Kagum dan salut. Itulah perasaan saya terhadap Zalukhu, seorang blogger yang menyebut dirinya dengan Nias Augusman Zalukhu. Apakah Nias itu memang nama depan sang blogger atau karena dia berasal dari Nias ya?
Blogger hebat ini mengejutkan saya ketika dia berikrar untuk membuat 100 review 200 jam. Yang direview adalah blog-blog Indonesia. Kalau dirata-rata, ini berarti 1 postingan review setiap 2 jam. Luar biasa kan? Untuk hitungan pastinya silakan lihat analisa dari mas Hakimtea.
Rasanya saya belum pernah menemukan blogger yang melakukan hal seperti ini. Di saat minggu lalu saya absen posting 1 minggu, Zalukhu malah bikin posting banyak sekali, dan postingannya saya yakin bukan merupakan postingan yang mudah, karena blogger yang ngefans berat sama Po (Panda dari Kungfu Panda) dan bahkan menyebut dirinya mirip dengan Po ini harus membuat review, bukan postingan asal-asalan.
Selamat buat Zalukhu yang sudah mencetak prestasi spektakuler ini
Menurut saya wajar bila Nias Augusman Zalukhu disebut sebagai blogger spektakuler Indonesia ![]()
Ketika akan membuat PhotoBlog, saya memutuskan menggunakan subdomain saja daripada beli domain lagi, karena ini kan buat hobi saja
. Kebetulan WordPress versi terbaru (2.6) baru diluncurkan. Jadi saya pun memutuskan (lagi) untuk pakai WordPress 2.6 ini.
Setelah saya set subdomainnya, lalu upload WordPress 2.6, lalu saya akses http://photoblog.jimmysun.net, langsung timbul keanehan, karena yang muncul di browser bukannya instalasi WordPress, melainkan blog ini (http://www.jimmysun.net)!
Seumur-umur berkutat dengan yang namanya domain, baru sekarang menemukan kasus aneh seperti ini, yang diakses adalah subdomain, tapi yang kebuka adalah main domain. Saya cek apakah subdomain ini di-redirect, ternyata tidak. Saya pun langsung kontak support hosting saya via live chat. Mereka pasti sudah kenal saya karena sering banget kontak mereka begitu ada masalah sedikit saja
Saya jelaskan sama si bule masalah yang terjadi, dan dia pun langsung meneruskan masalah ini ke bagian tekniknya. Tak lama kemudian saya email-emailan sama si orang tekniknya ini. Dia pun tampak kebingungan, sampai minta username dan password login cPanel saya, yah gimana lagi, supaya cepet beres saya kasih aja
Dia coba membuatkan redirect, tapi saya menolaknya karena saya keukeuh bahwa blog ini harus diakses dengan alamat http://photoblog.jimmysun.net, sampai setelah 8 kali saling bertukar email, dia mengatakan “please re-install your wordpress.” Di sini saya langsung berpikir jangan-jangan si WordPress yang bikin masalah.
Ternyata benar! Kalau saya akses http://photoblog.jimmysun.net/readme.html, berhasil sebagaimana mestinya, tapi kalau saya akses http://photoblog.jimmysun.net masih menuju ke http://www.jimmysun.net.
Saya coba langsung akses ke URL untuk install WordPress-nya (di dalam wp-admin), ternyata dibilang bahwa WordPress sudah terinstall!
Tambah pusing deh, sudah terinstall dari mana coba?? Trus bagaimana akhirnya bisa berhasil install WordPress 2.6 nya? Caranya, saya install dulu pake WordPress 2.5.1 di subdomain itu, yang ternyata berhasil
dan kemudian saya upgrade ke versi 2.6 menggunakan plugin Instant Upgrade.
Teman-teman ada yang install langsung WordPress 2.6 di subdomain (bukan upgrade)? Apa mengalami masalah serupa? Atau lancar-lancar saja? Hmm.. aya aya wae si WordPress teh 
Wah, tidak terasa, sudah seminggu gak posting, ini rekor lho
maaf ya teman-teman saya belum balas komentar-komentarnya, waktu cepat sekali berlalu ya
Seminggu ini, selain karena pekerjaan yang bikin lelah, saya punya “mainan” baru. Ya, saya bikin blog baru, bukan blog biasa, tapi ini photoblog.
Anda semua pasti sudah tahu apa itu photoblog, kan? Dari namanya saja sudah ketahuan koq
Photoblog adalah blog yang isinya hanya foto saja. Kan a picture speaks a thousand words, sebuah gambar bisa berbicara seribu kata, katanya..
Nah, karena saya senang jeprat-jepret sana sini, saya coba bikin photoblog. Waktu searching di Google, ternyata banyak sekali photoblog yang sudah ada duluan, tapi ya saya nemunya photoblog punya orang luar. Saya bukan fotografer profesional, kamera yang saya pakai juga hanya kamera amatir, Canon PowerShot A430 dan Sanyo Xacti. Yah sekedar menyalurkan hobi saja
Pengennya sih nantinya punya Camera DSLR
Tantangan dalam membuat photoblog terutama ada di desain blog itu sendiri. Photoblog biasanya hanya menampilkan satu foto dalam setiap page. Jadi begitu anda buka sebuah photoblog, yang muncul hanya 1 postingan foto, berbeda dengan blog biasa yang biasa menampilkan banyak posting. Hal ini dapat dilakukan dengan mudah di WordPress dengan mengeset Blog pages show at most ke angka 1 di opsi Reading.
Tantangan berikutnya adalah membuat halaman index menjadi seperti halaman single (buat yang suka utak atik WordPress pasti langsung tahu maksud saya). Jadi begitu anda buka Home, langsung muncul satu foto dengan tombol “Previous” untuk melihat foto sebelumnya.
Saya sempat mencoba PixelPost, sebuah script yang dibuat khusus untuk photoblog, tapi rasanya hati ini memang tidak bisa jauh dari WordPress. Setelah mengutak atik PixelPost, akhirnya pilihan jatuh lagi ke WordPress. Saya pun menggunakan theme WordPress yang didesain khusus untuk PhotoBlog, yaitu Nishita.
Masalah lain muncul lagi, theme ini, seperti kebanyakan theme WordPress lain yang didesain khusus untuk photoblog, menggunakan sistem comment dengan sistem popup window, seperti blogspot jaman baheula! Parahnya lagi, untuk melihat komentar yang sudah ada pun, kita harus mengklik link comment dulu, lalu muncul popup window, baru di popup window itu ada komentar-komentar plus form untuk meninggalkan komentar. Walaupun mungkin gak akan banyak yang meninggalkan komentar, tapi sistem komentar seperti ini kurang pas di hati, jadinya edit lagi
dan berhasil! Komentar beserta form nya bisa muncul di bawah foto. Untuk melihat hasilnya, silakan langsung menuju ke TKP di sini: Jimmy Sun’s PhotoBlog
sengaja gak pake screenshot
Semua foto-foto yang ditampilkan di host di Flickr, biar hemat bandwidth dan space hosting
Ayo dong main ke photoblog saya
ini alamatnya http://photoblog.jimmysun.net. Oh ya, minta pendapat dong, pasangin iklan jangan ya?
Tak terasa, hari ini sudah hari Jumat lagi
Waktunya belanja mingguan (sudah tadi) dan waktunya bergadang karena besok gak usah kerja
Asik bisa nerusin nonton House season 2
Sering gak sih, anda merasa waktu itu berjalan sangat cepat? Kalau saya, beberapa minggu belakangan ini sering merasa begitu, tiba-tiba sudah hari Jumat lagi, padahal Jumat minggu lalu rasanya belum lama.. Mungkin karena belakangan pekerjaan numpuk, bikin sibuk setengah mati, jadinya jalannya waktu tidak begitu terasa.
Sudah ah.. postingannya pendek aja
Mau blogwalking sebentar, terus nonton.. sudah siap-siap Chic-Choc, Cha Cha, Stikko Fingers, plus jus apel
Wah kolesterol bisa naik lagi nih ![]()
Jujur, secara umum, apa sih yang anda rasakan apabila anda berada di dekat aparat, entah itu tentara atau polisi? Apakah anda merasa nyaman dan terlindungi? Kalau saya pribadi, kadang saya merasa tidak nyaman. Kenapa kadang? Karena kalau aparatnya saya kenal, ya saya adem ayem saja.
Apalagi kalau urusan bisnis, rasanya banyak yang enggan berbisnis dengan mereka. Contohnya saja, kemarin di sebuah bank yang saya datangi, ada seorang aparat di sana, marah-marah, berbicara dengan suara yang lantang keras, sungguh mengganggu nasabah lainnya. Ceritanya, ternyata dia merasa dirugikan dengan kontrak perjanjian pembiayaan yang telah ditandatanganinya.
Padahal, dia tanda tangan lho, resmi! Dia mau nuntut secara hukum seperti apa pun pasti kalah. Kalau dia ternyata merasa dirugikan, atau dia tidak membaca dengan teliti perjanjian kontraknya, itu kan salah dia sendiri kenapa mau tanda tangan?
Sang jagoan aparat lalu berkata, “Panggil atasanmu ke sini!” pada petugas bank. Ketika si petugas bank yang perempuan itu masuk ke dalam untuk memanggil atasannya, si aparat berkata dengan suara yang kencang kepada nasabah-nasabah lain yang menyaksikan, seperti seorang guru yang mengajar kepada murid-muridnya, “Orang Indonesia ini sudah bodoh-bodoh, malah dibodoh-bodohin sama orang pintar!”
Saya berpikir dalam hati (gak berani lah saya ngomong sama dia, bahaya!), enak aja ngomong orang Indonesia pada bodoh, orang Indonesia tuh udah pinter-pinter, buktinya semakin banyak blogger, blogger itu kan orang-orang pinter semua
kalo gak pinter gak akan bisa bikin blog, betul? Dia sendiri aja yang bodoh main tanda tangan tanpa baca apa yang dia tandatangani.
Salah satu ciri orang bodoh juga adalah menyelesaikan masalah dengan membuat masalah baru yang ternyata tidak menyelesaikan masalah. Beliau ini main marah dan main bentak seenaknya, apakah itu ciri orang pintar? Dia bilang orang bodoh dibodohi orang pintar, dan dia merasa dibodohi, berarti dia yang bodoh kan?
Yah, saya sih tertawa saja dalam hati melihat hal itu. Kelanjutannya gimana saya tidak tahu, karena sang aparat dibawa masuk oleh atasan petugas bank. Oh ya, saya tidak mengatakan semua aparat seperti ini lho
karena saya sering juga bertemu dengan aparat yang baik hati, ramah, sabar, dan sopan dalam bertutur kata. Hanya saja oknum-oknum itu, yang sok jagoan karena dia aparat, selalu saja ada ya?
Lampu stopan berwarna merah, mobil saya pun berhenti. Lalu terdengar suara anak-anak berlarian, saya lihat dari jendela mobil, ada 3 anak kecil, satu perempuan dan dua laki-laki.
Yang perempuan terlihat yang paling besar, mungkin umurnya sekitar 10 tahunan. Tapi yang membuat hati ini sangat sedih, melihat anak laki-laki yang paling kecil, mungkin umurnya baru 2 tahun, lebih kecil dari anak saya yang 2,5 tahun. Anak laki-laki yang satu lagi lebih besar, mungkin sekitar 6 atau 7 tahun.
Anak perempuan menghilang entah ke mana, sementara anak yang paling kecil memegang kerincingan di tangannya, menangis
Anak lelaki yang lebih besar menggendongnya, lalu membawanya ke jendela mobil saya. Dari jendela mobil, saya cuma bisa melihat tangan anak yang paling kecil menggoyang-goyangkan kerincingan-nya (karena mobil saya cukup tinggi, bukan sedan).
Saya sudah sering melihat anak-anak kecil yang jadi anak jalanan di Bandung, dan kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak anak kecil yang tidur di pinggir jalan di bawah panasnya matahari, dan banyak yang jadi peminta-minta. Karena sering melihat hal seperti ini, rasanya sudah biasa dan tidak ada perasaan khusus, cuma sekedar kasihan saja.
Tapi tadi, melihat anak paling kecil itu digendong anak yang lebih besar, yang entah siapanya, malam hari, dingin, dengan angin yang cukup besar, tanpa jaket atau mantel, dan menangis, rasanya hati ini pedih sekali, bukan cuma sekedar kasihan, tapi kasihan sekali. Saya bayangkan anak saya yang lebih besar dari dia saja di rumah masih suka manja dan rewel, bagaimana dengan anak yang lebih kecil?????!!!!!!!!
Sungguh saya tak habis pikir koq bisa orang tuanya membiarkan anaknya seperti itu? Kemana orang tuanya yang seharusnya bekerja? Se-desperate-desperate-nya, se-putus-asa-putus-asa-nya orang tua, rasanya tidak pantas memperlakukan anaknya seperti itu. Kalau anak-anak itu adalah korban penculikan, koq didiamkan saja?
Siapa yang salah? Pemerintah yang tidak dapat mengayomi rakyatnya? Orang tua? Masyarakat? Apakah saya dan anda juga salah? Atau semua pihak salah? Atau tidak ada yang bisa disalahkan?
Maaf, waktu nulis postingan ini kebayang anak kecil tadi, perasaan ini jadi campur aduk, sedih, kesel, marah, jadinya tulisannya seperti ini ![]()
Beberapa hari lalu, waktu ke toko buku Togamas untuk beli satu buku yang sudah jadi incaran, dan sudah berjanji pada diri sendiri gak akan bookwalking, tiba-tiba mata saya “menangkap” sebuah buku berjudul Membuat Toko Online dengan Multiply, Cara Mudah Menjaring Uang Lewat Blog Gratisan.
Pengarangnya seorang wanita muda yang baru berusia 25 tahun bernama Ollie, tapi sudah sukses menjalani bisnis online. Sudah beberapa lama saya menjadi pembaca blog pribadinya. Ollie ini mempunyai beberapa bisnis online, seperti toko buku online kutukutubuku, butik online, jasa pembuatan website dan lainnya (bisa anda lihat di blognya).
Saya sudah tahu ada buku ini dari blognya, dan sudah rencana mau beli via toko buku onlinenya, tapi lantaran di Togamas harganya sama dan gak perlu pake ongkos kirim, jadi saya beli aja di sini.. lumayan hemat ongkos kirim kan? Janjinya gak ditepati deh
Duh, padahal buku ProBlogger aja belum beres dibaca
Isi bukunya sederhana namun cukup informatif, terutama buat yang belum pernah jualan barang sendiri di internet, dan yang belum meng-explore Multiply seperti saya. Buku ini menjelaskan langkah demi langkah membuka toko online kita sendiri di Multiply.
Tapi yang paling menarik buat saya, Ollie sama sekali tidak mengajarkan pembaca untuk mendapatkan uang dari blog via AdSense, AdBrite, Bidvertiser, paid review atau apa pun program-program yang banyak bertebaran di internet. Kalau lihat di toko buku, sekarang ini banyak buku yang gak bermutu yang mengajarkan cari duit lewat blog dengan AdSense. Ollie mengajarkan kita untuk menjual barang alias dagang, buka toko sendiri di internet! Saya jadi teringat mas Keke yang juga selalu mengajarkan kita untuk menjual produk kita sendiri.
Selama ini kebanyakan kita yang cari duit dari nge-blog bermimpi dan banyak yang sudah mendapatkan banyak uang dari AdSense, paid review dan sebagainya. Ini berarti kita masih tergantung pada pihak ke-3, kita masih tergantung pada Google, Sponsored Review dan lainnya. Kalau Google secara sepihak tiba-tiba nge-ban account adsense kita, kalau paid review sudah tidak menjanjikan lagi.. habislah kita!
Beda halnya kalau kita punya usaha online sendiri, menawarkan barang atau jasa kita sendiri, kita memiliki bisnis sendiri! Walaupun tantangannya juga lebih berat (harus menyediakan dan mengirim produk dsb, seperti jualan di eBay), kita tidak diatur orang lain, kita mengatur diri kita sendiri, bisnis kita sendiri. Sudah banyak orang Indonesia yang sukses menjual produk mereka via internet, salah satu contohnya ya Ollie ini.
So, menurut saya, kenapa tidak kita jalani keduanya saja? Walaupun saya pribadi tetap lebih memilih punya toko online sendiri menjadi prioritas utama, tapi kalau juga bisa jalanin AdSense, KlikSaya, paid review dan lain sebagainya itu, kenapa tidak? Yang penting toko online kita jangan sampai terbengkalai. Setuju?
Pagi tadi waktu cek email, saya senang karena dapat email dari tim Google AdSense. Jarang-jarang dapat email dari mereka, biasanya kalau ada email isinya pemberitahuan seputar berita atau fitur baru AdSense. Subjek email tersebut hanya terdiri dari 2 kata: Google AdSense.
Setelah saya buka emailnya, ternyata isinya peringatan
Baru pertama nih dapat peringatan dari AdSense. Ini screenshotnya:

Ternyata salah satu blog saya, yang merupakan salah satu blog penyumbang AdSense paling besar dari keseluruhan pendapatan AdSense saya yang masih kecil, yang isinya tentang pakaian-pakaian wanita, dan jauh dari pornografi maupun perlendiran, dianggap telah melanggar ketentuan mereka
Saya lihat, dari contoh URL yang mereka berikan, mungkin karena ada kata-kata yang berunsur lendir. Di email itu mereka mengatakan bahwa account AdSense saya tetap aktif, tidak di-ban (syukurlah..), tapi kalau ketemu seperti itu lagi, account AdSense saya bisa di-ban. Saya coba akses ke URL yang mereka berikan itu, AdSense-nya memang gak muncul alias ngeblank. Tapi di halaman utama (index) blog itu, AdSense-nya masih muncul.
Gak mau ambil resiko, saya cabut saja semua AdSense dari blog itu… daripada nantinya gak sengaja ada postingan yang menurut mereka melanggar dan account AdSense saya di-ban, kan? Sedih…
Buat yang mau baca ketentuan program AdSense, silakan baca Google AdSense Program Policies