau pakai yang mana, ya silakan coba dulu saja, dan saran saya kalau mencoba Drupal jangan sebentar dan cepat putus asa :talktohand: Semakin Anda mendalami Drupal semakin Anda akan jatuh hati padanya :love2:

Terakhir, kalau Anda tanya saya apakah blog saya yang sekarang pakai WordPress akan diganti pakai Drupal, jawabannya adalah tidak. Buat saya ngeblog pakai WordPress saja, simpel dan cepat. :thumb5: Tapi untuk website yang lebih dari sekedar ngeblog, saya akan pakai Drupal.

Western Digital My Book Essential

Karena hardisk di komputer sudah sangat penuh sesak, beberapa hari yang lalu saya memutuskan untuk membeli sebuah External Hard Drive (hardisk eksternal). Lihat-lihat di toko komputer online, kaskus, lalu tanya teman yang punya toko komputer, akhirnya saya beli di teman saya saja karena dapat harga lebih murah walaupun sedikit :thumb5:

Hardisk eksternal yang saya pilih adalah Western Digital My Book Essential dengan kapasitas 1 TB. Kenapa beli yang Western Digital dan kenapa 1 TB? Karena kebetulan barang yang ada yang itu :D dan kalau yang 1,5 TB atau 2 TB masih kemahalan. Nah, review sedikit yuk!

Untuk urusan konektivitas, hardisk ini menggunakan USB 2.0. Bodynya terbilang kokoh, cukup berat dengan balutan warna hitam mengkilap yang elegan. Hardisk ini didesain sebagai hardisk eksternal untuk desktop, harus menggunakan adaptor, jadi bukan seperti hardisk eksternal tipis yang dapat dengan mudah dibawa kemana-mana dan bisa jalan hanya dengan menyambungkannya ke komputer via USB.

Jadi kalau tujuan Anda adalah punya hardisk yang mudah dibawa-bawa, lupakan hardisk ini. Sebetulnya bisa sih dibawa-bawa, tapi bakalan repot karena cukup besar, berat dan harus bawa adaptornya. Ini penampakannya yang diambil dari website western digital:

western digital my book essential

Sedangkan ini penampakan setelah dipasang di meja komputer saya yang berantakan abisss :lol:

western digital my book essential 1 TB

Di depannya terdapat lampu yang menunjukkan sisa space hardisk tersebut. Lampunya terbagi 4. Kalau Anda lihat foto di atas (hardisk punya saya) lampunya menyala terang hanya yang paling bawah, karena space yang saya pakai masih belum 1/4 nya. Semakin penuh hardisk, lampunya akan tambah menyala ke atas.

Penggunaannya sangat mudah. Pertama kali menyambungkannya dengan komputer via USB, dia akan menanyakan apakah kita mau menginstal software bawaannya. Setelah itu hardisk langsung muncul di My Computer dan bisa langsung digunakan.

Untuk software bawaannya, saya sih instal saja, karena saya pikir mungkin software bawaannya berguna. Tapi pada kenyataannya software bawaan itu kurang berguna buat saya (dan mungkin buat Anda) yang membeli hardisk eksternal karena butuh extra space, karena hardisk internal sudah kepenuhan, dan bukan karena ingin mem-backup.

Software yang bernama WD SmartWare ini punya fungsi backup yang bisa mem-backup isi hardisk internal atau folder pilihan Anda ke hardisk eksternal dan men-synchronize-nya setiap ada perubahan. Ini yang tidak saya butuhkan karena saya hanya butuh ruang ekstra untuk hasil download saya :grin2: Tapi di software ini ada tool yang cukup berguna, yaitu untuk mengecek kesehatan hardisk, mendeteksi error, dan mem-password hardisk Anda.

Kapasitasnya yang 1 TB bukan berati Anda mendapatkan 1000 GB. Space sesungguhnya yang Anda dapatkan adalah 930 GB. Lho, kemana yang 70 GB nya? Ini adalah hal yang wajar, dimana setiap kali membeli storage, entah itu hardisk internal, eksternal, flashdisk sekalipun, kita pasti mendapatkan kapasitas di bawah kapasitas yang tertera. Ini pastinya karena ada perbedaan perhitungan antara bit dan byte. Jangan tanya bagaimana cara menghitungnya ya.. saya juga pusing :laughloud:

Oh ya, satu yang ketinggalan, harganya! Waktu saya beli, harga hardisk ini adalah Rp 940 ribu. Thanks to bro bimaSakti85 di komen yang sudah ingetin :thumb3:

So, secara keseluruhan saya puas dengan Western Digital My Book Essential baru saya ini. Untuk sementara bisa memuaskan hasrat download yang sudah tidak bisa dipenuhi oleh hardisk internal lama saya :mrgreen:

Aktifasi Multisite Dengan WordPress 3.0

Akhirnya WordPress 3.0 dirilis juga :thumb3: Salah satu fitur yang paling ditunggu adalah fitur multisite-nya. Dengan multisite ini, Anda bisa memiliki banyak blog hanya dengan 1 buah instalasi WordPress.

Kemarin saya coba-coba fitur ini, dan ternyata cukup ribet juga lho mengaktifkan fitur multisite ini. Ada 2 pilihan untuk membuat multisite ini:

  1. Menggunakan subdomain. Nantinya blog-blog Anda akan beralamat di namablog.namadomain.com.
  2. Menggunakan sub-directory. Nantinya blog-blog Anda akan beralamat di namadomain.com/namablog.

Nah, berikut langkah-langkah untuk mengaktifkan fitur multisite dan membuat banyak blog menggunakan WordPress 3.0 dan subdomain.

1. Buat Wildcard DNS di Hosting

Masuk ke Subdomain di hosting Anda. Lihat gambar berikut:
wildcard dns

Di bagian Subdomain, isi dengan *, kemudian di sebelah kanannya pilih domain yang akan Anda install multisite. Lalu di Document Root isi dengan /public_html/ saja apabila domain Anda berada di root, atau isi dengan /public_html/namafolder bila domain Anda tidak terletak di root (ini terjadi bila Anda menambahkan domain dengan Addon Domain).

2. Install WordPress 3.0

Saya rasa ini tidak perlu dijabarkan lebih lanjut lagi ya :D Sama koq seperti instalasi WordPress biasa.

3. Ubah Setting WordPress address dan Site address

Masuk ke Settings – General, lalu hilangkan www di bagian WordPress address dan Site address sehingga menjadi http://namadomain.com.
Read the rest of this entry

Bila Website Kena Malware

Minggu lalu adalah minggu yang menyedihkan :( Hampir semua blog dan website saya terkena malware! Rencana mau posting tentang liburan, eh.. begitu buka blog ini tiba-tiba muncul pesan peringatan dari Google bahwa blog ini terkena malware dan tidak aman untuk dikunjungi :cry: Ini sangat menyedihkan karena visitor dari Google langsung menurun drastis.

Setelah baca sana baca sini mengikuti petunjuk yang ada, saya berkesimpulan bahwa password FTP saya telah diketahui si penyusup alias hacker, yang kemudian menyisipkan kode-kode jahat di script-script yang ada di hosting saya. Tapi darimana si hacker tahu password saya? Kemungkinan besar karena komputer saya terkena virus / spyware / malware, apa pun namanya itu, yang kemudian mengirimkan password FTP saya ke si hacker, kemudian dia menyisipkan malware tersebut ke website saya via FTP. Ini yang paling umum terjadi, dan saya yakin terjadi pada saya.

Nah, saya akan sharing sedikit apa yang saya lakukan setelah mengetahui bahwa website saya terkena malware dan dinyatakan berbahaya oleh Google.

1. Hubungi Pihak Hosting

Langkah paling awal yang saya lakukan adalah menghubungi technical support hosting saya via live chat. Petugas live chat langsung tanggap dan meminta saya untuk mengirimkan email support ke bagian security.

Jangan pernah ragu untuk meminta pihak hosting membersihkan website Anda dari malware. Malware di website berbentuk script, dan hanya pihak hosting yang dapat melakukan scanning terhadap semua ratusan bahkan ribuan file script yang ada di hosting Anda, kemudian menghapus kode-kode jahat yang ada. Anda tidak mungkin membuka file-file tersebut satu per satu via FTP lalu membersihkan malware-nya kan? Lagipula dengan adanya malware di account Anda, akan berpotensi menyebar ke account-account hosting milik orang lain sehingga pihak hosting pasti akan menanggapi serius masalah ini.

Tidak lama setelah mengirimkan email ke security support, saya menerima email balasan yang mengatakan bahwa memang terdapat script malware di website-website saya, dan bahwa saat ini pihak hosting sedang membersihkan file-file tersebut.
Read the rest of this entry

Karena ada beberapa teman blogger yang meminta dibuatkan tutorial membuat tombol-tombol social bookmark seperti yang ada di blog ini, maka sekarang saya buatkan tutorialnya, sekalian jadi ada bahan posting nih :D

Tutorial yang akan saya buat adalah sesuai dengan yang ada di blog saya ini. Untuk “Home” tombolnya kecil-kecil dan letaknya berderet ke samping di bawah judul posting. Dan untuk di halaman single post tombolnya besar-besar dan saya letakkan di kanan layar monitor pengunjung dan letaknya fixed. Maksudnya fixed adalah apabila Anda scrolling ke atas dan ke bawah, tombol-tombol itu tetap berada dan terlihat di kanan layar monitor Anda (silakan coba membuka halaman single page di blog ini :) ).

OK, langsung ya. Social bookmark yang akan ditampilkan adalah Twitter, Facebook, Google Buzz, Digg, StumbleUpon dan Facebook Like. Tambahan lagi, semuanya ditampilkan tanpa menggunakan plugin apa pun, murni coding, jadi bisa diterapkan juga di website lain selain WordPress.
Read the rest of this entry

Barusan saya posting WordPress Plugin: Simple Popular Posts, ini adalah postingan pertama berbahasa Inggris di blog ini :D Kenapa bikin postingan bahasa Inggris? Karena saya mau coba memasukkan plugin WordPress ke dalam direktori plugin WordPress.

Jadi ceritanya, kemarin saya membuat sebuah plugin WordPress yang namanya Simple Popular Posts. Fungsinya adalah untuk membuat sebuah widget untuk ditempatkan di sidebar blog yang menampilkan posting-posting populer. Populer di sini berdasarkan jumlah komentar. Contohnya bisa Anda lihat di sidebar kanan blog ini, ada widget yang judulnya Popular Posts. Lima posting dengan jumlah komentar terbanyak ditampilkan di widget ini (jumlah posting yang ingin ditampilkan bisa Anda ganti).

Untuk lebih detil tentang plugin ini, silakan langsung menuju ke halaman plugin-nya di sini :D

Barusan saya sudah coba submit plugin ini di wordpress.org, tinggal tunggu persetujuannya. Doakan semoga disetujui ya :daydream:

UPDATE: plugin sudah disetujui sama WordPress :thumb5: silakan cek di sini.

WordPress Plugin: Simple Popular Posts

I was looking for a plugin to show my most popular posts based on comments on this blog’s sidebar, and the only one suitable for me was Most Popular Posts by Wes Goodhoofd. Although it works very well, I want something simpler. I don’t really need what the Most Popular Posts plugin offer, I just want a really simple plugin that shows the popular posts based on the number of comments.

So, based on the Most Popular Posts plugin, I wrote Simple Popular Posts plugin. As the name states, it’s a really simple and basic plugin that shows the most popular posts based on the number of comments. It creates a widget for your blog’s sidebar to show the popular posts. It doesn’t have it’s own settings page. You can configure the plugin right from the widget panel.

simple popular posts

It only has 3 options:

  • The widget title.
  • The number of posts you want to show.
  • Whether you want to show the number of comments or not.

The widget will show popular posts from all categories, and posts with 0 (zero) comments are excluded.

Click here to download the Simple Popular Posts plugin.

Installation & Usage:

  1. Upload the folder simple-popular-posts to your WordPress plugin directory.
  2. Activate the plugin from the plugin panel.
  3. Go to your widget setting page.
  4. Drag the Simple Popular Posts widget to your sidebar.
  5. You can customize the widget.

Usually, a wordpress theme uses the <h3> tag to display the widget title, but to match your theme’s design you can edit the tag on line 32 in the plugin’s php file.

Changelog:
15 May 2010: Version 1.0
- Initial release

Click here to download the Simple Popular Posts plugin.

Mengatasi HTTP Error di WordPress

Kemarin, ketika akan menginstall sebuah plugin di blog WordPress, seperti biasa saya klik menu Add New di bawah menu Plugins. Kemudian saya ketikkan nama plugin-nya, dan klik Search Plugins.

Beberapa lama menunggu sambil mengharapkan daftar plugin muncul, tiba-tiba muncul pesan error seperti ini:

An Unexpected HTTP error occurred during the API request

Saya coba lagi dan lagi, tetap terjadi error yang sama. Lalu saya coba untuk upgrade plugin otomatis. Masuk ke halaman Plugins, pilih plugin yang sudah ada update terbarunya, klik View Version xxx Details (xxx itu nomor versinya), dan muncul jendela popup kecil, dan… muncul juga pesan error yang sama :cry: Duh, kalau harus download dulu plugin-nya ke komputer lalu upload ke hosting, males banget :) Soalnya sudah kebiasaan enak install plugin langsung via WordPress. Lalu saya main-main ke forum WordPress dan menemukan jawabannya di sana.

Problemnya adalah terjadi timeout saat blog melakukan request ke server WordPress untuk mencari plugin yang diminta. Default-nya, waktu yang diberikan untuk melakukan request itu adalah 5 detik. Entah server hosting atau server WordPress yang sedang “agak” lambat, jadinya request melebihi 5 detik dan muncullah pesan error tadi.

Solusinya, tambah waktu untuk melakukan request tersebut dari 5 detik menjadi lebih lama. Di forum disebutkan menjadi 30 detik. Saya coba menggantinya, dan berhasil! :thumb3: Install dan upgrade plugin otomatis berjalan kembali.

Nah, sekarang caranya. Caranya sangat mudah sekali, tinggal edit file http.php yang terdapat di dalam folder wp-includes, lalu edit baris kode ini (di WordPress 2.9.2 kode ini terletak di baris ke-226, mungkin berbeda di versi WordPress lain):

'timeout' => apply_filters( 'http_request_timeout', 5),

ganti menjadi

'timeout' => apply_filters( 'http_request_timeout', 30),

Selesai! :thumb5:

Mau punya handphone Samsung Corby gratis? Atau iPod Shuffle 2 GB gratis? Hehe.. pertanyaan yang semua orang pasti sudah tahu jawabannya ya :D Siapa sih yang gak mau dapetin barang keren secara gratis?

Nah, kalau Anda mau dapetin Samsung Corby atau iPod Shuffle 2 GB secara gratis, ada caranya. Sebenernya gak 100% gratis, karena tetap harus ada usaha yang dilakukan. Tapi untuk urusan rupiah alias duitnya, 100% gratis! :thumb3: Caranya adalah dengan ikutan kontes review gugling.com.

Anda cukup memposting review tentang situs gugling.com, dan Anda punya kesempatan untuk dapetin Samsung Corby atau iPod Shuffle 2 GB itu. Selain kedua barang itu, masih ada beberapa hadiah menarik lainnya lho, seperti domain dan hosting gratis, ebook gratis, dan juga pasang iklan gratis di blog ini :)

Silakan klik link berikut untuk informasi lengkapnya: kontes review gugling.com.

Page 4 of 13« First...23456...10...Last »