Ini adalah salah satu serial TV yang 99% (100% menurut saya) tidak akan tayang di Indonesia, seperti Shimokita Glory Days. Kenapa? Karena banyak adegan bugilnya! Ini adalah serial TV khusus dewasa.
Californication menceritakan kehidupan Hank Moody, seorang penulis novel yang cukup terkenal namun dalam krisis karena sudah cukup lama dia tidak menerbitkan novel baru. Hank orangnya sangat cuek, senang bercanda yang kadang kelewatan, doyan wanita dan sudah tentu doyan seks. Beruntung buat Hank, dia digandrungi para wanita. Dia hampir selalu bisa mendapatkan wanita yang diinginkannya, dan berakhir di atas ranjang. Seringkali Hank malahan tidak perlu bersusah payah karena para wanita itu yang mengejarnya dan mengajaknya “beraksi”.
Hank punya seorang anak perempuan remaja bernama Becca, dan ibu dari Becca ini adalah mantan pacarnya, Karen. Hank dan Karen tidak pernah menikah, tapi mereka masih terus berhubungan demi membesarkan Becca. Dari season ke season bisa kita lihat hubungan Hank dan Karen yang putus sambung. Masing-masing punya kehidupan sendiri-sendiri, dan Becca yang berada di tengah sering menjadi korbannya. Becca memimpikan orang tuanya berkumpul kembali, hidup sebagai 1 keluarga, tapi tampaknya itu adalah hal yang tidak mungkin.
Itulah inti cerita dari serial ini. Masih ada lagi beberapa karakter yaitu teman-teman Hank yang punya peran cukup penting juga. Hank Moody diperankan oleh David Duchovny yang dulu sangat terkenal lantaran film serial The X-Files. Saya sendiri hanya beberapa kali menonton X-Files, jadi tidak ingat apakah karakternya di X-Files adalah karakter yang serius atau tidak, tapi dia sangat cocok memerankan karakter Hank Moody yang super cuek yang di Californication.
Saat ini Californication sudah masuk season ke-4, saya sedang nonton season ke-3 nya. Californication memang asyik untuk ditonton, banyak komedinya yang gila yang bisa membuat tersenyum dan tertawa sampai terbahak-bahak, cukup banyak adegan dewasa dan bugilnya, namun ada juga pesan moral yang bisa diambil dari sini. Mungkin ini kelebihan Hollywood yang bisa membuat film tentang kehidupan bebas dan sex bebas yang memuat pesan moral yang cukup dalam.
Cameron Johnson adalah seorang anak biasa yang suka bermain seperti anak-anak lainnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya luar biasa, yaitu jiwa kewirausahaan / entrepreneurship-nya.
Pada usia 8 tahun, dia mengirimkan surat kepada Donald Trump (tahu kan siapa dia ) memberitahukan bahwa dia akan menginap di hotel milik Trump, the Plaza. Hotel ini adalah hotel tempat film Home Alone 2 dibuat. Karena sangat menyukai film itu, Cameron ingin dapat melihat kamar tempat film itu dibuat. Donald Trump tidak membalas surat Cameron, tapi ketika Cameron dan keluarganya sampai di hotel the Plaza, mereka diberi pelayanan kelas satu, khusus dari Donald Trump untuk Cameron.
Cerita di atas mengawali buku You Call The Shots ini. Saya baru selesai membaca buku ini sekitar 2 minggu yang lalu, kalau sebelumnya saya olah raga pagi naik sepeda statis sambil nonton film, kali ini saya coba sambil baca buku Buku ini bercerita tentang perjalanan hidup Cameron Johnson yang berhasil memulai 12 bisnis sebelum usianya mencapai 21 tahun. Saat ini mungkin usia dia sekitar 22 atau 23 tahun. Dan sebagian besar bisnisnya adalah bisnis yang berhubungan dengan internet.
Dia bercerita bagaimana ketika pertama kali mendapatkan komputer dan printer, lalu dia membuka usaha percetakan. Bagaimana pertama kali dia mengenal internet, dan ditegur ibunya karena selalu tidur sangat larut malam, lalu dia membangun bisnis internetnya.
Bisnis internetnya bermacam-macam, mulai dari berjualan boneka, membuka layanan email dengan anti-spam MyEZMail, membuat program AutoSurf, membuka jasa pelayanan pelanggan untuk dealer mobil dan lain-lain. Hampir semua bisnisnya itu dia jual ketika masih berjalan dan mendapatkan keuntungan yang besar. Jadi seperti flipping website Cameron juga bercerita bagaimana ia bekerja di showroom mobil Ford milik ayahnya dan menjadikan showroom itu menjadi showroom nomor satu di saat showroom lainnya mengalami penurunan penjualan yang signifikan. Ia menjadi terkenal karena sering diliput oleh media massa yang meliput dirinya sebagai seorang anak muda yang sukses berbisnis.
Selain menceritakan bisnis-bisnisnya, Cameron juga menyinggung sedikit-sedikit tentang kehidupan pribadinya, bagaimana dampak bisnisnya terhadap kehidupannya. Cameron juga membagikan prinsip-prinsip bisnis yang ia gunakan untuk mencapai kesuksesan di setiap bisnis yang dia jalankan.
Buat saya, buku ini adalah buku yang bagus dan layak dibaca. Tidak peduli berapa usia Anda, membaca buku karangan anak muda ini dan membaca kisah hidupnya yang luar biasa ini cukup mengasyikkan dan memberi inspirasi.
Minggu lalu, akhirnya tamat juga nonton Prison Break. Sedikit demi sedikit, dari season 1 sampai season 4, sambil olah raga naik sepeda statis demi kolesterol, Michael Scofield dan kawan-kawan selalu setia menemani saya supaya saya tidak bosan olah raga
Prison Break merupakan salah satu serial tv terbaik dan tersukses yang pernah dibuat. Ceritanya bermula dari keinginan Michael Scofield untuk membebaskan kakaknya Lincon Burrows yang akan dihukum mati karena membunuh adik wakil presiden Amerika. Michael percaya bahwa Lincoln bukanlah pembunuh sebenarnya dan bahwa dia dijebak, karena itu Michael merencanakan “pembebasan” kakaknya. Caranya, dia menjebloskan diri sendiri ke penjara yang sama dengan Lincoln, dengan cara merampok bank lalu membiarkan dirinya ditangkap. Petualangan sesungguhnya dimulai begitu Michael masuk ke penjara.
Michael ternyata adalah seorang genius. Dia telah merencanakan segala sesuatunya dengan matang. Tapi rencana tinggal rencana, ternyata ada yang meleset juga. Di sinilah kepintaran Michael diuji, dia harus bisa beradaptasi dan mengubah rencana yang telah disusunnya menjadi rencana baru. Sedikit demi sedikit Michael dan Lincoln juga mengetahui siapa dan apa di balik penjebakan Lincoln. Kenapa Lincoln dijebak, apa tujuannya.
Season 1 terfokus pada usaha Michael menjebol penjara untuk membebaskan Lincoln dari hukuman mati. Ini adalah penjebolan penjara paling kontroversial dan paling besar dalam sejarah Amerika. Season 2 bercerita tentang pelarian Michael dan kawan-kawan. Kemudian di season 3 Michael harus “menjebol” penjara lagi. Dan season 4 menceritakan perjuangan Michael dan kawan-kawan mengejar dan meruntuhkan semua pihak yang bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah terjadi (dimulai dari penjebakan Lincoln). Setelah season 4 selesai, ada 1 tambahan episode lagi yang diberi judul The Final Break, dimana lagi-lagi Michael harus membuktikan kepiawaiannya “menjebol” penjara.
Ada banyak karakter yang terlibat di sini. Karakter yang baik, buruk, jahat, penuh cinta , kompleks, psikopat dan macam-macam lagi. Orang pun berubah, yang tadinya jahat bisa jadi baik, ada juga yang jahat tetap jahat selamanya
Banyak sekali yang bisa diceritakan lagi, tapi mendingan nonton sendiri deh Pokoknya ini serial keren Saya merasa sedih juga ketika harus sudahan ditemani Michael Scofield berolah raga Apalagi ending-nya yang sangat mencengangkan buat saya. Tapi gak apa-apa.. life must go on.. setelah Prison Break selesai menemani saya berolah raga, sekarang sudah ada yang ngantri di hardisk saya: Californication, Avatar The Last Airbender, Chuck, House M.D season 3 – 5, dan Frasier. Cukup lah untuk berbulan-bulan ke depan naik sepeda
Bagi para penggemar Jackie Chan, seperti saya bahkan bukan penggemar Jackie Chan pun rasanya wajib nonton film ini, karena film Shinjuku Incident ini menampilkan Jackie Chan yang sangat berbeda. Film ini sangat berbeda dengan film-film Jackie sebelumnya.
Jackie Chan yang terkenal dengan film-film yang menampilkan komedi, kungfu dan aksi-aksi yang menawan, di film ini tidak menampilkan ciri khasnya tersebut. Film ini termasuk dalam kategori drama, dan merupakan film yang sangat serius, tidak ada kocak-kocaknya.
Jangan pula berharap melihat aksi bela diri dan aksi nekat Jackie yang biasa membuat penonton berdecak kagum. Sangat sedikit sekali adegan perkelahian yang dilakukan Jackie di film ini, itu pun bukan perkelahian seperti biasanya, dia berkelahi seperti orang yang baru pertama kali berkelahi, bukan jago bela diri. Tapi ada beberapa adegan kekerasan dan sadis di film ini, so.. jangan bawa anak-anak nonton film ini ya
Secara keseluruhan, kita benar-benar disuguhi Jackie Chan yang tidak biasa, the unusual Jackie Chan. Shinjuku Incident adalah film drama. Sebenarnya Jackie dulu pernah main film yang serius juga, di Crime Story, tapi di sana ia masih tetap jago berkelahi. Hmm.. apa mungkin Jackie Chan merasa sudah terlalu tua dan berpindah haluan ke film drama? Tapi dibanding film-film Hollywood-nya dia yang gak bagus, film ini jauh lebih bagus.
Oh ya, dari tadi panjang lebar ngomongin film Shinjuku Incident, terus ceritanya tentang apa sih? Nonton aja sendiri ya
Gede amat ya gambar posternya Ini karena kalau saya ditanya serial tv yang saya paling suka, saya akan mengatakan serial 24 Walaupun saya sangat suka sekali dengan serial-serial lain seperti House MD, Heroes, Alias dan sebagainya, tapi untuk 24, saya teramat sangat amat suka sekali
Nonton serial 24 rasanya tidak bisa berhenti, karena nontonnya di DVD, saya sering begadang untuk nonton 24, kalau tidak dipaksa, bisa-bisa gak tidur sama sekali buat nonton 24. Ceritanya itu, di setiap akhir satu episode, pasti bikin penasaran. Bukan cuma saya bela-belain gak tidur kalau nonton 24, tapi istri dan teman-teman juga banyak yang begitu.
Apa sih yang membuat saya ngefans berat sama serial ini? Setiap season dalam 24, sesuai judulnya, terdiri dari 24 episode, dan setiap episode menceritakan 1 jam. Jadi satu season menceritakan kejadian selama 24 jam (1 hari). Tokoh utamanya adalah Jack Bauer, seorang manusia biasa yang sangat terlatih sebagai personel anti teroris. Dia (awalnya) tergabung di Counter Terrorist Unit (CTU).
24 menceritakan sepak terjang, perjuangan dan penderitaan seorang Jack Bauer yang berkenan mengorbankan apa pun, mulai dari kehidupannya, bahkan sampai nyawanya, untuk membela negaranya. Di sini kita akan melihat bagaimana ia menyiksa teroris / saksi untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkannya untuk menghentikan aksi teroris di negaranya. Yang paling menarik tentulah aksi Jack yang selalu mampu mengatasi situasi dan mengatasi teroris-teroris dibantu rekan-rekannya di CTU. Bahkan di satu episode, Jack harus membunuh rekan kerjanya demi menyelamatkan negaranya. Adegan ini sangat menegangkan, bahkan banyak anggota IMDB yang memilih adegan ini sebagai salah satu adegan paling menegangkan dari keseluruhan serial 24.
Selain menyaksikan perjuangan Jack, kita juga akan disuguhi aneka macam intrik politik, pengorbanan, dan pengkhianatan. Ya, walaupun tokoh utamanya adalah Jack Bauer, tapi ceritanya tidak melulu tentang Jack, walaupun masih berhubungan. Misalnya, ada pengkhianat di dalam CTU yang membuat Jack makin kesulitan mencari teroris. Uniknya juga, Jack akan selalu berhubungan dengan Presiden Amerika yang kadang mendukung dan kadang terpaksa tidak bisa mendukung aksi Jack. Misalnya di salah satu episode, Jack harus menyelinap masuk ke kedutaan Rusia. Aksi Jack ini tidak mungkin didukung presiden karena bisa menyebabkan perang. Karena demi menyelamatkan negaranya, Jack pun beraksi sendirian nekat masuk ke kedutaan Rusia dan menyiksa pejabatnya yang diduga terlibat aksi teror.
Ah.. terlalu banyak cerita yang bisa diceritakan untuk 24. Mendingan nonton aja deh Saat ini 24 sudah memasuki season ke-7 (belum rampung). Saya sudah nonton sampai season 6. Walaupun serial ini khas Hollywood, dimana sang tokoh utama dibuat bak superhero yang bisa mengalahkan semua musuhnya, tapi tetap serial ini sangat menarik. Jack Bauer bukanlah seorang superhero, dia seorang manusia biasa yang bisa frustrasi, menangis, sedih, merasa hidupnya hampa dan ingin mati saja karena tidak bisa menikmati kehidupan normal dan kebahagiaan yang seharusnya bisa ia dapatkan, hanya karena satu hal yang harus ia lakukan: membela negaranya dan melindungi warga negaranya!
Tokoh Jack Bauer diperankan dengan sangat baik oleh Kiefer Sutherland. Masih banyak tokoh-tokoh lain yang bisa diceritakan, tapi.. ah.. ntar kepanjangan Silakan lihat 24 on IMDB untuk melihat detil cast serial 24 ini. So, buat yang senang film action yang ada dramanya, 24 is definitely for you!
Sebagai penggemar berat Jackie Chan sejak kecil, saya bela-belain nonton film The Forbidden Kingdom walaupun nonton sendirian
Film ini bercerita tentang seorang remaja laki-laki bule yang secara tiba-tiba terdampar ke negeri Cina kuno dimana masih jamannya Sun Go Kong (Raja Kera – The Monkey King). Dia memiliki misi untuk mengembalikan sebuah tongkat milik Sun Go Kong ke si empunya.
Dalam perjalanan mencari Sun Go Kong inilah dia bertemu dengan pendekar mabuk (Jackie Chan) dan seorang biksu (Jet Li) yang kemudian membantunya dalam perjalanannya menemukan Sun Go Kong.
Menyandang 2 nama besar aktor kung-fu, film ini tidak boleh mengecewakan penggemar keduanya. Dan terbukti, film ini memang bagus, dengan aksi-aksi yang menawan, dan sangat menghibur. Tapi jangan mengharapkan aksi-aksi Jackie Chan seperti waktu dia masih muda dulu. Buat saya, kung-fu yang diperagakan Jackie di film ini adalah kung-fu “standar”, tidak ada gerakan / action spektakuler seperti di film-film terdahulunya. Dia memang sedikit memperlihatkan jurus mabuknya seperti di film Drunken Master 2, tapi bila dibandingkan dengan film itu, masih jauh lah actionnya. Ah.. Jackie memang sudah tua. Walaupun demikian, kalau disuruh meniru aksi Jackie di film ini, saya gak akan bisa Ini membuktikan bahwa Jackie memang masih hebat walaupun sudah tua.
Sedangkan Jet Li sendiri tetap mempertahankan gaya bela dirinya seperti di film-filmnya. Badan tegap dengan gerakan-gerakan yang tidak terlalu banyak namun efektif melumpuhkan lawan. Ah, susah menjelaskannya, khas Jet Li lah.. Yang paling asik tentu ketika Jackie dan Jet Li bertarung, seru!!
Si remaja bule diperankan oleh Michael Angarano. Sepanjang film saya bertanya-tanya, siapa orang ini? Rasanya wajahnya familiar sekali, tapi saya tidak bisa mengingatnya! Begitu pulang langsung ke IMDB dan ternyata saya memang pernah nonton dia di serial TV favorit saya 24 (rame banget ya!) dan pemeran utama film Sky High. Hilanglah penasaranku
Overall, dibandingkan film-film Hollywood Jackie Chan (yang kebanyakan sucks!), film ini jauh lebih bagus. Pokoknya nontonnya dijamin gak akan bosen, rame dan kocak pula!
Tapi ada hal yang buat saya agak mengganjal, mengenai masalah bahasa:
Kenapa harus remaja bule?
Bagaimana mungkin orang-orang Cina kuno itu semuanya bisa berbahasa Inggris dengan baik dan benar?
Kenapa bukan remaja Cina atau Hong Kong? Jadi semua berbahasa Mandarin. Lebih masuk akal kan?
Serial TV ini bercerita tentang seorang dokter bernama Gregory House. Si House ini bekerja di sebuah rumah sakit, dan dia adalah dokter terbaik di rumah sakit ini. Tapi berbeda dengan kebanyak dokter, House ini orangnya nyentrik, cuek dan sering seenaknya sendiri. Dia tidak mau pakai seragam dokter, tidak mau bertemu langsung dengan pasiennya kalau tidak perlu sekali karena menurut dia semua pasien adalah pembohong. Dia juga jarang serius kalau berbicara dengan orang lain dan pasien.
House dibantu oleh 3 orang dokter muda, Chase, Foreman, dan Cameron. Jadi House ini sebagai mentornya. Berempat mereka menyelesaikan kasus-kasus penyakit yang aneh-aneh yang tidak bisa ditangani dokter biasa. Di sini asiknya, mereka gak cuma menyelidiki apa yang terjadi pada pasien dengan tes-tes laboratorium klinis, tapi mereka juga menyelidiki apa penyebab si pasien sakit dengan memeriksa tempat kerja atau rumah si pasien. Jadi seperti detektif.
Oh ya, House memang memiliki kemampuan seperti seorang detektif, dia bisa mengetahui apa yang terjadi dengan pasien tanpa memeriksa mereka terlebih dulu, hanya dengan melihat apa yang pasien lakukan atau pakai. Ini biasa terjadi pada pasien-pasien dengan penyakit yang biasa-biasa saja yang datang ke kliniknya (selain menangani pasien dengan penyakit serius yang ditangani bersama tim-nya, House juga ditugaskan oleh rumah sakit untuk praktek di klinik rumah sakit sebagai dokter umum). Seperti Sherlock Holmes gitu!
Waktu nonton serial ini, anda akan banyak menemui istilah-istilah kedokteran yang sudah pasti sangat asing bagi kita yang gak ngerti dunia kedokteran. Tapi walaupun gak ngerti istilah-istilah itu, gak perlu khawatir karena kita tetap bisa mengerti jalan ceritanya dan apa yang sebenarnya terjadi dengan si pasien. Dan seperti serial Hollywood biasanya, selalu ada drama dan pesan-pesan yang disampaikan kepada penonton.
Ketika Telkom Speedy tewas beberapa hari lalu, saya nonton serial ini dan sampai sekarang jadinya ketagihan pengen nonton terus. Rame sih!
Shimokita Glory Days adalah serial tv Jepang yang diangkat dari komik berjudul sama. Ceritanya, seorang pemuda bernama Yuuta datang ke Tokyo untuk masuk ke universitas ternama dengan 1 tujuan, supaya bisa selalu dekat dengan kekasihnya, Minori yang cantik
Karena Yuuta tidak punya banyak uang dan dia harus belajar keras untuk dapat lulus tes masuk universitas, maka ia mencari tempat tinggal dengan harga yang murah. Akhirnya Yuuta mendapatkan tempat tinggal yang murah setelah di-tes oleh 5 orang penghuninya dengan syarat ia harus mengurus rumah itu, semacam jadi pembantu gitu lah.. Masalahnya (yang asik) kelima orang penghuni rumah itu adalah gadis-gadis yang cantik-cantik dan sexy-sexy.
Dari sinilah cerita sesungguhnya dimulai. Dari Yuuta yang tidak ingin Minori tahu bahwa ia tinggal dengan 5 gadis, masalah-masalah yang timbul antar penghuni rumah, para gadis yang mulai jatuh hati pada Yuuta yang baik hati dan polos, perjuangan Yuuta dalam belajar untuk masuk universitas, dan perjuangan mempertahankan rumah yang diberi nama Nuutopia itu dari seorang wanita yang jahat dan licik yang pernah dipermalukan oleh si pendiri Nuutopia.
Seperti komik-komik Jepang, serial ini lucu dan sangat menarik (bukan melulu karena banyak bugilnya lho ) Dari 8 pemeran wanita, cuma 2 koq yang hampir di setiap episode tampil “polos”, yang lainnya masih pakai bikini atau lingerie. Karakter yang berbeda-beda dari setiap penghuni rumah menjadikan film ini juga tambah asik.
Glory Days setiap episodenya berdurasi 30 menit, dan hanya ada 12 episode. Serial ini cocok buat yang suka drama komedi, yang suka perlendiran, yang lagi semangat cari duit, yang lagi sering bolak-balik ke kamar mandi, ah.. pokoknya siapa aja lah yang penting sudah dewasa
Apakah Yuuta berhasil masuk ke universitas idamannya untuk bersama dengan Minori? Apakah Nuutopia berhasil dipertahankan? Apakah Yuuta tergoda dengan kelima gadis cantik nan seksi yang sering menggodanya? Nonton sendiri aja deh.. :hand:
Film ini sebetulnya standar film komedi romantis yang alurnya (hampir) selalu seperti ini:
- dua insan bertemu lalu saling suka (tapi belum tentu jadian)
- salah satu insan menemukan kejelekan / kesalahan insan lainnya
- ribut
- damai trus jadian
Tapi koq saya seneng-seneng aja ya nonton film komdedi romantis, pastinya apa karena saya orangnya romantis juga?
Nah, film ini juga seperti itu. Ceritanya, Alex Fletcher yang merupakan salah satu personil band (sekarang mah boy band) pop bernama “Pop” tahun 80-an yang sangat beken, saat ini karirnya sedang menurun. Ia hanya manggung di depan ibu-ibu yang genit-genit atau manggung di theme park.
Kemudian manajernya menemukan 1 pekerjaan yang bisa membuat karirnya naik lagi, yaitu membuat lagu untuk seorang diva muda bernama Cora Corman yang sedang naik daun dan sangat populer. Britney Spears dan Christina Aguilera dijadikan satu pun tidak bisa mengalahkan si Cora ini. Alex hanya diberi tenggat waktu yang singkat, dan dia kesulitan membuat lirik untuk lagu itu.
Secara kebetulan, Alex bertemu dengan Sophie Fisher yang memiliki bakat hebat terpendam membuat lirik lagu. Jadilah mereka bekerja sama membuat lagu itu. Selanjutnya.. berbagai kejadian, kelucuan muncul saat mereka bekerja bersama. Lalu mereka jatuh cinta? Ah.. nonton aja deh.. jangan sampe saya bikin bloopers
Alex Fletcher diperankan oleh Hugh Grant yang memang spesialis main film komedi romantis. Anda harus lihat bagaimana si Hugh Grant menyanyi dan berdandan ala band pop tahun 80-an. Lalu si Sophie Fisher diperankan oleh si cantik Drew Barrymore yang bisa main film apa aja. Kesimpulan saya, film ini asik, gak perlu cape mikir, dan menghibur. Cocok deh buat orang-orang yang romantis seperti saya
Dan satu lagi yang saya sangat suka dari film ini, yaitu lagu yang ceritanya dibuat oleh Alex dan Sophie. Judulnya Way Back into Love. Buat saya lagu itu sangat enak. Hmm.. cari mp3 nya dulu ah
Flash Point dibintangi aktor laga bela diri favorit saya Donnie Yen. Dibandingkan 2 film sebelumnya: SPL (di sini dia berduel dengan Sammo Hung) dan Dragon Tiger Gate (diangkat dari komik Tiger Wong, banyak terbang-terbangnya), film ini buat saya jauh lebih bagus.
Ceritanya sih biasa saja, seorang polisi yang jagoan dan kasar (Donnie) bersama temannya yang menyamar menjadi anggota gangster asal Vietnam (Louis Koo) memburu 3 kakak beradik gangster asal Vietnam itu. Lalu kedok si penyamar terbongkar, pacarnya dilukai, balas dendam bla.. bla.. bla..
Tapi, fighting scenes di film ini luar biasa! Extraordinary! Di sini kita bisa lihat Donnie Yen menggabungkan bela diri kung-fu (yang OK banget) nya dengan bela diri asal Brasil: Jujitsu. Jujitsu ini semacam gulat dengan teknik-teknik bantingan dan mengunci lawan. Buat yang suka nonton Ultimate Fighting Championship pasti udah tahu betul Jujitsu ini. Donnie Yen sendiri mengatakan bahwa selama karir filmnya, di film ini lah dia melakukan fighting scenes yang paling sulit dan paling menguras tenaga dan pikirannya.
Penataan fighting scenes nya sangat bagus, terutama di akhir film dimana ia bertarung dengan jagoan dari 3 kakak beradik Vietnam itu. Intinya, film ini sangat cocok untuk penggemar film action fighting, terutama buat penggemar Donnie Yen seperti saya
Recent Comments