RSS Feed

Jimmy Sun

Anything on my mind…

Archive for the ‘Opini’ Category

Takut dengan Aparat?

Tuesday, July 15th, 2008

Jujur, secara umum, apa sih yang anda rasakan apabila anda berada di dekat aparat, entah itu tentara atau polisi? Apakah anda merasa nyaman dan terlindungi? Kalau saya pribadi, kadang saya merasa tidak nyaman. Kenapa kadang? Karena kalau aparatnya saya kenal, ya saya adem ayem saja.

Apalagi kalau urusan bisnis, rasanya banyak yang enggan berbisnis dengan mereka. Contohnya saja, kemarin di sebuah bank yang saya datangi, ada seorang aparat di sana, marah-marah, berbicara dengan suara yang lantang keras, sungguh mengganggu nasabah lainnya. Ceritanya, ternyata dia merasa dirugikan dengan kontrak perjanjian pembiayaan yang telah ditandatanganinya.

Padahal, dia tanda tangan lho, resmi! Dia mau nuntut secara hukum seperti apa pun pasti kalah. Kalau dia ternyata merasa dirugikan, atau dia tidak membaca dengan teliti perjanjian kontraknya, itu kan salah dia sendiri kenapa mau tanda tangan?

Sang jagoan aparat lalu berkata, “Panggil atasanmu ke sini!” pada petugas bank. Ketika si petugas bank yang perempuan itu masuk ke dalam untuk memanggil atasannya, si aparat berkata dengan suara yang kencang kepada nasabah-nasabah lain yang menyaksikan, seperti seorang guru yang mengajar kepada murid-muridnya, “Orang Indonesia ini sudah bodoh-bodoh, malah dibodoh-bodohin sama orang pintar!”

Saya berpikir dalam hati (gak berani lah saya ngomong sama dia, bahaya!), enak aja ngomong orang Indonesia pada bodoh, orang Indonesia tuh udah pinter-pinter, buktinya semakin banyak blogger, blogger itu kan orang-orang pinter semua :thumb5: kalo gak pinter gak akan bisa bikin blog, betul? Dia sendiri aja yang bodoh main tanda tangan tanpa baca apa yang dia tandatangani.

Salah satu ciri orang bodoh juga adalah menyelesaikan masalah dengan membuat masalah baru yang ternyata tidak menyelesaikan masalah. Beliau ini main marah dan main bentak seenaknya, apakah itu ciri orang pintar? Dia bilang orang bodoh dibodohi orang pintar, dan dia merasa dibodohi, berarti dia yang bodoh kan?

Yah, saya sih tertawa saja dalam hati melihat hal itu. Kelanjutannya gimana saya tidak tahu, karena sang aparat dibawa masuk oleh atasan petugas bank. Oh ya, saya tidak mengatakan semua aparat seperti ini lho :bye: karena saya sering juga bertemu dengan aparat yang baik hati, ramah, sabar, dan sopan dalam bertutur kata. Hanya saja oknum-oknum itu, yang sok jagoan karena dia aparat, selalu saja ada ya?

Kasihan Anak Jalanan

Friday, July 11th, 2008

Lampu stopan berwarna merah, mobil saya pun berhenti. Lalu terdengar suara anak-anak berlarian, saya lihat dari jendela mobil, ada 3 anak kecil, satu perempuan dan dua laki-laki.

Yang perempuan terlihat yang paling besar, mungkin umurnya sekitar 10 tahunan. Tapi yang membuat hati ini sangat sedih, melihat anak laki-laki yang paling kecil, mungkin umurnya baru 2 tahun, lebih kecil dari anak saya yang 2,5 tahun. Anak laki-laki yang satu lagi lebih besar, mungkin sekitar 6 atau 7 tahun.

Anak perempuan menghilang entah ke mana, sementara anak yang paling kecil memegang kerincingan di tangannya, menangis :( Anak lelaki yang lebih besar menggendongnya, lalu membawanya ke jendela mobil saya. Dari jendela mobil, saya cuma bisa melihat tangan anak yang paling kecil menggoyang-goyangkan kerincingan-nya (karena mobil saya cukup tinggi, bukan sedan).

Saya sudah sering melihat anak-anak kecil yang jadi anak jalanan di Bandung, dan kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak anak kecil yang tidur di pinggir jalan di bawah panasnya matahari, dan banyak yang jadi peminta-minta. Karena sering melihat hal seperti ini, rasanya sudah biasa dan tidak ada perasaan khusus, cuma sekedar kasihan saja.

Tapi tadi, melihat anak paling kecil itu digendong anak yang lebih besar, yang entah siapanya, malam hari, dingin, dengan angin yang cukup besar, tanpa jaket atau mantel, dan menangis, rasanya hati ini pedih sekali, bukan cuma sekedar kasihan, tapi kasihan sekali. Saya bayangkan anak saya yang lebih besar dari dia saja di rumah masih suka manja dan rewel, bagaimana dengan anak yang lebih kecil?????!!!!!!!!

Sungguh saya tak habis pikir koq bisa orang tuanya membiarkan anaknya seperti itu? Kemana orang tuanya yang seharusnya bekerja? Se-desperate-desperate-nya, se-putus-asa-putus-asa-nya orang tua, rasanya tidak pantas memperlakukan anaknya seperti itu. Kalau anak-anak itu adalah korban penculikan, koq didiamkan saja?

Siapa yang salah? Pemerintah yang tidak dapat mengayomi rakyatnya? Orang tua? Masyarakat? Apakah saya dan anda juga salah? Atau semua pihak salah? Atau tidak ada yang bisa disalahkan?

Maaf, waktu nulis postingan ini kebayang anak kecil tadi, perasaan ini jadi campur aduk, sedih, kesel, marah, jadinya tulisannya seperti ini :cry:

Aset Terpenting Perusahaan

Tuesday, April 22nd, 2008

Sering dengar “pepatah” yang mengatakan bahwa aset terpenting bagi perusahaan adalah konsumen (customer / pelanggan) ? Saya sering dengar itu.

Nah, menurut saya, lebih tepat seperti ini: Konsumen adalah aset yang sangat penting bagi perusahaan. Aset terpenting perusahaan adalah karyawan dan konsumen. :D

Kenapa? Karena menurut saya dua-duanya sama penting. Perusahaan kalau tidak punya konsumen akan bangkrut, dan kalau tidak punya karyawan pun akan mati. Bayangkan kalau perusahaan tidak punya karyawan, mau produksi apa? Siapa yang mau jualan? Siapa yang bikin pembukuan dll? The boss? Gak mungkin kan! Begitu juga kalau tidak ada yang beli produknya, gak mungkin perusahaan bisa jalan terus. Jadi, dua-duanya sama penting.

Kalau begitu, kenapa masih banyak perusahaan yang memanjakan konsumennya dan “menindas” karyawannya? :angry: Apa karena para petinggi perusahaan itu berpikir bahwa karyawan butuh kerja, jadi bisa diperlakukan lebih seenaknya dibandingkan memperlakukan konsumen? :noidea:

Blogguebo

Saturday, March 15th, 2008

Tadi lihat postingan blogguebo tentang kontesnya, saya jadi pengen ikutan nge-rame-in :D

Langsung to the point saja ya, untuk urusan konten atau artikel-artikel yang ditulis, blogguebo sudah tidak perlu diragukan lagi. Artikel-artikelnya yang berhubungan erat dengan dunia bisnis online sangat berguna buat pemula maupun mereka yang sudah ahli. Contoh artikelnya yang bagus adalah cara mendaftar Google Adsense, pasti sangat berguna buat yang masih awam tentang Adsense dan ingin mulai ikutan menikmati cek adsense :thumb5:

Design blog-nya juga cukup enak dipandang mata, cuma menurut saya akan lebih enak lagi kalau ada garis pembatas antara sidebar yang terletak di kiri dan kanan dengan konten yang terletak di tengah. Dalam membuat daftar list, saya lihat blogguebo masih kurang rapi / teratur, akan lebih enak dibaca kalau menggunakan tag <ul> atau <ol>

Nah, untuk kekurangan blogguebo, buat saya cuma satu, yaitu blogguebo masih menggunakan hosting gratisan blogspot. :noidea: Untungnya blogguebo sudah punya domain sendiri. Kenapa hosting gratisan blogspot kurang sreg buat saya? Karena:

  1. Menurut saya, sebagai blog yang mengajarkan tentang cara cari duit online, blogguebo dapat memberi contoh yang bagus dengan menggunakan hosting sendiri yang berbayar. Apalagi blogguebo sudah bisa mengadakan kontes berhadiah total Rp 2 juta, pasti mas Medhy sebagai sang empunya blog sudah mampu membeli hosting berbayar.
  2. Kekurangan lain blogspot yang cukup mengganggu (bukan hanya saya saja, sudah banyak yang mengeluhkan hal ini) adalah repotnya meninggalkan komentar. Tidak seperti wordpress dimana pembaca bisa langsung memberikan komentar begitu setelah membaca artikel, di blogspot kan harus klik satu link lagi, menunggu loading page lagi, baru tulis komentar.

Tentu saya menyarankan untuk beralih ke WordPress, untuk beralih ke WordPress sangat mudah koq, apalagi postingan lama di blogspot bisa dengan mudah diimpor ke WordPress.

Apa lagi ya? Itu aja deh pendapat saya tentang blogguebo. :grin2: Yang mau ikutan kontes review berhadiah ini, buruan ikutan, mumpung masih ada waktu. Tenang, gak akan dianggap google sebagai paid review koq, blogguebo kan bukan broker paid review :tongue2:

Pengusaha atau Karyawan?

Tuesday, January 29th, 2008

Mana yang lebih baik, kerja ke orang atau usaha sendiri? Nah, berdasarkan pengalaman saya sendiri, coba deh anda tanya sama orang yang kerja ke orang lain (karyawan), kebanyakan mereka pasti akan bilang lebih enak usaha sendiri, dengan alasan menjadi bos untuk diri sendiri, tidak terikat waktu jam kantor, penghasilan lebih besar dan lain sebagainya berbagai keunggulan punya usaha sendiri.

Lalu, coba juga anda tanya sama para pengusaha. Banyak juga lho dari mereka yang bilang lebih enak kerja ke orang, karena tiap bulan sudah pasti dapat gaji, gak pusing ngurusin pegawai dan lain sebagainya keunggulan kerja ke orang.

Nah, menurut saya, apa yang dikatakan para karyawan bahwa lebih enak jadi pengusaha adalah benar, asalkan jadi pengusaha yang sukses yang punya penghasilan besar. Begitu juga dengan apa yang dikatakan para pengusaha bahwa lebih enak jadi karyawan adalah benar, asalkan jadi karyawan dengan kedudukan tinggi, misalnya jadi direktur yang bergaji puluhan juta.

Jadi gimana dong? Mendingan kerja ke orang atau jadi pengusaha? Ah.. kalo saya mah daripada pusing, mendingan jalanin dua-dua nya aja! Kalau di dunia internet, bisnis offline jalan.. bisnis online juga jalan :thumb6: Tapi kalau usaha sudah maju, jelas lebih baik kembangkan usaha sendiri dan jadi bos untuk diri sendiri.

Pendapat ini sejalan dengan mereka yang pernah saya tanya yang belum saya sebutkan di atas, yaitu para pengusaha yang dulunya kerja ke orang (ya.. ya.. para pengusaha yang saya sebutkan di paragraf ke-2 di atas adalah para pengusaha yang belum pernah jadi karyawan). Setuju kan dengan pendapat ini?

Chris John dan Denada

Saturday, January 26th, 2008

chris johnChris John menang! Chris The Dragon John juara! Barusan selesai nonton pertandingan antara Chris John melawan Roinet Caballero petinju dari Panama. Sebagai penggemar dan pengagum Chris John, saya pasti nonton kalo ia bertanding (padahal tadi tahu Chris John tanding pas mindah-mindahin channel tv, untung ketauannya pas masih pertandingan pembuka, jadi saya gak ketinggalan nonton pertandingan Chris John dari awal).

Bukan, saya bukannya mau membahas pertarungan antara Chris John dengan Roinet Caballero, karena saya bukan ahli dan pengamat tinju, dan karena Chris John sudah jelas mendominasi pertandingan tadi. Tapi saya tergelitik saja untuk menulis tentang pertandingannya, bukan pertarungannya (beda kan?). Ada beberapa hal yang menurut saya cukup menarik.

Pertama, faktor Denada. Maaf kalau saya salah, tapi setahu saya dalam pertandingan tinju kelas dunia, belum pernah ada presenter (MC) wanita, dan ini penyanyi dangdut pula! :D Sekali lagi maafkan kalau saya salah. Menurut saya Denada cukup baik menjadi MC pertandingan tinju tadi.

Kedua, saya juga belum pernah melihat pertandingan tinju kelas dunia dimana ketika kedua petinju nongol untuk masuk ring, ada adegan pembuka berupa wanita-wanita yang seksi (seharusnya) menari-nari meliuk-liuk dengan seksinya. Sekali lagi maafkan kalau saya salah..

Ketiga, kalau para wanita itu bener-bener seksi sih gak masalah lah buat saya, saya pasti enjoy aja :tongue2: Tapi masalahnya perut para penari yang dipertontonkan itu.. ah.. maaf.. lemaknya masih kemana-mana! :hand: Sekali lagi maaf ya..

Udah ah segitu aja, jadinya kebanyakan minta maaf.. sekali lagi maaf ya.. (tuh kan!). Btw, selamat buat Chris John.. salut! :salute: