Kata orang, ada saat bertemu pasti ada saat berpisah. Hal itu memang tepat sekali, tinggal masalah waktu saja. Sudah 2 tahun ini saya ditemani dan didukung penuh oleh asisten yang hebat. Tapi walaupun kehebatannya sampai sekarang tidak diragukan lagi, banyak bermunculan yang lebih hebat lagi. Hati saya pun berpaling, saya memilih asisten baru!
Anda tentu sudah menebak kalau asisten yang saya maksud itu bukan manusia kan?
Yang saya maksud adalah Motorola Q9h saya. Tidak terasa sudah 2 tahun saya menggunakannya untuk mengorganisir kehidupan saya, terutama untuk masalah pekerjaan. Mencatat memo, menyimpan informasi kontak, agenda, dan lain-lain. Walaupun menurut saya Motorola Q9h ini, yang berbasis Windows Mobile, tetap merupakan handphone canggih sampai sekarang, saya ingin dan butuh yang lebih lagi.
Perkenalkan (lagi) asisten baru saya: Samsung Galaxy Tab 8.9 Wi-Fi

samsung galaxy tab 8.9
Ya, pilihan saya jatuh pada
Samsung Galaxy Tab 8.9 Wi-Fi P7310. Kenapa yang Wi-Fi dan bukan yang 3G? Tadinya saya mau pakai yang 3G, tapi setelah dipikir ulang, saya memutuskan pakai yang Wi-Fi saja karena pertama, saya banyak bekerja dan akan menggunakan tablet ini di lingkungan yang selalu terhubung dengan internet via Wi-Fi.
Kedua, dalam paketnya, saya mendapatkan sebuah modem 3G yang juga ada Wi-Fi-nya. Jadi di mana pun ketika saya tidak berada di lokasi yang terdapat Wi-Fi, saya tetap dapat terhubung dengan internet menggunakan modem ini. Kelemahannya hanya kalau si modem habis baterai saja, saya harus cari lokasi lokasi ber-Wi-fi atau cari sumber listrik untuk nge-charge modem
Dan ketiga, harga paket Samsung Galaxy Tab 8.9 Wi-Fi dengan modem ini masih lebih murah cukup jauh dibandingkan dengan Samsung Galaxy Tab 8.9 3G, dengan spesifikasi yang sama hanya dikurangi fitur 3G nya saja.
Lalu kenapa pilih yang ukuran 8.9? Awalnya saya naksir berat dengan Samsung Galaxy Tab 7.0 Plus, tapi setelah saya lihat ukuran layarnya, buat saya terlalu kecil karena saya nantinya akan banyak melakukan presentasi. Melakukan presentasi dengan layar yang terlalu kecil tentu kurang enak, kan? Kalau yang ukuran 10.1 terlalu besar buat saya untuk dibawa-bawa. Yang ukuran 8.9 ini yang paling pas

Body-nya tipis dan ringan sehingga enak untuk dibawa-bawa, baik dibawa langsung di tangan atau dimasukkan ke dalam tas. Layarnya jernih dengan resolusi 1280 x 800. Layar sentuh (touchscreen)-nya juga cukup sensitif tapi tidak terlalu sensitif, membuat browsing internet, main game, nonton film, baca ebook, melihat dokumen pdf, dan lain-lain dapat dilakukan dengan nyaman. Salah satu hal yang paling saya sukai adalah membaca ebook. Koleksi ebook-ebook menarik dapat didownload dengan mudah, dapat diakses dan dibaca kapan saja tanpa menghabiskan tempat!
Read the rest of this entry