
Ini karena kalau saya ditanya serial tv yang saya paling suka, saya akan mengatakan serial 24
Nonton serial 24 rasanya tidak bisa berhenti, karena nontonnya di DVD, saya sering begadang untuk nonton 24, kalau tidak dipaksa, bisa-bisa gak tidur sama sekali buat nonton 24. Ceritanya itu, di setiap akhir satu episode, pasti bikin penasaran. Bukan cuma saya bela-belain gak tidur kalau nonton 24, tapi istri dan teman-teman juga banyak yang begitu.
Apa sih yang membuat saya ngefans berat sama serial ini? Setiap season dalam 24, sesuai judulnya, terdiri dari 24 episode, dan setiap episode menceritakan 1 jam. Jadi satu season menceritakan kejadian selama 24 jam (1 hari). Tokoh utamanya adalah Jack Bauer, seorang manusia biasa yang sangat terlatih sebagai personel anti teroris. Dia (awalnya) tergabung di Counter Terrorist Unit (CTU).

Selain menyaksikan perjuangan Jack, kita juga akan disuguhi aneka macam intrik politik, pengorbanan, dan pengkhianatan. Ya, walaupun tokoh utamanya adalah Jack Bauer, tapi ceritanya tidak melulu tentang Jack, walaupun masih berhubungan. Misalnya, ada pengkhianat di dalam CTU yang membuat Jack makin kesulitan mencari teroris. Uniknya juga, Jack akan selalu berhubungan dengan Presiden Amerika yang kadang mendukung dan kadang terpaksa tidak bisa mendukung aksi Jack. Misalnya di salah satu episode, Jack harus menyelinap masuk ke kedutaan Rusia. Aksi Jack ini tidak mungkin didukung presiden karena bisa menyebabkan perang. Karena demi menyelamatkan negaranya, Jack pun beraksi sendirian nekat masuk ke kedutaan Rusia dan menyiksa pejabatnya yang diduga terlibat aksi teror.

Tokoh Jack Bauer diperankan dengan sangat baik oleh Kiefer Sutherland. Masih banyak tokoh-tokoh lain yang bisa diceritakan, tapi.. ah.. ntar kepanjangan
Silakan lihat 24 on IMDB untuk melihat detil cast serial 24 ini. So, buat yang senang film action yang ada dramanya, 24 is definitely for you! ![]()

Jackie Chan and Jet Li finally fight each other!
Sebagai penggemar berat Jackie Chan sejak kecil, saya bela-belain nonton film The Forbidden Kingdom walaupun nonton sendirian
Film ini bercerita tentang seorang remaja laki-laki bule yang secara tiba-tiba terdampar ke negeri Cina kuno dimana masih jamannya Sun Go Kong (Raja Kera - The Monkey King). Dia memiliki misi untuk mengembalikan sebuah tongkat milik Sun Go Kong ke si empunya.
Dalam perjalanan mencari Sun Go Kong inilah dia bertemu dengan pendekar mabuk (Jackie Chan) dan seorang biksu (Jet Li) yang kemudian membantunya dalam perjalanannya menemukan Sun Go Kong.
Menyandang 2 nama besar aktor kung-fu, film ini tidak boleh mengecewakan penggemar keduanya. Dan terbukti, film ini memang bagus, dengan aksi-aksi yang menawan, dan sangat menghibur. Tapi jangan mengharapkan aksi-aksi Jackie Chan seperti waktu dia masih muda dulu. Buat saya, kung-fu yang diperagakan Jackie di film ini adalah kung-fu “standar”, tidak ada gerakan / action spektakuler seperti di film-film terdahulunya. Dia memang sedikit memperlihatkan jurus mabuknya seperti di film Drunken Master 2, tapi bila dibandingkan dengan film itu, masih jauh lah actionnya. Ah.. Jackie memang sudah tua. Walaupun demikian, kalau disuruh meniru aksi Jackie di film ini, saya gak akan bisa
Ini membuktikan bahwa Jackie memang masih hebat walaupun sudah tua.
Sedangkan Jet Li sendiri tetap mempertahankan gaya bela dirinya seperti di film-filmnya. Badan tegap dengan gerakan-gerakan yang tidak terlalu banyak namun efektif melumpuhkan lawan. Ah, susah menjelaskannya, khas Jet Li lah.. Yang paling asik tentu ketika Jackie dan Jet Li bertarung, seru!!
Si remaja bule diperankan oleh Michael Angarano. Sepanjang film saya bertanya-tanya, siapa orang ini? Rasanya wajahnya familiar sekali, tapi saya tidak bisa mengingatnya!
Begitu pulang langsung ke IMDB dan ternyata saya memang pernah nonton dia di serial TV favorit saya 24 (rame banget ya!) dan pemeran utama film Sky High. Hilanglah penasaranku
Overall, dibandingkan film-film Hollywood Jackie Chan (yang kebanyakan sucks!), film ini jauh lebih bagus. Pokoknya nontonnya dijamin gak akan bosen, rame dan kocak pula!
Tapi ada hal yang buat saya agak mengganjal, mengenai masalah bahasa:
Related Links:
The Forbidden Kingdom on IMDB
Jackie Chan on IMDB
Jet Li on IMDB
Sun Go Kong / The Monkey King on IMDB
Serial TV ini bercerita tentang seorang dokter bernama Gregory House. Si House ini bekerja di sebuah rumah sakit, dan dia adalah dokter terbaik di rumah sakit ini. Tapi berbeda dengan kebanyak dokter, House ini orangnya nyentrik, cuek dan sering seenaknya sendiri. Dia tidak mau pakai seragam dokter, tidak mau bertemu langsung dengan pasiennya kalau tidak perlu sekali karena menurut dia semua pasien adalah pembohong. Dia juga jarang serius kalau berbicara dengan orang lain dan pasien.
House dibantu oleh 3 orang dokter muda, Chase, Foreman, dan Cameron. Jadi House ini sebagai mentornya. Berempat mereka menyelesaikan kasus-kasus penyakit yang aneh-aneh yang tidak bisa ditangani dokter biasa. Di sini asiknya, mereka gak cuma menyelidiki apa yang terjadi pada pasien dengan tes-tes laboratorium klinis, tapi mereka juga menyelidiki apa penyebab si pasien sakit dengan memeriksa tempat kerja atau rumah si pasien. Jadi seperti detektif.
Oh ya, House memang memiliki kemampuan seperti seorang detektif, dia bisa mengetahui apa yang terjadi dengan pasien tanpa memeriksa mereka terlebih dulu, hanya dengan melihat apa yang pasien lakukan atau pakai. Ini biasa terjadi pada pasien-pasien dengan penyakit yang biasa-biasa saja yang datang ke kliniknya (selain menangani pasien dengan penyakit serius yang ditangani bersama tim-nya, House juga ditugaskan oleh rumah sakit untuk praktek di klinik rumah sakit sebagai dokter umum). Seperti Sherlock Holmes gitu!
Waktu nonton serial ini, anda akan banyak menemui istilah-istilah kedokteran yang sudah pasti sangat asing bagi kita yang gak ngerti dunia kedokteran. Tapi walaupun gak ngerti istilah-istilah itu, gak perlu khawatir karena kita tetap bisa mengerti jalan ceritanya dan apa yang sebenarnya terjadi dengan si pasien. Dan seperti serial Hollywood biasanya, selalu ada drama dan pesan-pesan yang disampaikan kepada penonton.
Ketika Telkom Speedy tewas beberapa hari lalu, saya nonton serial ini dan sampai sekarang jadinya ketagihan pengen nonton terus. Rame sih!
Related Links:
House M.D. on IMDB
Banyak adegan bugil. Khusus Dewasa!!!
Shimokita Glory Days adalah serial tv Jepang yang diangkat dari komik berjudul sama. Ceritanya, seorang pemuda bernama Yuuta datang ke Tokyo untuk masuk ke universitas ternama dengan 1 tujuan, supaya bisa selalu dekat dengan kekasihnya, Minori yang cantik
Karena Yuuta tidak punya banyak uang dan dia harus belajar keras untuk dapat lulus tes masuk universitas, maka ia mencari tempat tinggal dengan harga yang murah. Akhirnya Yuuta mendapatkan tempat tinggal yang murah setelah di-tes oleh 5 orang penghuninya dengan syarat ia harus mengurus rumah itu, semacam jadi pembantu gitu lah.. Masalahnya (yang asik) kelima orang penghuni rumah itu adalah gadis-gadis yang cantik-cantik dan sexy-sexy.
Dari sinilah cerita sesungguhnya dimulai. Dari Yuuta yang tidak ingin Minori tahu bahwa ia tinggal dengan 5 gadis, masalah-masalah yang timbul antar penghuni rumah, para gadis yang mulai jatuh hati pada Yuuta yang baik hati dan polos, perjuangan Yuuta dalam belajar untuk masuk universitas, dan perjuangan mempertahankan rumah yang diberi nama Nuutopia itu dari seorang wanita yang jahat dan licik yang pernah dipermalukan oleh si pendiri Nuutopia.
Seperti komik-komik Jepang, serial ini lucu dan sangat menarik (bukan melulu karena banyak bugilnya lho
) Dari 8 pemeran wanita, cuma 2 koq yang hampir di setiap episode tampil “polos”, yang lainnya masih pakai bikini atau lingerie. Karakter yang berbeda-beda dari setiap penghuni rumah menjadikan film ini juga tambah asik.
Glory Days setiap episodenya berdurasi 30 menit, dan hanya ada 12 episode. Serial ini cocok buat yang suka drama komedi, yang suka perlendiran, yang lagi semangat cari duit, yang lagi sering bolak-balik ke kamar mandi, ah.. pokoknya siapa aja lah yang penting sudah dewasa
Apakah Yuuta berhasil masuk ke universitas idamannya untuk bersama dengan Minori? Apakah Nuutopia berhasil dipertahankan? Apakah Yuuta tergoda dengan kelima gadis cantik nan seksi yang sering menggodanya? Nonton sendiri aja deh.. 
Komedi romantis
Film ini sebetulnya standar film komedi romantis yang alurnya (hampir) selalu seperti ini:
- dua insan bertemu lalu saling suka (tapi belum tentu jadian)
- salah satu insan menemukan kejelekan / kesalahan insan lainnya
- ribut
- damai trus jadian
Tapi koq saya seneng-seneng aja ya nonton film komdedi romantis, pastinya apa karena saya orangnya romantis juga?
Nah, film ini juga seperti itu. Ceritanya, Alex Fletcher yang merupakan salah satu personil band (sekarang mah boy band) pop bernama “Pop” tahun 80-an yang sangat beken, saat ini karirnya sedang menurun. Ia hanya manggung di depan ibu-ibu yang genit-genit atau manggung di theme park.
Kemudian manajernya menemukan 1 pekerjaan yang bisa membuat karirnya naik lagi, yaitu membuat lagu untuk seorang diva muda bernama Cora Corman yang sedang naik daun dan sangat populer. Britney Spears dan Christina Aguilera dijadikan satu pun tidak bisa mengalahkan si Cora ini. Alex hanya diberi tenggat waktu yang singkat, dan dia kesulitan membuat lirik untuk lagu itu.
Secara kebetulan, Alex bertemu dengan Sophie Fisher yang memiliki bakat hebat terpendam membuat lirik lagu. Jadilah mereka bekerja sama membuat lagu itu. Selanjutnya.. berbagai kejadian, kelucuan muncul saat mereka bekerja bersama. Lalu mereka jatuh cinta? Ah.. nonton aja deh.. jangan sampe saya bikin bloopers
Alex Fletcher diperankan oleh Hugh Grant yang memang spesialis main film komedi romantis. Anda harus lihat bagaimana si Hugh Grant menyanyi dan berdandan ala band pop tahun 80-an. Lalu si Sophie Fisher diperankan oleh si cantik Drew Barrymore yang bisa main film apa aja. Kesimpulan saya, film ini asik, gak perlu cape mikir, dan menghibur. Cocok deh buat orang-orang yang romantis seperti saya
Dan satu lagi yang saya sangat suka dari film ini, yaitu lagu yang ceritanya dibuat oleh Alex dan Sophie. Judulnya Way Back into Love. Buat saya lagu itu sangat enak. Hmm.. cari mp3 nya dulu ah
Related Links:
Music and Lyrics on IMDB
Flash Point dibintangi aktor laga bela diri favorit saya Donnie Yen. Dibandingkan 2 film sebelumnya: SPL (di sini dia berduel dengan Sammo Hung) dan Dragon Tiger Gate (diangkat dari komik Tiger Wong, banyak terbang-terbangnya), film ini buat saya jauh lebih bagus.
Ceritanya sih biasa saja, seorang polisi yang jagoan dan kasar (Donnie) bersama temannya yang menyamar menjadi anggota gangster asal Vietnam (Louis Koo) memburu 3 kakak beradik gangster asal Vietnam itu. Lalu kedok si penyamar terbongkar, pacarnya dilukai, balas dendam bla.. bla.. bla..
Tapi, fighting scenes di film ini luar biasa! Extraordinary! Di sini kita bisa lihat Donnie Yen menggabungkan bela diri kung-fu (yang OK banget) nya dengan bela diri asal Brasil: Jujitsu. Jujitsu ini semacam gulat dengan teknik-teknik bantingan dan mengunci lawan. Buat yang suka nonton Ultimate Fighting Championship pasti udah tahu betul Jujitsu ini. Donnie Yen sendiri mengatakan bahwa selama karir filmnya, di film ini lah dia melakukan fighting scenes yang paling sulit dan paling menguras tenaga dan pikirannya.
Penataan fighting scenes nya sangat bagus, terutama di akhir film dimana ia bertarung dengan jagoan dari 3 kakak beradik Vietnam itu. Intinya, film ini sangat cocok untuk penggemar film action fighting, terutama buat penggemar Donnie Yen seperti saya ![]()
Setelah beli monitor baru dan diminta reviewnya oleh mas Ivan, inilah review tentang monitor baru saya. Baru pertama kali lho bikin review hardware
Body
Ukuran monitor ini 17 inch, dan wide screen, jadi bentuknya tuh persegi panjang, bukan bujur sangkar lagi. Dibandingkan monitor CRT 17 inch LG ku yang dulu, si ViewSonic ini jauuuuhh lebih sexy. Bodinya ramping dan ringan, sangat mudah untuk diangkat. Tampilannya pun sangat eye catching, sangat menarik, enak dilihat. Dan yang pasti, meja jadi jauh lebih lapang, jarak mata ke monitor pun lebih jauh, lebih sehat untuk mata kah
Performance
Apa yang ditampilkan oleh monitor ini sangat bagus. Baik itu untuk foto, film, game dan ngetik. Kalau dulu di monitor LCD kita mengetik cepat kelihatan ada bayangan huruf-hurufnya, di monitor ini sudah tidak lagi. Saya coba untuk main game Pro Evolution Soccer terbaru pun sangat memuaskan.
Usage
Penggunaan monitor ini sama saja seperti monitor-monitor lain. Navigasi menu-menunya cukup mudah. Tidak ada yang spesial. Pemasangan ke CPU pun sama persis seperti biasa. Bedanya, kabel yang untuk ke VGA Card yang biasanya menyatu (gak bisa dicabut), di monitor ini sudah tidak menyatu lagi. Kayanya kalo monitor LCD semuanya sudah seperti ini deh.
Harga
Saya dapetin monitor ini seharga Rp 1.625.000,-. Tadinya bingung apa mau yang 15 inch aja, kan lebih murah. Tapi setelah ditanya, ternyata bedanya cuma cepeceng doang.. ya udah ambil yang 17 inch aja
Cons
Kekurangan monitor ini hampir tidak ada (menurut saya sebagai pengguna awam lho). Cuma yang bikin jengkel itu wallpaper. Seperti yang dibilang oleh Zee di sini, wallpaper jadi gepeng-gepeng gambarnya, karena ini monitor wide-screen. Kalau mau normal, foto-foto yang mau dijadiin wallpaper harus di-resize dulu, dikecilin, lalu di-set jadi wallpaper dengan Position = Center (set nya di Display Properties). Kalau di-set jadi Stretch pasti kacau deh
Dan satu lagi kekurangannya adalah minimnya dokumentasi.
Satu hal yang cukup bikin saya bingung ketika pertama kali pasang monitor ini, kalau buka file dokumen atau website yang isinya full text, ada keganjalan. Text yang ditampilkan di sebelah kiri monitor tampak sempurna, tapi yang di sebelah kanan monitor kelihatan lebih gelap, seperti di-bold. Saya utak-atik menunya, ternyata penyebabnya adalah setting “Clock” di menu “Image Control”. Setting default nya ada di angka 57, saya turunkan jadi angka 55, text nya jadi bagus semua, gak ada yang bold lagi.
Tapi muncul masalah baru, tulisan menu-menu di aplikasi-aplikasi seperti “File”, “Edit”, “View” dan lainnya jadi jelek, jadi tipis banget, gak normal! Saya coba mainin lagi settingan “Clock” nya, tapi jadinya dilema, kalo tampilan yang lain bagus, tampilan text nya jadi bold sebelah, kalo tampilan text nya bagus, yang lain jadi ngaco.
Saya coba buka file User Guide-nya, tapi gak ada informasi yang berguna. Malahan di User Guide ini, menu-menu untuk setting yang dijelaskan beda dengan menu-menu yang ada! Misalnya saja, saya cari tentang “Clock” tadi, di User Guide nya gak ada. Terus saya telepon toko tempat beli, dia juga gak tau.
Penasaran, saya coba utak-atik settingan lagi, oh… ternyata ada satu setting yang namanya “Phase”. Di User Guide pun gak ada
Saya set balik “Clock” ke angka 55 supaya text nya sempurna, lalu saya set “Phase” ini ke angka 100 (full) dan.. SEMPURNA!!! Sekarang tampilan text nya sudah gak bold sebelah lagi, dan tampilan menu-menu di aplikasi desktop normal. Perfect!
Apa lagi ya? Kesimpulannya, saya sangat puas dan gak nyesel beli monitor ini
. Buat mas Ivan yang ngiri sama aku, sudah lunas ya hutang review nya
Oh ya, sorry gak ada screenshot, soalnya aku gak tau gimana cara bikin screenshot untuk menu-menu monitornya, kalo difoto pake kamera digital hasilnya jelek.
![]() |
![]() |
![]() |
Gila tapi keren
Film ini cocok dengan salah satu pepatah marketing “Kalau mau bikin iklan yang diingat banyak orang, bikin yang bagus atau kalau jelek ya yang jelek sekalian, jangan setengah-setengah.”
Nah, film ini juga begitu, banyak actionnya dan semuanya lebih impossible dari mission impossible. Gila ya gila sekalian, tapi keren! Ditambah lagi dengan komedi yang pas.
Dari awal film ini Anda pasti sudah tahu bahwa ini film yang kacau. Ceritanya adalah menyelamatkan seorang bayi dari pembunuh. Smith seorang jago tembak secara tidak sengaja menyelamatkan seorang wanita hamil yang kemudian melahirkan seorang bayi. Si wanita tertembak, Smith membawa dan melindungi bayi itu. Karena si bayi butuh minum susu, Smith minta bantuan kepada pelacur langganannya. Nah lho… Selanjutnya, aksi-aksi menyelamatkan si bayi dan meloloskan diri serta membunuh para penjahat.
Smith diperankan oleh Clive Owen yang sudah tidak diragukan lagi actingnya. Bisa juga dia main film action seperti ini. The next American Hero? Bisa saja.. Lalu si pelacur yang cantik diperankan oleh The Italian Sensation Monica Belucci. Entah kenapa koq rasanya sering ya dia memerankan tokoh pelacur? Dan sang penjahat diperankan oleh aktor nominator oscar Paul Giamatti, dia bisa memerankan penjahat yang tidak dibenci.
Pokoknya, singkirkan semua logika waktu nonton film ini. Enjoy aja. Penasaran? Hehehe..
Related Links:
Shoot ‘Em Up on IMDB
Larry, seorang duda dengan 2 orang anak, memiliki profesi sebagai pemadam kebakaran. Suatu kali dalam bertugas, Larry mengalami kecelakaan. Sadar pekerjaannya berbahaya dan selalu diintai maut, ia ingin bila terjadi sesuatu padanya, kedua anaknya tetap dapat hidup dengan baik. Caranya adalah dengan asuransi.
Namun karena suatu hal, anak-anak Larry tidak bisa menjadi ahli warisnya. Satu-satunya yang bisa menjadi ahli warisnya adalah istrinya, sedangkan istri Larry sudah meninggal. Dan dia sadar dirinya bukanlah pujaan wanita, sehingga cukup sulit untuknya mendapatkan istri dalam waktu singkat.
Nah, tiba-tiba Larry punya ide untuk menjadikan sahabatnya sesama pemadam kebakaran sebagai istrinya. Masalahnya, sahabatnya itu laki-laki! Namanya Chuck. Chuck sangat berbeda dengan Larry. Chuck adalah pujaan wanita, hampir setiap wanita cantik yang ditemuinya dapat diajaknya “naik ranjang”. Playboy sejati
Setelah perdebatan panjang, akhirnya Chuck setuju untuk “menikah” dengan Larry. Dalam proses pernikahan mereka inilah muncul hal-hal yang di luar dugaan dan kocak. Mulai dari datangnya investigator pernikahan kaum gay, bergaul dengan kaum gay, dijauhi teman-teman karena dianggap gay, dan didampingin pengacara wanita yang cantik. Sudah ah, sinopsisnya jangan jadi spoiler
Larry dimainkan oleh Kevin James, dan Chuck dimainkan oleh spesialis film komedi Adam Sandler. Adam sekali lagi memperlihatkan kemampuannya berakting komedi. Dipasangkannya dia dengan Kevin James juga sangat cocok. Ditambah lagi dengan si cantik dan sexy Jennifer Biel sebagai sang pengacara. Hmm….
Pokoknya, waktu mau nonton film ini udah ngantuk-ngantuk, begitu film mulai ngantuknya langung hilang. Kocak abis! Buat hiburan film ini gak salah deh..
Related Links:
I Now Pronounce You Chuck And Larry on IMDB
Buat yang suka film yang gak perlu banyak mikir, yang ringan-ringan, untuk hiburan saja, film ini bisa jadi pilihan. 100% komedi dan bikin kita ketawa
Ceritanya tentang 4 orang sahabat yang hidupnya sedang kacau dan jenuh. Mereka memutuskan untuk “cross country” pakai motor Harley Davidson. Di jalan mereka ketemu bikers beneran dan terlibat masalah. Dalam perjalanan mereka inilah terjadi hal-hal yang bikin kita tertawa.
Film ini dibintangi 2 aktor yang memang tukang main film komedi yaitu Martin Lawrence dan Tim Allen. Sedangkan 2 aktor lagi biasanya tidak main film komedi yaitu John Travolta dan William H. Macy. Tapi menurut saya John Travolta bisa juga tuh main film komedi, akting komedinya bagus. Tapi karakter yang paling saya suka di film ini adalah karakter yang dimainkan oleh William H. Macy. Kenapa? Nonton aja deh.. saya yakin Anda setuju dengan saya…