Para Tamu itu Seharusnya Diberi Tahu
Ehm.. tahu di judul postingan ini bukan tahu makanan lho.
Tapi maksudnya diberi pemberitahuan dahulu. Begini, beberapa waktu lalu kan ada tragedi terorisme di Mumbai, India. Nah, setelah tragedi itu selesai, entah dikarenakan tragedi itu atau bukan, Indonesia melakukan beberapa kali latihan anti teror. Kebetulan di kota saya, Bandung, juga dilakukan latihan itu.
Latihan penanganan terorisme di Bandung dilakukan di hotel Preanger. Saya sendiri tidak melihat aksi pasukan anti teror kita beraksi, tapi saya sempat lewat dan di sekitar hotel banyak mobil pemadam kebakaran.
Besoknya, saya baca beritanya di koran, ternyata sebelum latihan itu dilakukan, tidak ada pemberitahuan kepada tamu-tamu hotel itu. Pada saat latihan berlangsung, ada tamu hotel yang sangat terkejut dan ketakutan. Setelah diberi penjelasan baru dia tenang.
Nah, saya cuma berkhayal tingkat tinggi saja
Bagaimana ya kalau saat latihan itu dilakukan, di antara para tamu yang tidak diberi tahu sebelumnya itu ada seorang anggota pasukan anti teroris semacam Jack Bauer? Tahu Jack Bauer kan? Kalau belum tahu baca dulu postingan saya yang ini. Hehe.. kemudian dia beraksi seorang diri mengatasi para teroris gadungan itu dengan keahliannya..
Wah.. kalau itu terjadi, pasti rame deh






karena saya sering juga bertemu dengan aparat yang baik hati, ramah, sabar, dan sopan dalam bertutur kata. Hanya saja oknum-oknum itu, yang sok jagoan karena dia aparat, selalu saja ada ya?
Apa karena para petinggi perusahaan itu berpikir bahwa karyawan butuh kerja, jadi bisa diperlakukan lebih seenaknya dibandingkan memperlakukan konsumen?
Yang mau ikutan





