Kolesterol Normal Untuk Jantung dan Hidup Sehat

Turunkan Kolesterol Temukan Cara Bagaimana Saya Menurunkan Kadar Kolesterol Sebanyak 231 Poin dari 374 Menjadi 143 Dalam Waktu 2 Bulan.

Turunkan Kolesterol!

Ubah Ide Menjadi Uang

Professional Jobless Rahasia mengubah 1 ide menjadi produk bernilai 10 Juta Rupiah dalam waktu 7 hari!

Buat Anda yang mencari penghasilan tambahan dengan modal minim, mencari ide bisnis yang menghasilkan dll..
Professional Jobless!

Opini Archives

Semua Ada Waktunya

Dulu, saya sering merasa heran akan banyak hal yang tidak mau dilakukan oleh anak saya, Nicole. Tapi seiring berjalannya waktu, semakin dia besar, dia mau melakukannya.

Contoh, dulu dia tidak mau berenang, masuk kolam renang langsung menangis sekuat-kuatnya. Sementara saya lihat anak-anak lain seumur dia senang sekali berenang dan bermain air. Tapi sekarang, dia sangat senang berenang, malahan jadi sering ngajak berenang :D

Dulu dia lebih sering diam saja ketika diajak ngobrol oleh orang lain, padahal di rumah cerewetnya bukan main. Sekarang dia sudah mau diajak ngobrol oleh orang yang belum dia kenal sekalipun.

Dari sini kita dapat belajar bahwa segala sesuatu memang ada waktunya. Ada waktunya kita bisa punya rumah sendiri, usaha sendiri, mobil sendiri dan lainnya. Memang, apa yang dialami anak-anak sehingga mereka bisa melakukan sesuatu adalah hal yang natural, alami, yang pasti akan terjadi dengan sendirinya. Sedangkan kalau masalah lain, misalnya kesuksesan, kan tidak akan terjadi dengan sendirinya? Kapan dong waktunya tiba?

Nah, kalau Anda merasa sama seperti saya yang belum sukses di dunia internet marketing, berarti kita memang belum waktunya sukses di bidang ini. Mungkin kita kurang fokus, kurang pengalaman, dan masih harus lebih banyak belajar lagi.

Maka dari itu tetap semangat dan berusaha untuk mencapai tujuan Anda! Siapa tahu, tinggal selangkah lagi adalah waktunya Anda mencapai tujuan Anda. Kalau sekarang berhenti, maka langkah terakhir itu tidak dilakukan, akibatnya tujuan tidak akan tercapai.

Mencari Ide Blogging

Ketika blogwalking, saya sering menemukan blogger yang mengungkapkan kebuntuan ide dalam blogging. Tidak tahu apa yang harus ditulis. Anda pernah mengalaminya, atau bahkan sering? :D Saya juga pernah mengalaminya.

Tapi saya yakin, sebenarnya ide blogging itu tidak terbatas. Yang membatasinya hanyalah pikiran kita saja. Kalau Anda berpikir bahwa sedang tidak punya ide, maka ide itu tidak akan / sulit datang. Tapi kalau Anda berkeyakinan bahwa ide blogging itu tidak pernah habis, maka kepala Anda akan penuh dengan ide-ide blogging.

Kepada para blogger yang sedang tidak punya ide, biasanya saya menyarankan di kolom komentar untuk mencari ide berdasarkan pengalaman sehari-hari. Setiap hari kita pasti melakukan sesuatu, dan salah satunya pasti bisa dijadikan bahan untuk menulis di blog. Misalnya:

  • Seharian nonton tv di rumah atau pergi nonton film ke bioskop, bisa menulis tentang film yang ditonton.
  • Seharian online di rumah, bisa menulis tentang website baru yang dikunjungi.
  • Di kantor ada kejadian atau pembicaraan dengan teman kantor yang menarik, bisa ditulis di blog.
  • Di jalan Anda melihat papan reklame dengan slogan yang tidak biasa, bisa Anda bahas.
  • Jalan-jalan ke mall dan ketemu artis sinetron, bisa Anda tulis seperti apa artis itu di luar layar kaca.
  • Teman Anda beli handphone baru, dan Anda coba-coba, bisa Anda tulis review handphone itu.
  • dan lain-lain yang tidak terbatas!

Beberapa contoh postingan saya berdasarakan pengalaman sehari-hari bisa dilihat di sini.

Tentu, ide-ide dari kehidupan sehari-hari itu agak sulit diterapkan pada blog dengan niche khusus, seperti blog tentang kesehatan atau blog SEO. Tapi untuk blog-blog personal, umum atau gado-gado seperti blog ini, ide-ide itu bisa diterapkan.

Saran lagi, bawa catatan ke mana pun Anda pergi. Ide bisa datang kapan saja di mana saja. Kalau tidak dicatat kita sering lupa. Saya dulu sering berpikir keras untuk menemukan ide yang hilang, sempat kepikiran sebuah ide untuk diposting, tapi kemudian lupa. Karena itu sekarang saya selalu mencatat begitu menemukan ide. Kalau repot bawa catatan, bisa dicatat di handphone.

So, ide buat ngeblog itu tidak terbatas, ayo makin rajin blogging! :thumb5:

Apa Salahnya Jadi Referral?

Ketika Anda menemukan seseorang mempromosikan produk yang menarik perhatian Anda, dengan menggunakan link referral / affiliate, apa yang akan Anda lakukan? Misalnya link adalah http://www.namaprogramyangmenarik.com/?id=123. Apakah Anda akan:

  1. Langsung klik link itu lalu ikutan daftar, sehingga jadi referral orang itu?
  2. Atau Anda copy link-nya, hapus ?id=123 nya, lalu browsing ke http://www.namaprogramyangmenarik.com/ dan ikutan program itu? :)

Saya tahu banyak orang yang melakukan hal yang ke-2. Saya sendiri kalau tahu suatu program dari seseorang, dan ada link referralnya, dengan senang hati saya akan menjadi referral orang itu. Buat saya pribadi sih, sebagai tanda terima kasih karena sudah membuat saya tahu akan adanya program itu. Kalau tidak ada dia, mungkin saya tidak akan tahu keberadaan program itu, kan? :D

Apa salahnya sih jadi referral? Tidak ada salahnya kan memberikan (sedikit) keuntungan kepada orang yang telah memberikan informasi kepada Anda?

NB: Postingan ini sama sekali tidak mengajak Anda untuk menjadi referral saya, cuma berbagi opini saja koq :D

Perpisahan Sebelum Berpisah

Menurut Anda, ketika akan ada teman / rekan kerja yang akan pergi, entah keluar kerja atau pindah cabang, kapan sih waktu yang paling tepat untuk mengadakan acara / pesta perpisahan? Sebelum dia pergi, hari terakhir kerja, atau malah sesudahnya?

Kemarin saya ada acara perpisahan dengan rekan kerja yang akan dimutasi, pindah cabang. Lucunya (buat saya), dia baru akan meninggalkan kami kurang lebih 2 minggu lagi. Karena dia perempuan, rekan-rekan kerja lainnya yang juga perempuan sudah pakai acara menangis-nangis segala. Aneh rasanya, setelah bersedih-sedih dan menangis-nangis, eh.. besok masih ketemu lagi selama 2 minggu. Nanti pas hari terakhir kerja pasti deh pakai acara menangis-nangis lagi :mrgreen:

Kalau menurut saya pribadi sih acara perpisahan seperti itu lebih baik dilakukan di hari terakhir atau hari dimana dia tidak akan bertemu kita lagi (untuk waktu yang cukup lama). Setuju gak? :)

Cukup Satu Kartu Kredit

Beberapa tahun belakangan, bank-bank berlomba-lomba mengucurkan kredit konsumen, salah satu yang paling gencar adalah kartu kredit. Karena itu, membuat kartu kredit menjadi jauh lebih mudah daripada sebelumnya.

Selain kemudahan membuat kartu kredit, promosi gencar pun dilakukan oleh bank-bank penerbit kartu, seperti gratis iuran tahun pertama, fasilitas cicilan dengan bunga ringan, dan banyak sekali diskon menarik di toko, restoran dan merchant lainnya.

Saking mudahnya membuat kartu kredit, dan dengan iming-iming berbagai keuntungan memiliki kartu kredit itu, saya pun jarang menolak bila ada yang menawarkan untuk membuat kartu kredit, dan parahnya, aplikasi saya selalu disetujui. Lho, disetuju koq parah? Hehe.. baca terus deh :D

Akhirnya saya punya cukup banyak kartu kredit. Di sini sedikit-sedikit masalah mulai masuk. Memasuki tahun ke-2, saya harus membayar iuran tahuan. Beberapa bank mengabulkan permohonan saya untuk pembebasan iuran tahunan itu, dengan catatan, kartu tidak boleh ditutup! Kalau kartu mau ditutup, iuran tahunannya jadi harus dibayar. :( Wah, harus jadi pemegang kartu itu selamanya dong kalau tidak mau dikenakan iuran? Betul! Itu pun kalau permohonan pembebasan iuran saya disetujui, karena tidak semua bank memberikan pembebasan iuran tahunan begitu saja, ada beberapa bank yang mengajukan syarat untuk pembebasan iuran tahunan, misalnya saya harus melakukan pembelanjaan dalam jumlah tertentu (yang cukup besar) dalam 3 bulan ke depan :noidea:

Masalah berikutnya adalah bunga. Karena belanja menjadi sangat mudah, tinggal gesek kartu saja, pembelanjaan jadi kurang terkontrol. Segala ingin dibeli dengan pemikiran bayar saja dulu dengan kartu kredit, toh bayarnya bulan depan, bisa dicicil lagi, atau kalau lagi gak ada uang, bayar saja dulu pembayaran minimalnya (biasanya 10% dari total tagihan bulanan). Jadinya kena bunga deh :roll: Dan bunga kartu kredit itu ajaib Jangan pikir menghitung bunga kartu kredit itu seperti menghitung bunga bank ya :talktohand: Mau tahu cara menghitung bunga kartu kredit? Lihat saja buku petunjuk kartu kredit Anda, atau cari di Google.. kemungkinan bakalan bikin kening berkerut deh :whistling:

Memang kesalahan murni ada di pihak saya, karena tidak mengontrol diri sendiri ketika berbelanja pakai kartu kredit. Tapi saya yakin banyak sekali orang yang mengalami seperti yang saya alami, berbelanja berlebihan. Lagipula, bukankah salah satu tujuan bank menerbitkan kartu kredit adalah demi mendapatkan keuntungan dari bunga? Maka dari itulah segala kemudahan kartu kredit dibuat. Saking mudahnya, banyak orang tanpa sadar terjerumus ke dalam hutang kartu kredit. Dan sekali lagi, pihak bank tidak salah sama sekali. Kan kita sendiri yang berbelanja, bank hanya memberikan fasilitas kreditnya.

Menurut saya, inilah bahayanya kredit konsumtif. Dan kartu kredit termasuk ke dalam kategori kredit konsumtif.

Satu per satu saya lunasi tagihan kartu kredit saya. Sekarang saya hanya punya 1 buah kartu kredit, yang bisa dipakai untuk transaksi online. Sisanya saya tutup semua. Kalau belanja sekarang saya bawa tunai atau pakai kartu debit. Ada duit beli, duit masih kurang ya nabung dulu, gak usah dipaksakan.

Memang, kadang ada perasaan sayang ketika masuk toko yang menawarkan diskon dengan kartu kredit tertentu, sedangkan saya sudah tidak punya lagi kartu kredit itu. Tapi kalau dipikir-pikir, diskon itu belum tentu seberapa lho. Kalau saya menggunakan kartu kredit, dan diskon yang saya dapatkan lebih besar dari iuran tahunan kartu kredit, mungkin masih ok lah, tapi kalau lebih kecil? Misalnya iuran tahunan kartu kredit adalah Rp 200 ribu, dan dalam 1 tahun saya hanya pakai kartu itu beberapa kali saja dan mendapatkan diskon total hanya Rp 50 saja, kan rugi Rp 150 ribu..

Kartu kredit memang punya nilai positif yang tidak dapat disepelekan, tapi juga ada negatifnya. Kebetulan bagi saya punya banyak kartu kredit itu lebih banyak negatifnya. Karena itu buat saya 1 kartu kredit saja sudah cukup, itu pun jarang dibawa, disimpan di rumah dan akan digunakan kalau emergency saja, dan untuk transaksi di internet.

Akhir kata, dengarkanlah apa yang dikatakan oleh Suze Orman, penasehat keuangan Oprah Winfrey:

Kalau Anda akan membeli sebuah barang menggunakan kartu kredit, dan Anda hanya mampu membayar tagihan minimum bulanan, berarti Anda tidak mampu membelinya.

Maksudnya.. jangan dibeli! :bye2:

Perangkap Tikus yang Bagus

Tiga hari belakangan ini, di rumah saya berkeliaran beberapa ekor tikus. Dan ada 1 “master” nya :D yang genduuutt sekali! Yang lainnya ukurannya sedang-sedang saja. Tampaknya tikus-tikus ini masuk dari luar ke dalam rumah.

Biasanya tikus takut dengan manusia kan? Tapi tikus-tikus ini tidak. Mereka dengan seenaknya berlarian walaupun ada orang di depannya. Jadinya kita yang takut sama tikus :oops: Saya benci sekali tikus. Mereka naik-naik ke meja, meninggalkan jejak-jejak kaki yang menjijikkan.

Tidak tahan lagi dengan keberadaan tikus-tikus yang mengganggu kehidupan ini, saya lalu beli lem tikus cap gajah di supermarket. Lem tikus ini sudah siap pakai, tinggal dibuka, diberi umpan di atasnya, disimpan, dan menunggu tikus kena lem sehingga tidak bisa kabur lagi. Istri saya pasang 2 lem tikus itu di 2 lokasi yang sering dilewati mereka. Hahaha.. hati ini senang membayangkan para tikus itu terjebak di atas lem. Hmm… jahat juga ya saya? :blush:

Tidak lama setelah lem tikus dipasang, istri saya datang dan bilang bahwa di salah satu lem yang dipasang, tikusnya tidak kena tapi umpannya hilang! Wah, saya pikir, apakah tikus sekarang sudah pintar sehingga dia bisa tahu bahwa itu adalah perangkap buat dia? Kami coba sekali lagi pasang umpan berupa daging ayam. Esok paginya, ternyata umpan itu hilang lagi! Ah.. masa sih tikus bisa tahu bahwa itu perangkap? Rasanya gak mungkin ya? Saya perhatikan, ternyata di atas lem tikus itu terdapat tapak-tapak kaki tikus! Ini artinya si tikus sudah menginjak lem, makan ayam, dan keluar lagi. Ternyata lemnya kurang kuat!

Saya lihat di lem yang satu lagi, aha! Di sini tikusnya kena dan tidak bisa kabur :thumb2: Tapi ini tikus yang lebih kecil. Jadi, rupanya si “master” tikus yang berhasil mengambil umpan dengan selamat tanpa terjebak lem. Mungkin karena dia besar sekali dan tenaganya kuat sehingga dapat dengan mudah berjalan-jalan di atas lem tikus ya? Padahal gambar di lem tikusnya, gajah saja tidak bisa lepas :laughloud:

Dulu saya juga pernah coba pakai racun tikus, yang katanya setelah tikusnya makan racun itu, dia akan mengalami gangguan penglihatan, lalu akan mencari tempat terang dan mati, sehingga bangkainya akan mudah ditemukan. Tapi walaupun wadah racunnya sudah berantakan, yang artinya si tikus sudah makan racunnya, tapi tidak mati juga. Atau jangan-jangan mereka matinya di luar rumah ya?

Teman-teman punya pengalaman atau saran supaya rumah bebas dari tikus? :D

500 Juta Rupiah Per Bulan

Judul postingan ini berlebihan gak? :D Menurut saya ini memang berlebihan. Dan yang bikin tambah berlebihan, 500 juta rupiah per bulan di sini bukan pendapatan, melainkan pengeluaran! Dan yang bikin semakin berlebihan, pengeluaran 500 juta rupiah per bulan ini adalah pengeluaran pribadi, bukan pengeluaran perusahaan :daydream:

Seorang kerabat saya minggu lalu ikutan sebuah seminar tentang bisnis. Jujur saya kurang menyimak apa yang dia ceritakan. Tapi saya menangkap 1 hal, bahwa sang pembicara yang juga seorang pebisnis, mengatakan bahwa pengeluaran (entah pengeluaran dia pribadi atau orang lain) mencapai 500 juta rupiah per bulan. Kebayang kan, kalau pengeluaran per bulan 500 juta, berapa penghasilannya? :noidea:

Menurut saya ini berlebihan, sangat berlebihan bahkan. Ya memang mungkin saja ada orang yang pengeluaran per bulannya sebesar itu. Tapi gak perlu disebutkan dengan bangga lah.. Ini sama namanya seperti menjual mimpi.

Saya jadi bertanya-tanya, apakah seminar-seminar bisnis dan motivasi yang ada sekarang ini mirip dengan ebook-ebook sampah yang menjual mimpi, yang menjanjikan rahasia dan cara cepat kaya? Kalau sang kerabat mengajak saya untuk ikutan seminar yang sama, pasti langsung saya tolak :mad: karena saya kan sering tidur di seminar :laughloud:

Rahasia dan Cara Cepat Kaya

Adakah cara cepat menjadi kaya raya? Adakah rahasia menjadi kaya secara instan? Jawabannya, ada! Tapi ilegal, seperti jualan narkoba, merampok, dll. Ah, jangan yang ilegal, yang legal dan aman-aman aja deh.. ada? Ada! Menikahlah dengan orang kaya raya :grin3: Tapi ngedeketin orang kaya juga butuh usaha banyak dan waktu, gimana dong? Wake up, man! Bangun! Sadar! Jangan mau enak doang! Usaha dong!

Cepat itu berapa lama?
Buat saya, menjadi kaya dalam waktu 5 tahun adalah waktu yang cepat, sementara bagi orang lain mungkin itu terlalu lama.

Kuncinya adalah Belajar dan Usaha
Seberapa cepat anda menjadi kaya tergantung dari seberapa cepat anda belajar. Seperti seorang salesman, seberapa cepat ia belajar mengenai produk yang dijualnya, cara presentasi, cara mengatasi keberatan klien, cara mengatasi rasa takut ditolak dan lain sebagainya, kemudian mempraktekkan ilmunya menentukan seberapa cepat ia sukses. Kalau ia malas belajar, malas ikut pelatihan sales, akan semakin lama ia belajar sehingga ia tidak akan praktek, dan semakin lama ia (kalau tidak akan) kaya.

Begitu juga dengan internet marketing. Seberapa cepat anda belajar internet marketing menentukan seberapa cepat anda berhasil di dunia ini. Belajar yang saya katakan di sini bukan hanya belajar teori lho, tapi juga belajar dari pengalaman, terutama pengalaman gagal. Kalau beberapa kali gagal anda menyerah, ya selamanya tidak akan pernah berhasil. Anda pasti tahu cerita-cerita orang-orang sukses yang berkali-kali gagal, tapi pantang menyerah, dan akhirnya berhasil.

Robert Kiyosaki mengatakan bahwa uang tidak menjadikan kita kaya. Kalau dengan ukuran uang, punya uang Rp 500 juta mungkin sudah membuat saya merasa kaya raya, sedangkan menurut orang lain punya uang segitu belum bisa dibilang kaya. Proses belajarlah yang menjadikan kita kaya. Dengan belajar, kita punya ilmu, dan ilmu itu bisa membuat kita kaya.

Kenapa banyak orang miskin yang kaya mendadak karena menang undian tidak dapat mempertahankan kekayaannya, kemudian dalam waktu singkat jatuh miskin kembali? Karena mereka tidak melalui proses pembelajaran dalam mendapatkan kekayaan itu.

Akhir kata, tidak ada yang namanya kaya mendadak (kecuali seperti yang sudah disebutkan di atas). Semuanya perlu proses belajar, dan memakan waktu. Kalau anda tergiur dengan para penjual mimpi di internet yang menawarkan rahasia dan cara cepat kaya dari internet atau cara gampang mendapatkan uang dari internet, pikirkanlah lagi dan lagi. Kalau dikatakan, “Saya menghasilkan Rp 10 juta dalam 10 hari.” Apakah 10 hari selanjutnya dia masih menghasilkan Rp 10 juta lagi, atau cuma satu kali itu saja dan dia sudah berani buat ebook?

Daripada buang-buang duit beli ebook yang pengarangnya gak jelas, dengan screenshot bukti penghasilan yang gampang dimodifikasi, mendingan beli buku yang pengarangnya sudah terbukti beneran orang kaya yang kompeten, yang tidak mengajarkan cara kaya instan melainkan mengajarkan konsep cara menjadi kaya, seperti buku-buku karangan Napoleon Hill, Robert Kiyoaski, Donald Trump dll.

Pentingnya Membuat Jadwal

Kebanyakan marketer-marketer sukses (tidak hanya internet marketer) seperti yang saya baca di banyak buku, selalu membuat jadwal untuk kegiatan mereka. Saya pikir ini penting juga lho buat kita-kita (blogger) yang juga berprofesi sebagai internet marketer.

Seringkah anda, ketika sedang mengurus blog, tiba-tiba:

  • terbersit ide untuk blog yang lain, lalu meninggalkan blog yang sedang dikerjakan dan mengurus blog yang lain?
  • YM atau instant messenger apa pun berkedip-kedip tanda ada yang ngajak chat?
  • ingat harus mengecek forum apakah postingan pertanyaan kita ada yang membalas, lalu akhirnya tenggelam ber-forum ria?

Saya sering seperti itu :blush: Kerja serabutan. Akibatnya, pekerjaan yang seharusnya selesai menjadi terbengkalai. Karena itu, saya pikir sangat penting bagi kita untuk membuat jadwal pekerjaan kita, dalam konteks ini saya berbicara pekerjaan sebagai internet marketer.

Buatlah jadwal setiap hari untuk mengurus blog, beraktifitas di forum, chatting, blogwalking, facebook-an, mengurus affiliate, apa pun! Buat jadwal untuk 1 minggu, dan kalau bisa setiap minggu jadwalnya selalu sama, sehingga kita terbiasa, terlatih, dan fokus pada apa yang harus kita kerjakan. Akan lebih baik juga kalau pakai agenda / organizer.

Dan yang paling penting, taati jadwal yang sudah anda buat sendiri. Pada saat anda blogwalking, matikan YM atau instant messenger anda. Kalau ada ide tiba-tiba muncul di kepala, catatlah untuk dilakukan nanti pada saat yang telah dijadwalkan!

Jadwal memang mudah untuk dibuat, dan sangat sulit untuk dilakukan. Saya juga seringkali masih melenceng dari jadwal yang saya buat sendiri. Tapi kalau kita berusaha untuk melakukannya setiap hari, saya yakin perlahan-lahan akhirnya kita akan terbiasa dan melakukan pekerjaan sesuai dengan jadwal.

So, sudahkan anda membuat jadwal? :thumb5:

Istirahat Jangan Terlalu Lama

Setelah liburan lama seperti akhir tahun kemarin, buat anda yang bekerja offline (ngantor), apa sih yang dirasakan pada hari pertama kerja? Ya, rasa malas yang teramat sangat. Pasti ada juga sih yang malah jadi semangat, tapi kebanyakan (seperti saya dan teman-teman kerja) rasanya males banget mau kerja lagi. Apalagi satu hari sebelum masuk kerja, membayangkan besok mulai kerja lagi.. huh.. rasanya bikin pengen cepet-cepet keluar kerja dan jadi full time blogger :grin3:

Tapi, hari ini, begitu mulai kerja lagi, toh semua rasa malas itu perlahan-lahan hilang sendiri seiring dengan kesibukan kerja. Menurut saya, libur yang terlalu lama itu bisa menjadi biang keladi rasa malas tadi. Kalau orang yang kerja ke orang lain (seperti saya) masih mendingan, karena saya mau tidak mau harus masuk kerja. Jadi walaupun sangat terpaksa, toh saya pergi kerja juga. Yang bahaya adalah kalau kita bekerja untuk diri sendiri. You are your own boss!

Saya pernah dengar nasehat dari seorang agen asuransi yang sangat sukses. Dia mengatakan bahwa yang paling sulit adalah memulai kembali. Setelah bekerja keras selama hampir satu tahun, kalau liburan dan santai terlalu lama, dan sudah terbiasa tidak kerja, memulai kerja kembali kadang sangat sulit. Bahaya kan, buat diri sendiri?

Nah, begitu juga dengan nge-blog. Kalau kita istirahat nge-blog terlalu lama, bisa-bisa kita keterusan malas nge-blog lagi, penghasilan dari blog pun pasti perlahan-lahan turun (buat yang cari duit dari blogging), dan biasanya kita baru bangun tersadar setelah agak atau sangat terlambat. Maka dari itu, kalau liburan jangan terlalu lama deh. Kalau pun mau lama-lama, pastikan bahwa kita sudah terlebih dahulu financially secured, atau istilah kerennya bebas secara financial. :thumb5: Setuju kan? :tongue2:

Page 2 of 3123